Jumat, 26 Januari 2018

Di Balik Kontroversi Film Padmaavat || Review Film

Posted by with No comments
Di balik sejumlah kontroversial film "Padmaavat" (dulu: Padmavati) kini film tersebut tayang di seluruh bioskop dunia termasuk Indonesia. Setelah mundur beberapa kali waktu tayang, akhirnya film Padmaavat rilis 25 Januari 2018. Ini juga membuat beberapa film Bollywood yang rilis ditanggal yang sama memilih mengganti jadwal untuk memberikan kesempatan kepada film yang disutradari Sanjay Leela Bhansali ini. Setelah sukses dengan cerita Epic tahun 2015 lalu, Bajirao Mastani, kali ini SL Bhansali memilih untuk menghadirkan cerita baru. Namun, filmnya kali ini diprotes oleh beberapa kelompok agama Hindu dan daerah setempat, Rajput. Merasa cerita yang disajikan terlalu berlebihan dan bertolak belakang dengan situasi saat itu, SL Bhansali memilih untuk merubah beberapa cerita di dalamnya demi tayang di bioskop India. Sempat ada beberapa berita saat itu apabila film ini tetap tayang maka akan ada ancaman dan tekanan kepada sutradara dan juga pemainnya, Deepika Padukone yang berperan sebagai Ratu Padmini/Padmavati. [1]

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah puisi epic yang ditulis pada tahun 1540 oleh penyair sufi Malik Muhammad Jayasi. Sepotong sastra sufi yang terkenal dari masa itu. Menceritakan sebuah cerita fiksi alegoris tentang keinginan Sultan Alauddin Khilji dari Delhi untuk tituler Rani Padmini, Ratu Chittor. Alauddin Khalji dan Ratan Sen atau dikenal Rawal Ratan Singh adalah tokoh sejarah, sedangkan Padmini adalah tokoh fiksi, meskipun ini masih diperdebatkan. [2]

Dalam film ini SL Bhansali kembali berkolaborasi dengan dua pemain favoritnya, Deepika Padukone dan Ranveer Singh. Untuk melengkapi keduanya, Bhansali menambahkan Shahid Kapoor sebagai pemeran utama dan Aditi Rao Hyndari sebagai pemain pendukung nan cantik. 

Rani Padmavati (Deepika Padukone) istri Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor), dikenal karena kecantikan, kepintaran, dan keberaniannya di India abad ke-13. Dia menangkap kemasyhuran Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Sultan Alauddin Khilji (Ranveer Singh) yang sangat berkuasa untuk memenuhi segala keinginannya termasuk terobsesi melihat kecantikan Padmavati padahal saat itu Dia memiliki istri Mehrunisa (Aditi Rao Hyndari). Berbagai macam cara dilakukan oleh Sultan untuk merebut tahta kerjaan dan juga Padmavati. Dia tak sendiri, didampingi oleh orang kepercayaan yang senantiasa patuh padanya, Malik Kafur (Jim Sarbh). Berbagai strategi dan penyerangan pun dilakukan. Tak kalah pintar dengan Sultan, Ratan Singh berbalik menyerang dan memegang teguh pada semua prinsip kerajaanya. Padmavati melakukan ritual untuk menjaga kehormatan dirinya dan sang Raja agar dia tidak jatuh pada Sultan Alauddin.

Sebagai penonton, memang ada beberapa bagian yang mengandung unsur "SARA". Bagaimana perbedaan dalam merebut tahta antara kerajaan Hindu dan Islam. Ada yang menonjol ada pula yang berpegang pada prinsip. Bagi saya, sebagai penonton harus cerdas dan mampu menganalisa dengan baik. Butuh cukup usia, memang. Namun, mungkin saja keadaan itu terjadi pada abad tersebut tidak pada abad saat ini. Kini, tinggal bagaimana pro dan kontra tersebut menjadikan pembelajaran bagi diri kita sendiri. Jika suka ditonton, jika tidak baca saja ulasan filmnya. hehee Selain kelompok Hindu, kelompok Muslimpun melarang untuk menonton film ini karena dianggap menghina citra Muslim. Namun, mereka tak menggelar aksi demo besar-besaran. Di lansir dari beberapa media di India, kelompok Hindu merasa bahwa adanya adegan romantis antara Sultan dan Ratu Padmavati yang mengakibatkan timbulnya pelecehan terhadap kaum dan keturunannya. Namun, Bhasali membatah akan tuduhan tersebut. [3] Berbeda dari film yang lain, film ini tak mengadakan promo tour film guna menghindari banyak konflik.

Di balik segala kontroversi film ini, saya selalu suka dengan hasil kerja keras dari SL Bhansali dan tim. Walaupun tak seperti film epic yang sebelumnya, memunculkan greget pada setiap scenenya, mungkin karena pengaruh perubahan cerita, film yang berdurasi 164 menit ini telah berhasil memukau saya sebagai penikmat genre epic. Mulai dari akting para pemainnya yang mempesona. Lalu, set kerajaan yang megah dan mewah yang dapat membawa saya seperti berada pada abad tersebut. Semua instrumennya terlihat bagus. Saya juga menyukai kostum yang digunakan pada Raja dan Ratu, terlihat glamor dan cantik. Selain itu, musik/soundtrack dan tarian tak lepas dari ciri khas Bollywood juga menambah keindahaan pada film ini.. Bagaimana takdir mereka berempat selanjutnya? Saksikan di bioskop CGV tanah air ya. 😉

http://filmsxpress.com/userimages/424/images/padmaavat-banner.jpg

 Trailer Padmaavat Terjemahan Bahasa Indonesia:
MVP Film Indonesia


 
Padmaavat |  2018 | Sutradara: Sanjay Leela Bhansali | Produser: Sanjay Leela Bhansali, Sudhanshu Vats, Ajit Andhare | Penulis Naskah: Sanjay Leela Bhansali, Prakash Kapadia | Diadaptasi dari: Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi | Produksi: Bhansali Productions, Viacom 18 Motion Pictures 

Rabu, 17 Januari 2018

Maaf, Anda ditolak Donor!

Posted by with 1 comment
Apakah anda termasuk orang yang senang donor darah rutin setiap 3 bulan sekali? Sebagian besar orang takut donor darah adalah ketika melihat jarum suntikan cukup besar itu, lalu disedot pula darahnya sebanyak 350 ml. hehehe Alhamdulillah saya dalam kondisi yang sehat dan masih diperbolehkan untuk rutin mendonorkan darah saya ke Palang Merah Indonesia (PMI) setiap 3 bulan. Selain karena senang berdonor, golongan darah yang saya miliki pun sulit didapatkan, yaitu golongan darah A. 

Dulu sebelum saya rutin mendonorkan darah, saya terbentur pada kondisi badan. Kenapa? olahraga cukup, makan cukup, tidur cukup, dan memiliki riwayat tekanan darah normal. Lalu? Setiap melewati tahapan akan berdonor, yang tidak lolos adalah berat badan saya. Saat itu minimal berat badan 45 kg. Nah, saat itu berat badan saya hanya 43 kg saja. 😎 Maklum masih ramping saat masih kuliah dulu. Kalau sekarang? Jangan ditanya. hahah Niat saya yang kuat, membuat saya berpikir untuk tidak boleh lagi ditolak oleh petugas PMI. Akhirnya saya mencoba untuk menaikkan berat badan sebanyak 2 kg. Setelah menunggu 6 bulan akhirnya saya berhasil.😁 Menaikkan berat badan lebih mudah daripada menurunkan, bukan? Jadi bagaimana dengan kalian? 

Sebelum mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.  Jika semua persyaratan itu dipenuhi Anda akan lolos seleksi menjadi pendonor. Berikut persyaratan sebelum mendonorkan darah:[1]
  1. Sehat.
  2. Usia 17–60 tahun.
  3. Berat badan minimum 45 kg untuk donasi 350 ml, dan 50 kg untuk donasi 450 ml.
  4. Tekanan darah sistolik 110-160 mmHg.
  5. Tekanan darah diastolik 70–100 mmHg.
  6. Hb min 12,5 gr/dl.
  7. Bagi Wanita tidak sedang haid, hamil, menyusui. Interval donor  darah 1 minggu sebelum atau 1 minggu sesudah haid.
  8. Interval donor darah setiap 3 bulan (70 hari) sekali.
  9. Tiga hari terahir tidak mengkonsumsi obat yang mengandung salisilat.
  10. Tidak mempunyai penyakit berat (jantung,  hati,  ginjal dll).
  11. Tidak mendapat imunisasi virus dilemahkan dalam waktu 2 minggu.

Hari Sabtu kemarin saya mendatangi PMI kota Bandung. Ada yang berbeda dari PMI, ada beberapa komputer di sana. Maklum saya sudah vakum donor selama 8 bulan donor darah hihii. Saat ini PMI Bandung berinovasi untuk melakukan pendaftaran secara komputer, tidak lagi menulis formulir secara manual. Jika anda kesulitan nanti ada petugas yang siap membantu anda untuk mengisi formulir secara komputer. Setelah mengisi semua isian formulir yang dibutuhkan, nanti Anda akan mendapatkan kertas yang berisikan isian tadi serta nomer antrian untuk periksa kesehatan dan tekanan darah oleh Dokter di PMI. Kemudian, saya seperti biasa diperiksa kesehatan dan tekanan darah. Namun, kali ini saya ditolak oleh Dokter di PMI. Sediiih. 😥 Alasanya karena saya habis mendapatkan vaksinasi. Tiga minggu yang lalu saya mendapat vaksinasi influenza. Dokter mengatakan bahwa syarat di PMI jarak boleh untuk melakukan donor adalah 8 minggu setelah vaksinasi. Vaksin seperti influenza, difteri, cacar, tetanus, folio, hepatitis dan vaksin ringan lainnya. Saya juga pernah membaca suatu artikel, jika setelah melakukan vaksin rabies/anti rabies  bisa menunggu urang lebih 1 tahun. Namun, alangkah lebih baik konsultasikan pada dokter terlebih dahulu, apakah kita bisa melakukan donor apa tidak. 




Donor darah tidak dapat dilakukan setelah melakukan cabut gigi, setelah operasi kecil (selama 6 bulan) dan operasi besar (12 bulan), setelah menerima transfusi darah (selama 1 tahun), setelah melakukan pemasangan tattoo, tindik, tusuk jarum (selama 1 tahun), setelah sakit tifus (selama 6 bulan), setelah terjangkit malaria (selama 13 tahun), dan kontak erat dengan penderita hepatitis (selama 12 bulan). [2]  

Donor darah juga menunjukkan bahwa kita dalam kondisi yang sehat. Tidak menderita penyakit yang membahayakan, seperti HIV/AIDS atau kanker. Pihak PMI akan memberitahukan kepada pendonor apabila memiliki penyakit yang membahayakan untuk tidak mendonorkan darahnya kembali dan  segera berkonsultasi dengan dokter. Selain karena manfaat kesehatan donor darah juga membantu orang lain yang sangat membutuhkan darah kita. Mudah-mudahan selalu sehat dan darah yang kita sumbangkan bisa bermanfaat dan mampu menyelamatkan nyawa orang lain ✋ Aamiin. 👼 Ayo, jadi berani menerima tantangan untuk berdonor darah? GIVE BLOOD SAVE LIFE.





Minggu, 24 Desember 2017

Kisah Kedekatan Ratu Victoria dan Abdul Karim || Review Film

Posted by with No comments
Victoria and Abdul adalah sebuah film biografi yang diadaptasi dari buku Victoria and Abdul: The True Story of the Queen's Closest Confidant karya Shrabani Basu, tentang hubungan kehidupan nyata antara Ratu Victoria di Inggris dan pelayan India Abdul Karim yang menjadi kontroversi dan ditutupi selama lebih 100 tahun. 

Ratu Victoria yang diperankan oleh Judi Dench adalah Ratu Kerajaan Inggris pada tahun 1837-1901 kurang lebih menduduki tahta selama satu dekade. Abdul Karim yang diperankan aktor tampan asal India Ali Fazal adalah seorang pelayan dari Agra, India yang datang ke Inggris di usia 24 tahun untuk melayani Ratu Victoria pada perayaan naik takhta "golden jubilee" pada 1887.[1] Abdul Karim pemuda muslim yang memiliki perilaku baik, mampu menarik perhatian sang ratu. Dia juga mampu menjadikan hubungan India dan Inggris menjadi lebih erat. Saat itu India berada dalam kekuasaan Inggris. 

Dalam kurun waktu satu tahun, pemuda Muslim ini menjadi orang yang penting di kerajaan. Dia tak hanya menjadi seorang pelayanan kini menjadi guru atau mushi Ratu Victoria  yang mengajarkan ratu bahasa Hindi dan menyarankan agar belajar bahasa Urdu karena bahasa yang dianggap paling terhormat India Muslim dalam huruf Arab. Lalu, menghidangkan makanan khas India, yaitu kari, memperkenalkan buah mangga serta menceritakan kisah-kisah tentang Taj Mahal dan India.

Dicintai karena sebagai pemuda cerdas maka Ratu Victoria menjadi sangat dekat. Sang Ratu menjadi semakin sering menghabiskan waktu bersama Abdul. Ratu banyak bertukar pikiran dengannya. Suatu ketika saat ratu sedang dalam keterpurukan, dia bercerita pada Abdul. Ratu mengatakan "jika saya menjadi halangan bagi kerjaaan saya buat apa gunanya saya tetap hidup?" Abdul mengatakan bahwa "kita diciptakan untuk hidup agar kita berjuang, mengabdi dan beribadah. Kita ada di dunia untuk tujuan yang lebih besar. Dalam Al-Quran dikatakan bahwa kita ada di sini untuk kebaikan orang lain." "Al-Quran?" tanya sang ratu. Sebelumnya ia tak pernah mengetahui bahwa Abdul adalah pemuda Muslim. Saat itu Inggris hanya mengenal bahwa India adalah Hindu atau Hidustani. Sesaat ratupun terdiam karena munshi nya adalah seorang Muslim. Abdul mengatakan bahwa ia seorang Hafidz Quran dan banyak umat muslim yang memahami isi dari Al-Quran. 

Namun, kedekatan Ratu dengan Abdul membuat gelisah para staf kerajaan yang mengangap Ratu mengistimewakan Abdul Karim. Banyak cara yang dilakukan mereka untuk memanipulasi data tentang Abdul. Menurut Basu (penulis buku) "Kisah ini yang dicoba dihapus (oleh Inggris). Sangat penting untuk diangkat. Ratu Victoria belajar bahasa Urdu selama 13 tahun, itu penting, khususnya karena banyak terjadi rasisme terjadi banyak sentimen anti-Muslim." Hubungan Ratu Victoria dan Abdul dianggap sangat kontroversial oleh anggota keluarganya sehingga semua dokumennya dibakar. Basu  juga mengutarakan pada lansiran BBC bahwa dalam surat-suratnya (kepada Abdul) selama bertahun-tahun setelah ia tiba di Inggris sampai kematiannya pada 1901, ratu menandatangani surat dan menyebut sebagai "ibu yang mencintaimu" dan "rekan dekatmu." Di surat-surat lain, ia menambah tanda ciuman sesuatu yang sangat jarang terjadi pada saat itu. Hubungan inilah yang membuat marah anak-anak Ratu Victoria. [2]

Film yang berdurasi 112 menit ini dirilis pada tanggal 22 September 2017 yang lalu ini berhasil meraih box office di beberapa bioskop. Film ini disutradarai oleh Stephen Frears dan naskahnya ditulis ulang oleh Lee Hall. Film ini juga dibintangi oleh aktor-aktor ternama seperti Eddie Izzard, Paul Higgins, Tim Pigott-Smith, Adeel Akhtar, Michael Gambon, dan banyak lainnya.  

Kontroversi pun terjadi dalam penayangan film ini. Beberapa diantaranya menyatakan bahwa film ini tidaklah menceritakan penderitaan rakyat India yang banyak dibunuh oleh kolonial Inggris saat itu. Namun, kisah Victoria dan Abdul ini bisa menjadi tontonan yang seru bersama keluarga di akhir pekan libur panjang Anda. Selamat menonton ya. Silakan melihat bagaimana kisah Ratu Victoria dan Abdul Karim selanjutnya. :)

gambar: http://www.imdb.com/title/tt5816682/
https://www.eventcinemas.com.au/Movie/Victoria-And-Abdul

official trailer

Victoria and Abdul | 2017 | Sutradara: Stephen Frears |  Diadapatasi dari buku Victoria & Abdul: Shrabani Basu | Penulis NaskahLee Hall | Pemain: Judi Dench, Ali Fazal, Eddie Izzard, Paul Higgins, Tim Pigott-Smith, Adeel Akhtar, Michael Gambon| Produksi:  BBC Films, Perfect World Pictures, Working Title Films, Cross Street Films | Distributor Film: Focus Features (US), Universal Pictures (UK)

Kamis, 16 November 2017

MOM | Kisah Ibu Tiri || Review Film

Posted by with 5 comments
Sudah lama saya tidak bercerita tentang ulasan atau review film Bollywood. Kali ini saya akan mengulas tentang film MOM. MOM atau berjudul МАМА ini, adalah sebuah film drama thriller Bollywood 2017. Film ini dirilis tanggal 7 Juli 2017 yang lalu di India dengan panjang durasi sekitar 2 jam 26 menit. Film ini pernah masuk ke Indonesia namun lagi-lagi hanya sebentar singgah di bioskop tanah air. Film ini dibintangi oleh Sridevi Kapoor sebagai sang Ibu Tiri. Ada Akshaye Khanna, Nawazuddin Siddiqui dan beberapa pendatang baru di Bollywood. Ada Sajal Ali dan Adnan Siddiqui yang berasal dari negara tetangga India, Pakistan. Film ini juga bisa jadi pelepas rindu penampilan aktris lawas Sridevi Kapoor setelah memukau  difilm English Vinglish tahun 2012 .

Sering mendengar bahwa ibu tiri itu kejam? tapi dalam film ini menceritakan keadaan yang terbalik. Devki yang diperankan Sridevi merupakan guru Biologi yang populer di kalangan murid-muridnya. Dia juga menjadi guru di tempat anak tirinya bersekolah. Berbanding terbalik dengan keadaan di sekolah, Devki terus menerus melakukan pendekatan terhadap anak tirinya yaitu Arya (Sajal Ali) namun Arya tetap tidak peduli dan terus menjauh. Suatu hari di sekolah, teman Arya menggangu Arya dan melaporkannya pada Devki. Secara spontan Devki memarahi teman Arya tersebut.

Suatu ketika Arya diundang ke acara pesta valentine-day di sebuah farm house. Devki mengizinkan Arya meskipun dia merasa ragu. Dia selalu mencemaskan keadaan anaknya tersebut dan sering kali menghubunginya akan tiba di rumah jam berapa. Arya sedikit kesal. Arya pergi ke pesta ini dan menghardik Mohit dan teman barunya Charles. Charles, Mohit, Jagan dan penjaga menyerang Arya saat dia meninggalkan pesta tersebut. Mereka merasa kesal dengan Arya dan juga sang Ibu. Mereka kemudia menculik Arya lalu membuangnya ke saluran pembuangan. Mendapat kabar tersebut hati Devki hancur. Suaminya Anand kembali pulang dan meninggalkan bisnisnya. Beberapa lama kemudian Arya sadar, pulih, dan memberitahu siapa yang telah menyerangnya.

Penyerangnya sudah mengatur sedemikian rupa hingga akhirnya bukti-bukti yang menyerangnya itu tidak sah di mata pengadilan dan kepolisian. Ternyata ada beberapa bukti yang malah menyerang Arya. Mereka menyatakan bahwa Arya malam itu dalam keadaan mabuk dan sebagainya. Polisi terus menyelidiki kasus ini yang dipimpin oleh Inspektur Mathew yang diperankan apik oleh Akshaye Khanna.

Merasa tidak mendapatkan jawaban dan keadilan oleh Polisi akhirnya Devki memberanikan diri untuk menghubungi detektif DK (Nawazuddin Siddiqui). Detektif aneh yang ingin membantu mengungkap kasus ini.  Hati ibu mana yang tak hancur melihat anaknya hanya berdiam diri di kamar dan terus saja menangis. 

Suatu ketika Mathew mencurigai Devki karena menemukan benda seperti milik Devki di satu rumah pelaku. Akankan Mathew menemukan jawaban atas semua kasus ini? Ada apa dengan Devki? Apakah Arya mampu menerima Devki sebagai Ibunya? 

Ada banyak yang dikemas di sini. Film ini menceritakan dinamika hubungan anak remaja dengan ibu tirinya. Seluruh soundtrack musikpun dilantunkan dengan indah. Bagaimana penculikan dan penyerangan remaja pada film ini juga mengungkapkan segi aslinya. Plot yang sebenarnya adalah berisiko untuk merusak setiap kejutannya. Ini juga menggambarkan bahwa masih banyak kekerasan dan pelecehan terhadap wanita terutama ketika mereka sakit hati. [1]

Devki merupakan gambaran kekuatan seorang Ibu yang penuh cinta, bahkan untuk ibu tiri sekalipun. Kekuatan seorang Ibulah yang memperkuat karakter dari film MOM ini. Film ini juga akan mempermainkan detak jantung dan menyentuh hati serta perasaan Anda selama menonton. Bagaimana kelanjutannya? Silahkan menonton ya 😊



TRAILER:



MOM| 2017 | Sutradara: Ravi Udyawar | Penulis Naskah: Ravi Udyawar, Girish Kohli, dan
Kona Venkat Rao|
Pemain: Sridevi, Nawazuddin Siddiqui, Akshaye Khanna, Sajal Ali, Adnan Siddiqui| Produksi:  MAD Films, Third Eye Pictures | Distributor Film: Zee Studio, Sridevi Productions

Rabu, 15 November 2017

Belanja di Pasar Seni Malaysia (Central Market) [Part 4]

Posted by with 2 comments
Ini hari terakhir kami berada di Kuala Lumpur. Sore nanti kami harus sudah berangkat menuju Bandung, Indonesia. Hari terakhir ini kami fokuskan untuk melihat destinasi terkahir dan berbelanja di Central Market  atau biasa dikenal dengan Pasar Seni, Malaysia. Konon Central Market ini ada sejak 1888 itu terlihat dari tahun yang tertempel di dinding bangunan ini. Dahulunya, konon dikenali sebagai Pasar Besar Kuala Lumpur yang menjual barang-barang basah seperti ikan, daging, ayam, sayur-sayuran dan barangan runcit, barang-barang yang dijual itu adalah barangan keperluan harian kepada para penduduk dan pelombong bijih timah di Kuala Lumpur. [1] Kini Pasar Seni dijadikan tempat belanja pernak-pernik, aneka makanan, atau sekedar oleh-oleh khas Malaysia. Selain Pasar Seni, Petaling Street juga bisa menjadi alternatif tempat belanja lainnya.

Pasar Seni ini buka sekitar pukul 10.00 hingga 22.00. Kami memutuskan untuk ke sana karena lokasinya tak jauh dari KL Sentral tempat kami menginap. Dibutuhkan RM 1.3 saja untuk sampai di Stasiun Pasar Seni. Bangunannya sepertinya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasar Seni ini didesain untuk membuat pengunjung nyaman selama berbelanja di sana. Ruangan yang ber-AC juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang tak ingin menerima pancaran matahari. Beruntungnya kami, saat itu tak terlalu padat pengunjung karena masih pagi juga sih jam 10.00. Di depan bangunan ini kami menjumpai tulisan besar Central Market, cocok untuk sekedar mengabadikan momen bersama teman dan keluarga.




http://www.malaysia.travel/

Karena kami tidak memiliki waktu yang banyak hanya sampai jam 12 siang. Kami memutuskan untuk berada di satu atau dua toko saja untuk memilih barang oleh-oleh untuk teman, sahabat, dan juga keluarga. Tak disangka kami berhenti di salah satu toko yang juga orang Indonesia. Bagaimana kami tahu, ketika kami saling berbicara pakai Bahasa Sunda, ternyata tetehnya (nb: panggilan untuk anak perempuan  yang lebih tua di Sunda) juga berbahasa sunda. Wah, jadilah toko tetehnya seperti ada di Pasar Kosambi, heboh. haha 😀 Sebut saja toko teteh juga menjual berbagai oleh-oleh dari Malaysia, seperti gantungan kunci, potong kuku, tempelan kulkas, tas, dompet, tempat bulpoin, dan lain sebagainya yang jumlahnya bisa 1/2 sampai 1 lusin. Pajangan miniatur Malaysia juga tersedia di sina. Gantungan kunci itu bisa berkisar 6-7 RM per setengah lusin. Oleh-oleh yang memudahkan itu kan gantungan kunci atau tempelan kulkas. hehe


 


Setelah puas berbelanja di toko teteh kami berpindah untuk mencari makanan kecil, cokelat dan bahkan Milo. Milo Malaysia cukup terkenal ya. :D Fokus saya sih hanya untuk membeli coklat dan juga Milo, karena saya adalah milo lover. Tak lengkap rasanya jika tak membelinya langsung. Saya membeli dua macam milo, milo instant dan milo stik 3 in 1. Harga milo  yang dijual di sana sekitar 15 RM per bungkus (1 kg). Begitupun dengan coklat dan teh Tarik 15-18 RM. Apa yang membedakan antara milo Indonesia dan Malaysia itu lebih kepada rasa dan kepekatan susunya. Milo Indonesia lebih cenderung manis dibanding dengan milo Indonesia. Milo Malaysia lebih terasa coklatnya. Maka sering menyebut Milo-O (Milo tanpa susu kental manis).

Selain itu, Pasar Seni juga menjual kaos-kaos bertuliskan Kuala Lumpur atau I love Malaysia harganya realtif murah berkisar 25-30 RM per 3 baju. Namun, jika ingin memiliki kualitas baju sekelas Distro relatif lebih mahal bisa 25 RM untuk 1 baju. Hati-hati juga memilih baju ya teman, kadang yang dijual juga produk Bandung, Indonesia. hehehe Saya memilih kualitas yang baik agar bisa terus digunakan selama di Indonesia. Kualitas bagus biasanya dilihat dari bahan dan sablonnya.

Di sana juga banyak menjual khas Negara lain seperti, Indonesia, Thailand, Singapura, dsb. Mungkin ketika banyak orang yang tak sempat berbelanja di Negara tersebut juga bisa beli di Pasar Seni. Selama Anda berbelanja di Pasar Seni alangkah lebih baik untuk ada transaksi tawar menawar ya. :D Mereka juga fasih berbahasa Indonesia Melayu, so jangan takut untuk tawar-menawar hehe

Kami harus segera check-out dari penginapan dan menuju bandara jam 1 siang. Tak ingin terlambat dan lebih santai  saja. Kami kembali menggunakan KLIA Ekspress menuju Bandara dari KL Sentral. Jika Anda tak sempat berbelanja di Bandara juga menyediakan berbagai macam toko oleh-oleh untuk dibawa ke orang-orang tercinta. Sebagai informasi, jika anda menggunakan maskapai low price, Anda akan berjalan sejauh sekitar 1 km dari tempat Anda check-in online. Anda akan bertemu beberapa gate-gate pemeriksaan bandara maka pergunakan waktu secepat dan semaksimal mungkin ya. Bandara KLIA2 ini juga sangat luas dan panjang. Jika anda tidak sedang kondisi baik, Anda bisa meminta petugas mengantarkan sampai pada Gate penerbangan Anda menggunakan mobil internal bandara. 😊

Ini akhir perjalanan kami selama trip Kuala Lumpur dan Malaysia. Semoga kami bisa berlibur di lain tempat, waktu, dan kesempatan ya. Lalu, semoga apa yang saya tulis di blog ini bisa bermanfaat dan menginspirasi untuk yang membacanya. Cheers! Namaste! Wassalam. Selamat berlibur Guys! 💗 🙋




Lihat Part 1
Lihat Part 2
Lihat Part 3

Lihat Part 4



Video selama Liburan di Malaysia dan Singapura:



Berkunjung ke Masjid Sultan Singapura, Singapore Zam Zam, dan Haji Lane [Part 2]

Posted by with No comments
Setelah berpanas-panasan dari Patung Merlion atau kawasan Merlion, kami berpindah tempat menuju Arab Street/Kampong Glam. Kampong Glam sendiri berasal dari pohon gelam yang dulunya banyak tumbuh di daerah ini. Dahulu, kawasan ini menjadi pusat kerajaan Melayu di Singapura. Sejak tahun 1822 kawasan ini dialokasikan untuk suku melayu dan umat muslim lain termasuk Arab maka tak heran jika kawasan ini memiliki bangunan aristektur yang eksotik dan tersedia kuliner yang lezat khas Arab. [1

Untuk ke Kampung Glam dari Merlion Park, kami kembali menggunakan MRT menuju Stasiun Bugis. Tarif dari Stasiun Raffles Place ke Bugis adalah $0.77. Setelah keluar dari Stasiun Bugis kami memutuskan untuk berjalan kaki sekitar 600 meter dari stasiun menuju Masjid Sultan. Panas terik dan lapar, bagi kami 600 meter adalah suatu tantangan yang harus dilewati.  hehee 😀 Sepanjang perjalanan kami sangat menikmati arti berjalan kaki. Maklum di Indonesia, khususnya Bandung tak ada seistimewa ini untuk para pejalan kaki. Hanya sebagian trotoar saja. Singapura juga terkenal dengan warga yang senang berjalan kaki. Tak ada  sesak polusi udara, tak ada macet, dan tak ada kebisingan. Ini kenapa sejauh apapun jarak di sana, tetap menikmati. Trotoar di sana cukup lebar dan sepanjang perjalanan kaki kami ditemani oleh gedung-gedung tinggi yang tertata apik.

Ketika sampai di perempat jalan kami menemukan titik terang bahwa Masjid Sultan sudah di depan mata. Namun, kami memutuskan untuk mengisi kekosongan perut dulu. Sebagai warga muslim, Singapura termasuk Negara yang cukup sulit mencari makanan halal. Tapi karena kami sedang berada di daerah Bugis, tak begitu sulit menemukan restoran halal. Resto terkenal di daerah ini  ada Hj. Maimunah Restaurant dan Zam Zam Restaurant. Oia, sebagai informasi di kawasan ini juga banyak restoran yang menyediakan masakan Indonesia termasuk Rumah Makan Padang. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di Zam Zam Restaurant. Zam zam Restaurant terletak di 697 - 699 North Bridge Rd, Singapore buka setiap hari pukul 7 pagi sampai jam 11 malam. Di sana kami disajikan varian menu khas Arab-India. Makanan yang terkenal dan enak di Zam Zam Restauran, yaitu Nasi Briyani dan Deer Martabak. Bagi yang memiliki perut sempit alias makannya sedikit, pastikan Anda memesan nasi biryani berdua dengan teman, karena porsi di sana sangatlah besar. Lihat ayamnya saja, kenyang. Jumbo hahaha 😋😁 Untuk kisaran harga restaurant ini tak membajak wisatawan alias standar Singapura. Deer Martabak sekitar  SGD 10 untuk ukuran kecil dan SGD 20 untuk yang ukuran besar. Nasi Briyani berkisar SGD 6 sampai 12 per porsi. Mau tahu apa saja menu selain ini, Anda bisa cek di http://zamzamsingapore.com/

 

Selanjutnya karena sudah pukul 2 siang, kami menyebrang jalan menuju Masjid Sultan. Pintu masuk Masjid ini bukanlah yang bersebrangan dengan Zam Zam Restauran. Kami perlu berjalan sedikit lagi ke belakang. Nah sepanjang menuju Masjid Sultan ini Anda akan menjumpai berbagai makanan Indonesia terutama yang rindu Nasi Padang. :D Dekat kawasan ini juga terdapat berbagai macam toko yang menjajakan buah tangan untuk para wisatawan. Untuk masuk ke dalam masjid Anda harus menggunakan pakaian tertutup atau menutu aurat. Namun, pihak masjid juga menyediakan jubah gratis bagi wisatawan. 
 
Masjid Sultan merupakan masjid pertama dan tertua di Singapura. Masjid ini dibangun pada tahun 1824 untuk Sultan Hussein Shah, sultan pertama Singapura. Kemudian pada 1920-an ia dibangun kembali seperti sekarang. Dan kini ia telah direnovasi dan ditetapkan sebagai produk pariwisata Singapura. Masjid ini dirancang oleh Denis Santry dari Swan dan Maclaren, firma arsitektur tertua di Singapura. [2] Masjid ini juga identik Kerajaan Mughal, India. Jika Anda berada di sana, lihatlah lebih dekat kubah berbentuk bawang. Setiap dasar kubah didekorasi dengan ujung botol kaca yang disumbangkan oleh umat Muslim yang kurang mampu selama masa pembangunannya, tidak hanya umat yang kaya saja yang dapat berkontribusi. [3] Alhamdulillah saya berkesempatan untuk melakukan shalat di Masjid ini, arsitektur di dalamnya pun tak kalah indah dengan luar. Arsitek Denis Santry mengadopsi gaya Sarasenik atau gaya Gotik Mughal lengkap dengan menara menggantikan masjid lama yang berarsitektur Indonesia pada masjid sebelumnya. Masjid ini juga dapat menampung sekitar 5.000 jamaah. MasyaAllah.




 


Lalu, karena sudah pukul 4 sore kami memutuskan untuk segera kembali ke Bandara untuk menuju Kuala Lumpur. Kami harus tiba di sana pada pukul 6 sore. Saat itu keinginan saya untuk bisa jalan sekedar melewati Haji Lane Street yang lagi hits. Namun, karena dirasa tak memungkinan maka kami terus berjalan menunju Stasiun Bugis. Tapi Tuhan menakdirkan lain, doa Tour Leader dihijabah hahaha tanpa sengaja kami melintasi kawasan tersebut tanpa pikir panjang maka beberapa aksi swafoto pun dilakukan. Haji Lane terletak  mirip sebuah lorong kecil yang tidak terlalu panjang Untuk penggemar mall ber-AC jalan ini bisa dibilang kurang menarik. Apa yang menarik dari tempat ini? Di sana banyak terdapat toko-toko seperti butik dan café sederhana. Sepanjang temboknya dihiasi oleh lukisan-lukisan artistic cocok untuk spot foto yang lagi hits. :D

 


 Haji Lane
Ternyata kami tidak melewati jalan yang sama menuju Stasiun Bugis. Jaraknya lebih jauh. Mungkin sekitar 150 meter perbedaannya. Stasiun Bugis ini juga cukup luas. Kami masuk melalui alternatif pintu lain yang akhirnya kami jalan cukup jauh untuk sampai di jalur ke Bandara Changi. Kalau tak sekarang kapan lagi bisa jalan-jalan seperti ini kan? hahaha Sayangnya, karena waktunya terbatas kami tak sempat berkunjung ke Bugis Street Junction atau ke Mustafa Centre untuk sekedar berbelanja oleh-oleh. Semoga lain kali saya bisa kembali ke sini. Aamiin. Untuk menju kembali ke Bandara Changi tetap gunakan jalur East West Line tujuan akhir Pasir Ris. Nanti, turun di Tanah Merah lalu naik MRT tujuan Changi Airport  ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan ongkosnya $1.65.  Untuk itu Anda harus mempersiapkan waktu agar tidak terlambat sampai di Bandara. Destinasi kami ke Orchard Road dan Universal kali ini tidak lah kesampaian. Mungkin lain waktu ya Guys! Ayo nabung. 😁 Kami tiba di Kuala lumpur pada pukul 8 malam. Kali ini kami mencoba untuk menggunakan Bus menuju dekat penginapan kami di NU Mall. Tarif per orangnya sekitar 11 RM saja dan membutuhkan waktu sekitar 90 menit. Jika tidak sedang terburu-buru atau tak sedang menuju Bandara lebih baik menggunakan Bus. Selain itu kan juga lebih hemat. hehehee

Kami berjalan menuju penginapan tidaklah terlalu jauh, kami berjalan sekitar 300 meter dari Terminal Bus. Hari itu sudah sekitar jam 10 malam kami memutuskan ingin memesan makanan cepat saji delivery. Alhasil, kami tak jadi karena susahnya untuk pesan makanan online. hahaha Tak ada Go-Food atau telepone delivery. Ya, Indonesia emang paling top deh. :D Mungkin masyarakat di sana dididik untuk tidak malas berjalan kaki dan memesan makanan pada tempatnya sebelum masuk rumah atau penginapan. hehhee  Hotel kami dekat dengan penjual kaki lima khas India maka kami memutuskan untuk membeli nasi goreng dan mie goreng seperti mie aceh yang khas rempah-rempah. Rasanya masih cocok untuk lidah orang Indonesia dan harganya hanya sekitar 3 RM saja per bungkus. Teh tariknya juga enak lho. Apalagi dimakan jam 1 malam :D (bukan curhat)

Selamat Berkelana ya Guys! 🙆

..to be continued..

Lihat Part 1
Lihat Part 2
Lihat Part 3

Senin, 06 November 2017

Traveling ke Singapura: Jalan-jalan ke Merlion Park [Part 1]

Posted by with No comments
Pada hari ke-3 liburan kali ini, kami memutuskan untuk mengunjungi Singapura. Rasanya sudah sampai Malaysia apabila tidak berkunjung ke sini , tidaklah sah. Kami memutuskan untuk tidak menginap, karena tiket dan jumlah orang yang banyak maka mengambil kesimpulan untuk pulang pergi saja. Kami menggunakan maskapai Air Asia menuju Singapura pada jam 07.40 waktu Malaysia. Susah-susah gampang untuk berangkat sepagi itu, karena harus tiba di Bandara KL dua jam sebelumnya. Kami menggunakan Pak Naseer kembali untuk mengantarkan kami tiba di sana. Waktu tempuh dari penginapan ke Bandara KL sekitar 45-60 menit. Kami tiba di Singapura pada pukul 08.40. Cuaca yang masih pagi untuk berkeliling Singapura. Oh iya, imigrasi di Singapura tidaklah seseram yang dibayangkan. Mereka cenderung lebih ramah daripada di Malaysia . 😀 Mungkin kebanyakan imigrasi di Malaysia menganggap orang kita itu TKI. xixix 😔

Saya baru pertama kali tiba Bandara Changi Airport dan Bandara ini sangatlah luas dan merupakan salah satu fasilitas penerbangan terbaik di Asia dan dunia. Untuk keluar dari Bandara ini ke beberapa fasilitasi transportasi juga membutuhkan waktu dan tenaga karena jaraknya yang cukup jauh. Kami memakai maskapai Air Asia maka kami berada di Terminal 1.  Untuk menuju ke Transportasi kota kami harus berjalan dan berpindah-pindah moda transportasi. Dari terminal 1 kami harus naik Sky Train menuju terminal 2 atau terminal 3 (bisa pilih salah satu).  Skytrain adalah istilah bagi kereta mini 2 gerbong yang menjadi sarana penghubung terminal 1 dengan terminal 3 atau antara terminal 1 dengan terminal 2.  Sky Train ini gratis alias tak dikenakan biaya. Jadi bagi yang berada di terminal 1 changi airport ikuti saja petunjuk arah bertuliskan Sky Train. Perlu diperhatikan, jika anda baru mendarat di singapore artinya anda berada di ruang kedatangan (arrival hall). Artinya anda perlu naik satu lantai dulu ke atas ke departure hall (ruang keberangkatan) karena Skytrain itu terletak satu lantai dengan zona keberangkatan. Stasiun MRT Changi Airport terdapat di antara Terminal 2 dan 3, sistem kereta Singapura ini beroperasi dari pukul 05.31 sampai pukul 00.06. Bagi yang sudah berada di terminal 2 atau terminal 3 Bandara Changi Airport, untuk ke stasiun MRT tinggal mencari petunjuk berupa tulisan dan anak panah yang menunjukkan ke arah mana anda harus berjalan agar sampai ke stasiun kereta MRT. Tulisan yang menjadi petunjuk arah itu saat ini bertuliskanTrain To City.” Jadi anda hanya perlu mengikuti petunjuk arah bertuliskan Train To City dari posisi anda saat ini di bandara changi airport agar sampai ke stasiun MRT. [1] Sistem transportasi ini yang beroperasi dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 01.30 dini hari. Perjalanan memakan waktu tidak lebih dari 1 1/2 menit.


Sesampainya  di Stasiun MRT kami harus membeli tiket atau kartu terusan sebesar $12 untuk satu orang dan gratis untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun. Kartu ini dapat diisi ulang atau dikembalikan uang yang tersisa.  Sebagai informasi bahwa kita dapat menemukan jalan yang kita tuju melalui peta-peta yang ada di Singapura. Ini memudahkan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sini. Kita juga akan diberikan peta kecil saat membeli tiket di loket. Perjalanan menuju pusat kota memakan waktu sekitar 26 menit. Untuk menuju tempat-tempat yang akan didatangi kita harus cermat menggunakan MRT di jalur mana.  Tujuan pertama kami adalah ke kawasan Merlion Park. Untuk menuju kawasan tersebut dari Changi Airport (jalur hijau), kami harus transit pertama di Tanah Merah, karena MRT ini akan kembali lagi ke Changi, jadi cuma jalur khusus penghubung bandara. Masih di jalur yang sama (hijau), naik MRT lagi ke arah Joo Koon. Berhenti di Raffles Place (stasiun ke 10 setelah Tanah Merah). Keluar di exit H. Setelah keluar exit H kemudian belok ke kiri dan menyusuri setiap gedung-gedung tinggi di sana. Berjalan terus sampai menemukan dan menyeberangi jembatan. Setelah itu kami melihat kawasan Merlion Park. Perjalanan kami memakan waktu ±15 menit. Lumayan sih sekitar 1 km dan cuaca sangatlah bersinar alias panas. Sediakan sun block muka dan juga tangan :D


Cavenagh Bridge
Di Singapura terkenal dengan Negara yang berteknologi tinggi dan memiliki gedung-gedung tinggi.Jadi, sepanjang perjalanan, kami berkesempatan untuk sekedar foto-foto cantik. Sebenarnya tak jauh berbeda dengan yang ada di Jakarta namun di sana lebih tertata. Sebelum menuju Merlion Park nanti sepanjang perjalanan akan menemukan jembatan "Cavenagh Bridge". Jembatan Cavenagh adalah satu-satunya jembatan gantung dan jembatan tertua di Singapura, yang membentang di bagian hilir Sungai Singapura di Downtown Core. Dibuka pada tahun 1870  untuk memperingati koloni Mahkota Singapura yang baru dari status Straits Settlements pada tahun 1867, ini adalah jembatan tertua di Singapura yang ada dalam bentuk aslinya. Jembatan Cavenagh saat ini menjadi jembatan pejalan kaki dan sepeda. Dulu jembatan ini juga dipakai untuk beberapa kendaraan lain, seperti becak, kereta kuda, dan sapi.  [2] Kemudian juga bertemu Jembatan Anderson Bridge, Jembatan Anderson adalah jembatan kendaraan yang membentang melintasi Sungai Singapura. Terletak di dekat muara sungai di Daerah Pusat Perencanaan Pusat Sentral Singapura. Jembatan ini selesai dibangun pada tahun 1910, dan dinamai sesuai nama Gubernur Straits Settlements dan Komisaris Tinggi untuk Negara Federasi Federasi (1904-1911), Sir John Anderson, yang secara resmi membuka jembatan tersebut pada tanggal 12 Maret 1910. Bentuknya terbentuk bagian dari Sirkuit Marina Bay Street Singapura Grand Prix, yang memulai debutnya pada tanggal 28 September 2008. [3] Untuk mengitari sungai Singapore River Explorer disediakan tiket untuk bisa menggunakan perahu.


Anderson Bridge

Jalan Esplanade Dr
Sebelum  menuju Merlion Park akan ada pemandangan menarik dari Jalan Esplanade Dr, yaitu terlihat hotel Marina Bay Sands menjulang di belakang. Nah, kawasan Merlion Park ini adalah tempat favorit para wisatawan, apabila tiba pada waktu libur atau akhir pekan maka suasana akan terlihat sangat padat sekali. Jadi harus ekstra sabar untuk bisa menikmati dan juga mendapatkan foto yang bagus. Singkat cerita, Merlion pertama kali dirancang sebagai lambang Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964 – dan sang kepala singa dengan badan ikan di atas puncak ombak ini segera menjadi ikon Singapura bagi dunia. Dirancang oleh Mr. Fraser Brunner, anggota panitia suvenir dan kurator di Van Kleef Aquarium, kepala singanya melambangkan singa yang terlihat oleh Pangeran Sang Nila Utama saat ia menemukan kembali Singapura di tahun 11 M, seperti yang tercantum dalam “Sejarah Melayu”. Ekor ikan sang Merlion melambangkan kota kuno Temasek (berarti “laut” dalam bahasa Jawa), nama Singapura sebelum sang Pangeran menamakannya “Singapura” (berarti “Kota Singa” dalam bahasa Sansekerta) dan juga melambangkan awal Singapura yang sederhana, yaitu sebagai perkampungan nelayan. [4]





 

Alhamdulillah, walau padat sekali saya berhasil mendapatkan area-area yang cocok untuk mendapatkan hasil yang bagus, walaupun dengan beberapa kali jepret. Maklum, biasanya kalau yang objeknya fotografer kalau difotoin suka hasilnya blur. hahaha 😢 Oh iya suasana di sini panas sekali lho padahal baru pukul 11 siang (GMT +8). Saya dan teman saya belum sempat sarapan pagi, lebih tepatnya belum selera makan, akhirnya memilih sekedar mengisi perut di kawasan merlion park. Harga? Hmhm.. harga wisatawan. Air mineral kecil saja dijual 3 $ singapura. Sedangkan, 1 DS itu sama dengan Rp9.800. Roti selai yang kami makan sekitar 8 dolar singapura dengan 6 potongan. Karena lagi lapar walau dibagi dua rasanya sih enak. Temen saya bilang, roti terenak yang pernah dia makan. Mungkin karena makannya di Singapura ya. hehe Cerita singkat selama membeli roti dan air mineral. Saya dengan PD order menggunakan Bahasa Inggris, eh dia seperti tidak paham gitu ya mungkin pakai Bahasa Mandarin kali ya. Ternyata doi ngerti Bahasa Melayu/Indonesia. Ya elaah ZONK. hahaha akhirnya pakai Bahasa Indonesia aja deh. 😎 Karena cuaca di sana sangatlah panas tak heran es krim dan juga air dingin jadi menu favorit kami. Tempat ini buka 24 jam dan gratis. So, walau tetap ramai kawasan ini jadi salah satu destinasi kalian berlibur di Singapura. 😄

..to be continued..