Jumat, 22 Juni 2018

Mersal: Dokter dan Korupsi || Review Film

Posted by with No comments
Seperti diketahui bahwa di India memiliki produksi film di berbagai negara bagian atau daerah India dengan menggunakan bahasa setempat, seperti Hindi, Tamil (India Selatan), Punjabi, Telugu, Kannada, Urdu, dsb. Namun, sebagian orang mengenal film-film India sebagai film "Bollywood" padahal tidak semua film India adalah Bollywood. Film berbahasa Tamil berbasis di Chennai yang terkenal dengan julukan "Kollywood", film berbahasa Telugu berbasis di Hyderabad, dijuluki "Tollywood" atau "Pollywood" berbasis di Punjab, India, "Mollywood" (berbahasa Malayalam), "Sandalwood" (berbahasa Kannada), dsb. Nah, kalau artis pertelevisian atau sinetron India bukan disebut Bollywood tapi Tellywood :D

Kali ini saya tidak membahas film Bollywood tapi hits nya sama dengan film Bollywood. Mersal adalah film Tamil telah menjadi film terpopuler ditahun 2017 di India.  Mersal diproduksi oleh industri perfilman di Tamil.  Film ini telah mengeluarkan dana yang fantastis untuk menggarap setiap detail prosesnya. Vijay, Samantha, Kajal Aggarwal, dan Nithya Menen adalah bintang utama dalam film ini.  Mersal bergerak melalui dua karakter utama, Maaran (Vijay), seorang dokter yang tulus yang berjuang melawan korupsi di jantung industri medis India dan Vettri (Vijay), seorang penyihir yang keluar untuk membalas dendam. Keduanya adalah saudara-saudara yang terasing dan setelah mereka berkumpul, mereka mengetahui tentang musuh bersama mereka, Daniel (SJ Surya), yang telah membunuh ayah mereka (Thalapathy dimainkan oleh Vijay) dan ibu (Nithya Menen). Film ini rilis di seluruh dunia pada tanggal 18 Oktober 2017 pada saat hari Diwali dengan durasi 169 menit.


Mersal lebih mengangkat kisah tentang balas dendam dan mengambil beberapa masalah sosial yang penting. Bagaimana kaitan antara sosial, politik, dan medis ada di film ini. Film ini dikemas dengan baik dan menghadirkan berbagai kejutan bagi penonton dan memiliki tema yang relevan (meskipun bidang medis telah menjadi target untuk banyak film). Atlee, sang sutradara mengatakan film ini selain sebagai hiburan namun juga menambahkan banyak pesan sosial di dalamnya. Selain itu, yang menarik perhatian saya bahwa pada film ini Vijay memerankan tiga peran sekaligus. Karakter yang dibangunpun sangat baik. Vijay berhasil membuat penonton terpukau. Kisah drama, action, dan hiburan dikemas apik. Lantunan melodi yang dibuat oleh A. R. Rahman juga dibuat dengan sangat baik sebagai composer ternama di India termasuk Bollywood. Mersal juga meraih beberapa penghargaan di berbagai festival film India Selatan. BLOCKBUSTER!

Ada satu adegan yang sudah beredar luas di sosial media tentang cuplikan film mersal saat sang dokter berada di Bandara. Benar kata pepatah Don't judge a book by its cover dan itulah yang dilakukan banyak orang saat sang dokter tidak terlihat seperti dokter karena hanya memakai pakaian tradisional Tamil. Lalu, bagaimana kelajutan dan keseruan film ini? Silakan menonton ya. 😉

Rating: 🌟 4/5.0




Mersal | 2017 | Sutradara: Atlee | Produser: N. Ramasamy, Hema Rukmani, H. Murali | Penulis Naskah: Atlee | Pemain:  Vijay, Kajal Agarwal, Samantha, Nitya Menon, Vadivelu, S.J.Surya, dll.  | Produksi: Thenandal Studio Limited | Music: by A. R. Rahman




Minggu, 13 Mei 2018

Takkan Pernah Kembali

Posted by with No comments
Pernahkah terpikir?
Luka yang pernah tergores?
Luka yang pernah menusuk?
Sudah.
Memang sudah terlupakan.
Tapi.
Ketika tergoreskan kembali
Luka itu semakin dalam.
Membekas dan Membiru.
Berulang kali
Khilaf katamu
Dan
Mencoba untuk keadaan baru
Takkan bisa
Takkan kembali
Dan
Takkan sama




GAMBAR: https://hdwallsource.com/train-wallpaper-7819.html

Senin, 26 Maret 2018

Hichki: There are no bad students, only bad teachers || Review Film

Posted by with No comments
Bagi yang dulu senang menonton Kuch Kuch Hota Hai atau Black pasti sering mendengar nama Rani Mukherjee atau Rani Mukerji. Kali ini Rani kembali berakting di film terbarunya HICHKI setelah hampir 4 tahun rehat dari dunia akting pascamenikah dan melahirkan. Saya sendiri rindu aktingnya setelah film terakhirnya Mardaani tahun 2014. Saya sempat mendengar akan ada film baru yang akan dibintangi Rani dan diproduserin oleh suaminya sendiri, Aditya Chopra. Sayapun merasa antusias untuk menontonnya. Trailer yang muncul akhir tahun 2017 lalu sudah menembus 18 juta penonton di chanel youtube yrf (yash chopra film). Kembalinya Rani di dunia Bollywood membawa angin segar bagi para fans Rani di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Rani berjanji dia akan tetap ada setiap tahun untuk para penonton Bollywood. Sayapun antusias untuk menonton Hichki pada hari ke-2 penanyangannya di bioskop Bandung walaupun nonton sendirian.😋 Tak seperti kebanyakan film, film Bollywood di Indonesia hanya memiliki waktu tayang yang tak lama. Namun, tak perlu khawatir bagi yang tinggal di Jakarta, film Bollywood akan lebih lama tayang daripada di Bandung. 


Hichki (Hiccup) yang tayang 23 Maret 2018 lalu ini bercerita tentang seorang guru Naina Mathur (Rani Mukerji) yang menderita Tourette Syndrome atau lebih dikenal dengan gangguan saraf yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya. Film ini diadaptasi dari buku Brad Cohen dan film America Front Class tahun 2008. Naina sudah banyak ditolak oleh beberapa sekolah dari tempat tinggalnya karena mereka menganggap gangguan yang diderita akan menjadi penghalang ia sebagai seorang guru. Suatu hari, setelah banyak penolakan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan impiannya sebagai guru di salah satu sekolah paling elit di kotanya, St. Notker's. Lalu, ia menyadari bahwa kelas yang dapatkan, yaitu kelas 9F yang hanya terdiri dari 14 siswa yang nakal. Sebelumnya mereka adalah siswa di salah satu sekolah negeri. Ada hal yang membuat mereka terpaksa di sekolah tersebut. Hal ini yang membuat mereka  didiskriminasi oleh teman-temannya. Siswa 9F sering mengejeknya karena suara cegukan dan sindrom yang diderita Naina. Karena ini kesempatan, keinginan, dan motivasinya yang kuat, Naina harus berjuang untuk memastikan bahwa siswanya menyadari potensi mereka yang sebenarnya dan menghapus ketakutan mereka bersekolah di sekolah elit. Banyak hal yang dilakukan Naina untuk memastikan ia dan siswa nya tidak dikeluarkan karena kenakalan mereka. Naina juga harus berjuang melawan Pak Wadia sebagai guru yang berhasil membawa siswa kelasnya menjadi kelas terfavorit setiap tahun.

Siddharth P. Malhotra sang sutradara juga berhasil mengarahkan Rani dan anak-anak 9F mendapatkan cinta dan pujian penonton. Menghadirkan karakter Naina membuat suara seperti ‘waa waa’ dan ‘chak chak’ secara acak. Penempatan 'waa waa' terdengar sangat menarik. Saya rasa ini butuh tenaga dan akting yang sangat baik untuk mendapatkan karakter khas dari seorang yang mengidap Tourette Syndrome ini. Hichki layak untuk diapresiasi. Hichki adalah film yang penuh emosi, ada tawa, bahagia, sedih, dan banyak pesan moral di dalamnya. Tak hanya hubungan Naina dengan siswa-siswanya tapi juga terhadap keluarganya. Bagaimana keluarga membentuk karakter Naina yang begitu menganggumkan. Film ini juga memperlihatkan kemampuan dari kekurangan seorang guru yang mengajar dengan penuh kasih sayang. Akankan Ibu Naina bertahan mengajar siswa-siswa 9F?

Menurut saya film ini bisa menjadi pilihan untuk ditonton bersama keluarga tercinta. Banyak pesan yang terkandung di dalamnya juga para pemain yang ciamik memerankan karakter luar biasa. Rani? membuktikan bahwa fakumnya ia dari dunia film beberapa tahun ini tidak menurunkan kualitasnya dalam berakting. Kini, saya jadi nostalgia saat sekolah dan mengenang guru favorit. Bagi saya guru itu spesial. Dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi guru dan setelah menonton ini saya jadi tertarik kembali untuk mengajar. hehe Satu quote yang saya suka adalah "There are no bad students, only bad teachers". Selamat menonton ya. 😊

Rating:  3.5 🌟



Hichki | 2018 | Sutradara: Siddharth P. Malhotra | Produser: Aditya Chopra, Maneesh Sharma| Penulis Naskah: Siddharth P. Malhotra, Ankur Chaudhry | Pemain: Rani Mukerji, Supriya Pilgaonkar, Harsh Mayar, Hussain Dalal, Sparsh Khanchandani, Neeraj Kabi, Shiv Kumar Subramaniam, dll. | Diadaptasi dari: Buku dan Film Front of the Class | Produksi: Yash Raj Films

Senin, 19 Maret 2018

Menikmati Pagi di Kebun Raya Bogor

Posted by with 2 comments
Sudah sering berkunjung ke Kebun Raya Bogor? Bagi saya, ini kali pertama saya menikmati pagi di Kebun Raya Bogor yang asri. Berawal dari keperluan dinas mengunjungi Bogor selama 3 hari, saya memutuskan harus berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Hotel tempat kami menginap sangatlah dekat, bersebrangan dengan pintu masuk 3 Kebun Raya Bogor, sebrang Lippo Plaza Bogor Jalan Padjadjaran. Pintu masuk Kebun Raya Bogor pun ternyata ada 4. hehe Mungkin karena besar jadi dari semua mata anginpun bisa.  Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektar dan sudah memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun ini terkenal dengan tumbuhnya bunga bangkai (Amorphophalus titanum) selain karena memiliki bau yang cukup menyengat, jika mekar bunga ini dapat mencapai ketinggian 2 meter dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan. 

Dulu, akibat peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda pun mengembangkan ilmu pengetahuan, maka dikirimlah Cornelis Theodorus Elout, dan G.A.G.P. Baron van der Capellen ke Indonesia dengan Prof. Caspar George Carl Reinwardt selaku penasehat berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda, yang diangkat menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan Pendidikan untuk Pulau Jawa. Singkat cerita, Reinwardt langsung memulai riset dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan dan menganggap eksplorasi tumbuhan dan masalah pertanian juga merupakan tugasnya di Hindia Belanda. Kemudian Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di sekitar halaman Istana Bogor yang sebelumnya didiami oleh Letnan-Gubernur Thomas Stamford Raffles bersama isterinya Olivia Mariamne Raffles selama masa peralihan dari Pemerintah Inggris ke Kerajaan Belanda di Pulau Jawa pada tahun 1811 sampai 1816. Melalui bantuan seorang ahli botani William Kent, lahan yang awalnya merupakan halaman Istana Bogor dikembangkan menjadi sebuah kebun yang cantik. Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya yang sekarang.. Sejarah lengkapnya bisa cek di website LIPI ya, terlalu panjang untuk diceritakan 😁


Saya memilih untuk berjalan kaki mengelilingi kebun raya. Bersih dan sejuk itulah yang pertama kali saya rasakan di sana. Kebun Raya ini memang menjadi salah satu objek wisata yang harus dilestarikan dan kini memang sudah dikelola oleh LIPI. Tanaman yang ditumbuh di sanapun beraneka ragam. Saat saya masuk ke halaman kebun raya terlihat rerumputan hijau yang luas rasanya ingin sekali tidur-tiduran di sana hahhaa. Awalnya saya ragu untuk menginjakkan kaki di sana tapi ternyata wisatawan boleh menginjak asal tidak merusak tanaman di sekitarnya. Ada 15 aturan atau tata tertib yang wajib dipatuhi selama berada di sana. Ada hamparan  taman luas yang bernama Taman Astrid. Ternyata taman tersebut diambil dari nama seorang permaisuri dari Belgia. Di sekitar taman ini juga ada sebuah kolam serta jalan yang memiliki nama yang sama yakni Kolam Astrid dan Jalan Astrid. Jalan Astrid merupakan sebuah jalan yang dipenuhi oleh bunga-bunga Tempat menarik lain di sekitar Taman Astrid adalah sebuah kafe bergaya Eropa. Kafe tersebut diberi nama Kafe Dedaunan dan merupakan satu-satunya kafe di Kebun Raya Bogor. Nuansa Eropa di kafe ini mungkin dimaksudkan sebagai pengingat kepada pengunjung bahwa Kebun Raya Bogor dibangun oleh orang Eropa (Belanda). [1]

Disebelah Taman Astrid terdapat Kolam Astrid yang ditumbuhi oleh teratai raksasa atau nama latinnya Victoria Amazonica. Tanaman ini bukanlah asli flora dari Indonesia. Habitat asli berasal dari sungai Amazon di belahan Selatan Benua Amerika. Saya baru melihat teratai selebar itu. hehe Lebar daunnya bisa mencapai 3 meter lho. Konon katanya, jika ada seorang bayi atau anak usia 3 tahun diletakkan pada daunnya, maka ia tidak akan tenggelam. Ini karena daunnya cukup tebal. Teratai ini masih banyak tumbuh di Kebun Raya ini. Semoga mereka tetap lestari.




Selama di sana tak perlu khawatir akan tersesat karena banyak petunjuk jalan yang akan mengarahkan kita ke tempat yang dituju. Setelah dari taman astrid saya memutuskan untuk pergi mengunjungi jembatan merah yang juga jadi icon Kebun Raya Bogor selain bunga bangkai. Konon, jembatan merah memiliki mitos turunan  jika sepasang kekasih melintasi jembatan ini maka hubungan mereka tidak akan berlangsung lama. Wah, gimana rasanya ya putus karena setelah melewati jembatan merah ini.  Namun sebaliknya, bila berjalan di Jembatan Cinta bukan bersama kekasih melainkan hanya teman, jika berpacaran dipercaya akan langgeng dan bahkan bisa sampai ke jenjang pernikahan. Tapi jangan sampai melewati jembatan ini menjadi alasan untuk putus dari pacar ya. hehehe upps 😎 Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti sejak kapan mitos ini muncul di masyarakat, namun yang pasti ketika zaman penjajahan Belanda, jembatan ini dipenuhi dengan mayat-mayat para pejuang yang mati memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. hihi serem juga ya...


Oh iya sebelumnya saya menemukan pohon yang batangnya dikelilingi oleh akar-akar, ini disebut pohon Tarzan. Iya sekilas tidak tampak namun jika diperhatikan ada banyak untaian akar yang bergelantungan. Mungkin kenapa pohon ini disebut pohon tarzan. :D Setelah dari Jembatan Merah kami terus berjalan mengitari kebun yang luas ini. Di area ini semua jenis tumbuhan dan pepohonan tumbuh subur. Mulai dari jenis kacang-kacangan, tanaman hias, anggrek, tanaman buah, tanaman air, tanaman palem, pohon pandan, beringin, pohon kelapa, dan tanaman merambat. Selain karena takjub saya juga merasa seperti mengulas kembali pelajaran biologi lengkap dengan nama latinnya, misalnya Cocos nucifera. hehe Ada yang bisa tebak nama latin dari apa?

Pohon Tarzan
Pohon Pandan


Tujuan akhir kami adalah pada museum zoologi. Museum ini letaknya dekat pintu masuk utama. Sebelum sampai di sana saya melihat adan bangunan kecil seperti tugu. Bangunan tugu putih yang mirip gazebu melingkar dengan nuansa klasik eropa ini ternyata adalah tugu cinta yang didirikan oleh Raffles untuk istrinya Lady Olivia Mariamne.  Lady Olivia Mariamne meninggal akibat penyakit malaria pada tanggal 26 November 1814. Konon, Istri Raffles ini  merasa senang berada di lingkungan Kebun Raya Bogor. Maka untuk mengenang istri yang begitu dicintainya, Raffles pun membangun sebuah tugu di tempat favorit mendiang sang istri. Raffles ternyata menyimpan sisi yang romantis. Di tugu tersebut ada sebuah puisi yang bertuliskan: "Oh thou whom neer my constant heart, One moment hath forgot, Tho fate severe hath bid us part Yet still - forget me not" yang  memiliki makna "kau yang tak pernah satu kalipun terlupakan oleh detak jantungku. Takdir keji telah memisahkan kita. Namun, jangan pernah lupakan aku". ❤ [2]


Sebelum tiba di Museum Zoologi ada gedung laboratorium, salah satunya adalah Laboratorium Treub yang masih bergaya klasik Eropa. Ternyata Laboratorium Treub ini dibuka pertama kali pada tanggal 1 Desember 1884 oleh Melchior Treub yang difungsikan untuk penelitian tumbuhan tropis. Saat ini laboratorium treub difungsikan sebagai sarana penelitian konservasi ex-situ. [3] Nama laboratorium ini diambil dari nama salah satu direktur Kebun Raya Bogor yakni Melchior Treub. Ia juga merupakan seorang ahli botani. Milchior Treub adalah pendiri dari Buitenzorg Landbouw Hogeschool yang merupakan cikal bakal dari Institut Pertanian Bogor. [4]



Kebun Raya bogor ini selain memiliki berbagai koleksi tanaman juga memiliki museum fauna atau Zoologi, di dalamnya terdapat beberapa kerangka dan jenis binatang yang diawetkan, diantaranya:  burung, kepiting, serangga, ikan, dan lain sebagainya. Dulu, Museum ini bernama Landbouw Geologisch Laboratorium dan arsitektur bangunanya pun masih seperti zaman Hindia Belanda. Seiring dengan perkembangannya, Museum Zoologi mengubah namanya sesuai dengan fungsinya.

Mungkin pengetahuan saya tentang dunia hewan tak seluas museum ini. Banyak hal yang tak saya ketahui karena begitu banyak jenis hewan sejenis yang menarik perhatian saya, seperti berbagai macam jenis orang utan, kucing, harimau, kupu-kupu, burung-burung yang tak umum hidup di daratan Indonesia. Banyak jenis satwa di museum ini yang mungkin baru di ketahui pengunjung setelah melihatnya di Museum Zoologi. Koleksi satwa di museum ini memang mengesankan karena beberapa satwa jarang ada di dalam pustaka atau mungkin mereka sudah punah atau hampir punah. 







Di museum ini juga terdapat badak yang usianya sudah 102 tahun sejak ditemukan tahun 1914 lalu. Badak ini merupakan badak terakhir di priangan, agar badak tersebut masih bisa diteliti dan dilihat oleh banyak orang, akhirnya pemerintah Kolonial Belanda saat itu memutuskan untuk menembak badak dan mengawatkannya.[5]  Rasanya tak lengkap jika tidak melihat Kerangka Paus Biru (Balaenoptera Musculus) di sini. Menurut informasi yang saya baca, Rangka Paus sepanjang 26 meter ini berasal dari paus yang terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut tahun 1916. Dari tempat terdamparnya ini, kerangka Paus yang mencapai berat 6.5 kilogram tersebut diangkut dengan gerbong kereta api ke Bogor dalam perjalanan selama 44 hari. Nah, informasi juga diperlukan waktu kurang lebih 1 tahun untuk mmebersihkan dan menyusun kembali rangka tersebut. Menarik dari museum ini adalah belajar mengenal mereka dari jenis dan habitatnya. Ayo bawa anak-anak ke sini!








Selain tempat-tempat yang saya kunjungi di atas, masih ada tempat-tempat menarik di Kebun Raya ini seperti, Taman Gunting, Makam Belanda, Tugu Reinwardt, Taman Meksiko, dan lain-lain. Kebun Raya ini juga memiliki toko yang menyediakan berbagai macam bibit tanaman dan sekedar oleh-oleh untuk orang tersayang. Kisaran harga tak perlu khawatir, pas di kantong kita. 😀

Kebun Raya ini buka setiap hari mulai pukul 07.30-16.00 WIB dengan tiket masuk Rp14.000/orang, kita sudah bias menikmati semua yang ada di sana. Jika menggunakan roda empat dikenakan tarif yang berbeda, yaitu Rp30.000. Tiket khusus wisatawan asing Rp25.000/orang. Jika merasa lelah mengitari Kebun Raya disediakan sepeda untuk sekedar menikmati alam sekitar dengan tarif Rp15.000/jam dan disediakan mobil wisata untuk Pengunjung, Dewasa Rp. 15.000 dan Anak Usia 3-5 Tahun Rp10.000. Lalu ketentuan di sana dilarang menggunakan Drone. Tertarik merelaksasikan otak dan mata sejenak di Kebun Raya Bogor? 😊

Sabtu, 10 Maret 2018

Sampai Tujuan

Posted by with No comments
Hari demi hari sama seperti kepergian setiap waktu
Aku belajar untuk selalu membuka banyak hal
Membuka hati dan pikiran untuk menuju perubahan
Belajar memaknai hidup, menghargai waktu, dan juga perasaan

Ini bukan hanya soal hanya perubahan tapi soal tujuan
Akan berada di mana dan menuju ke mana
Tetapkan hati dalam kebahagian menuju perubahan sesuatu yang baru

Setiap hati berhak untuk memilih
Setiap hidup berhak untuk berubah
dan setiap rasa berhak untuk merasakan
Jika terasa berat maka berjalanlah bersama
Kita akan tahu berapa jarak yang akan kita lalui
Sampai tujuan yang akan kita tuju :)


Bandung, 10 Maret 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Di Balik Kontroversi Film Padmaavat || Review Film

Posted by with No comments
Di balik sejumlah kontroversial film "Padmaavat" (dulu: Padmavati) kini film tersebut tayang di seluruh bioskop dunia termasuk Indonesia. Setelah mundur beberapa kali waktu tayang, akhirnya film Padmaavat rilis 25 Januari 2018. Ini juga membuat beberapa film Bollywood yang rilis ditanggal yang sama memilih mengganti jadwal untuk memberikan kesempatan kepada film yang disutradari Sanjay Leela Bhansali ini. Setelah sukses dengan cerita Epic tahun 2015 lalu, Bajirao Mastani, kali ini SL Bhansali memilih untuk menghadirkan cerita baru. Namun, filmnya kali ini diprotes oleh beberapa kelompok agama Hindu dan daerah setempat, Rajput. Merasa cerita yang disajikan terlalu berlebihan dan bertolak belakang dengan situasi saat itu, SL Bhansali memilih untuk merubah beberapa cerita di dalamnya demi tayang di bioskop India. Sempat ada beberapa berita saat itu apabila film ini tetap tayang maka akan ada ancaman dan tekanan kepada sutradara dan juga pemainnya, Deepika Padukone yang berperan sebagai Ratu Padmini/Padmavati. [1]

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah puisi epic yang ditulis pada tahun 1540 oleh penyair sufi Malik Muhammad Jayasi. Sepotong sastra sufi yang terkenal dari masa itu. Menceritakan sebuah cerita fiksi alegoris tentang keinginan Sultan Alauddin Khilji dari Delhi untuk tituler Rani Padmini, Ratu Chittor. Alauddin Khalji dan Ratan Sen atau dikenal Rawal Ratan Singh adalah tokoh sejarah, sedangkan Padmini adalah tokoh fiksi, meskipun ini masih diperdebatkan. [2]

Dalam film ini SL Bhansali kembali berkolaborasi dengan dua pemain favoritnya, Deepika Padukone dan Ranveer Singh. Untuk melengkapi keduanya, Bhansali menambahkan Shahid Kapoor sebagai pemeran utama dan Aditi Rao Hyndari sebagai pemain pendukung nan cantik. 

Rani Padmavati (Deepika Padukone) istri Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor), dikenal karena kecantikan, kepintaran, dan keberaniannya di India abad ke-13. Dia menangkap kemasyhuran Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Sultan Alauddin Khilji (Ranveer Singh) yang sangat berkuasa untuk memenuhi segala keinginannya termasuk terobsesi melihat kecantikan Padmavati padahal saat itu Dia memiliki istri Mehrunisa (Aditi Rao Hyndari). Berbagai macam cara dilakukan oleh Sultan untuk merebut tahta kerjaan dan juga Padmavati. Dia tak sendiri, didampingi oleh orang kepercayaan yang senantiasa patuh padanya, Malik Kafur (Jim Sarbh). Berbagai strategi dan penyerangan pun dilakukan. Tak kalah pintar dengan Sultan, Ratan Singh berbalik menyerang dan memegang teguh pada semua prinsip kerajaanya. Padmavati melakukan ritual untuk menjaga kehormatan dirinya dan sang Raja agar dia tidak jatuh pada Sultan Alauddin.

Sebagai penonton, memang ada beberapa bagian yang mengandung unsur "SARA". Bagaimana perbedaan dalam merebut tahta antara kerajaan Hindu dan Islam. Ada yang menonjol ada pula yang berpegang pada prinsip. Bagi saya, sebagai penonton harus cerdas dan mampu menganalisa dengan baik. Butuh cukup usia, memang. Namun, mungkin saja keadaan itu terjadi pada abad tersebut tidak pada abad saat ini. Kini, tinggal bagaimana pro dan kontra tersebut menjadikan pembelajaran bagi diri kita sendiri. Jika suka ditonton, jika tidak baca saja ulasan filmnya. hehee Selain kelompok Hindu, kelompok Muslimpun melarang untuk menonton film ini karena dianggap menghina citra Muslim. Namun, mereka tak menggelar aksi demo besar-besaran. Di lansir dari beberapa media di India, kelompok Hindu merasa bahwa adanya adegan romantis antara Sultan dan Ratu Padmavati yang mengakibatkan timbulnya pelecehan terhadap kaum dan keturunannya. Namun, Bhasali membatah akan tuduhan tersebut. [3] Berbeda dari film yang lain, film ini tak mengadakan promo tour film guna menghindari banyak konflik.

Di balik segala kontroversi film ini, saya selalu suka dengan hasil kerja keras dari SL Bhansali dan tim. Walaupun tak seperti film epic yang sebelumnya, memunculkan greget pada setiap scenenya, mungkin karena pengaruh perubahan cerita, film yang berdurasi 164 menit ini telah berhasil memukau saya sebagai penikmat genre epic. Mulai dari akting para pemainnya yang mempesona. Lalu, set kerajaan yang megah dan mewah yang dapat membawa saya seperti berada pada abad tersebut. Semua instrumennya terlihat bagus. Saya juga menyukai kostum yang digunakan pada Raja dan Ratu, terlihat glamor dan cantik. Selain itu, musik/soundtrack dan tarian tak lepas dari ciri khas Bollywood juga menambah keindahaan pada film ini.. Bagaimana takdir mereka berempat selanjutnya? Saksikan di bioskop CGV tanah air ya. 😉

http://filmsxpress.com/userimages/424/images/padmaavat-banner.jpg

 Trailer Padmaavat Terjemahan Bahasa Indonesia:
MVP Film Indonesia


 
Padmaavat |  2018 | Sutradara: Sanjay Leela Bhansali | Produser: Sanjay Leela Bhansali, Sudhanshu Vats, Ajit Andhare | Penulis Naskah: Sanjay Leela Bhansali, Prakash Kapadia | Diadaptasi dari: Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi | Produksi: Bhansali Productions, Viacom 18 Motion Pictures 

Rabu, 17 Januari 2018

Maaf, Anda ditolak Donor!

Posted by with 1 comment
Apakah anda termasuk orang yang senang donor darah rutin setiap 3 bulan sekali? Sebagian besar orang takut donor darah adalah ketika melihat jarum suntikan cukup besar itu, lalu disedot pula darahnya sebanyak 350 ml. hehehe Alhamdulillah saya dalam kondisi yang sehat dan masih diperbolehkan untuk rutin mendonorkan darah saya ke Palang Merah Indonesia (PMI) setiap 3 bulan. Selain karena senang berdonor, golongan darah yang saya miliki pun sulit didapatkan, yaitu golongan darah A. 

Dulu sebelum saya rutin mendonorkan darah, saya terbentur pada kondisi badan. Kenapa? olahraga cukup, makan cukup, tidur cukup, dan memiliki riwayat tekanan darah normal. Lalu? Setiap melewati tahapan akan berdonor, yang tidak lolos adalah berat badan saya. Saat itu minimal berat badan 45 kg. Nah, saat itu berat badan saya hanya 43 kg saja. 😎 Maklum masih ramping saat masih kuliah dulu. Kalau sekarang? Jangan ditanya. hahah Niat saya yang kuat, membuat saya berpikir untuk tidak boleh lagi ditolak oleh petugas PMI. Akhirnya saya mencoba untuk menaikkan berat badan sebanyak 2 kg. Setelah menunggu 6 bulan akhirnya saya berhasil.😁 Menaikkan berat badan lebih mudah daripada menurunkan, bukan? Jadi bagaimana dengan kalian? 

Sebelum mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.  Jika semua persyaratan itu dipenuhi Anda akan lolos seleksi menjadi pendonor. Berikut persyaratan sebelum mendonorkan darah:[1]
  1. Sehat.
  2. Usia 17–60 tahun.
  3. Berat badan minimum 45 kg untuk donasi 350 ml, dan 50 kg untuk donasi 450 ml.
  4. Tekanan darah sistolik 110-160 mmHg.
  5. Tekanan darah diastolik 70–100 mmHg.
  6. Hb min 12,5 gr/dl.
  7. Bagi Wanita tidak sedang haid, hamil, menyusui. Interval donor  darah 1 minggu sebelum atau 1 minggu sesudah haid.
  8. Interval donor darah setiap 3 bulan (70 hari) sekali.
  9. Tiga hari terahir tidak mengkonsumsi obat yang mengandung salisilat.
  10. Tidak mempunyai penyakit berat (jantung,  hati,  ginjal dll).
  11. Tidak mendapat imunisasi virus dilemahkan dalam waktu 2 minggu.

Hari Sabtu kemarin saya mendatangi PMI kota Bandung. Ada yang berbeda dari PMI, ada beberapa komputer di sana. Maklum saya sudah vakum donor selama 8 bulan donor darah hihii. Saat ini PMI Bandung berinovasi untuk melakukan pendaftaran secara komputer, tidak lagi menulis formulir secara manual. Jika anda kesulitan nanti ada petugas yang siap membantu anda untuk mengisi formulir secara komputer. Setelah mengisi semua isian formulir yang dibutuhkan, nanti Anda akan mendapatkan kertas yang berisikan isian tadi serta nomer antrian untuk periksa kesehatan dan tekanan darah oleh Dokter di PMI. Kemudian, saya seperti biasa diperiksa kesehatan dan tekanan darah. Namun, kali ini saya ditolak oleh Dokter di PMI. Sediiih. 😥 Alasanya karena saya habis mendapatkan vaksinasi. Tiga minggu yang lalu saya mendapat vaksinasi influenza. Dokter mengatakan bahwa syarat di PMI jarak boleh untuk melakukan donor adalah 8 minggu setelah vaksinasi. Vaksin seperti influenza, difteri, cacar, tetanus, folio, hepatitis dan vaksin ringan lainnya. Saya juga pernah membaca suatu artikel, jika setelah melakukan vaksin rabies/anti rabies  bisa menunggu urang lebih 1 tahun. Namun, alangkah lebih baik konsultasikan pada dokter terlebih dahulu, apakah kita bisa melakukan donor apa tidak. 




Donor darah tidak dapat dilakukan setelah melakukan cabut gigi, setelah operasi kecil (selama 6 bulan) dan operasi besar (12 bulan), setelah menerima transfusi darah (selama 1 tahun), setelah melakukan pemasangan tattoo, tindik, tusuk jarum (selama 1 tahun), setelah sakit tifus (selama 6 bulan), setelah terjangkit malaria (selama 13 tahun), dan kontak erat dengan penderita hepatitis (selama 12 bulan). [2]  

Donor darah juga menunjukkan bahwa kita dalam kondisi yang sehat. Tidak menderita penyakit yang membahayakan, seperti HIV/AIDS atau kanker. Pihak PMI akan memberitahukan kepada pendonor apabila memiliki penyakit yang membahayakan untuk tidak mendonorkan darahnya kembali dan  segera berkonsultasi dengan dokter. Selain karena manfaat kesehatan donor darah juga membantu orang lain yang sangat membutuhkan darah kita. Mudah-mudahan selalu sehat dan darah yang kita sumbangkan bisa bermanfaat dan mampu menyelamatkan nyawa orang lain ✋ Aamiin. 👼 Ayo, jadi berani menerima tantangan untuk berdonor darah? GIVE BLOOD SAVE LIFE.