Sabtu, 13 Mei 2017

Critical Eleven: Cinta Utuh Ale dan Anya

Halo rasanya saya sudah lama sekali tidak membuat resensi film Indonesia. heehhee ya mungkin saya belum menemukan film yang "berkelas" yang saya bisa jadikan referensi tontonan. Iya kali ini saya akan mencoba membuat resensi atau mereview film Indonesia. Ini bukan spoiler tapi buat kalian penasaran menonton.

Saya sangat antusias ketika film ini akan dijadikan film layar lebar.  Saya termasuk penggemar novel-novel mbak Ika Natassa yang berasal dari kota Medan. Novelnya sederhana tapi bermakna. Tentunya ekspektasi saya cukup tinggi terhadap film ini. Film yang diadapatasi dari novel berjudul yang sama ini, membuat para pecinta novelnya tak sabar ingin segera menontonnya. Critical Eleven itulah judul film yang kini sedang digandrungi para penonton Indonesia khususnya para pemuda/i. Film ini tanyang pada tanggal 10 Mei 2017 di semua bisokop di Tanah Air. 

Critical Eleven ini diambil dari istilah penerbangan, yaitu sebelas menit paling kritis di pesawat. Momen critical eleven adalah tiga menit setelah lepas landas, dan delapan menit sebelum mendarat. Secara statistika, 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit tersebut. Kemudian, Ika Natassa memaknai istilah ini pada hubungan manusia lewat novel Critical Eleven. Saat pertemuan pertama, tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan. Apakah ingin bertemu dan mengenal lebih jauh lagi, atau malah tidak ingin untuk bertemu lagi. 

Sebelum pemilihan karakter Aldebaran Risjad (Ale) dan Tanya L. Baskoro (Anya) saya sudah memprediksi bahwa yang memerankan adalah Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Rasanya espektasi saya pada film ini semakin tinggi, karena keduanya sama-sama adalah para pemain film yang terbaik di Indonesia. Saya pernah menonton chemistry Reza dan Asti di film sebelumnya, yaitu pada Jakarta Maghrib (2010) dan Kapan Kawin (2015) yang menurut saya mereka sangat pas dipasangkan dalam film kali ini. 

Ketika film ini akan ditayangkan menjadi layar lebar, tentu ada beberapa bagian-bagian yang tidak diambil menjadi sekuel di film. Begitupun dengan beberapa penambahan karakter-karakter baru dalam film. Ada beberapa hal yang diubah, namun jalan cerita dalam novel bisa tersampaikan dengan baik pada film ini.  Menurut saya film ini berhasil diadaptasi dan dikemas dengan baik oleh tim penulis skenario yang ditulis oleh Jenny Jusuf, sutradara Monty Tiwa, dan juga produser Legacy Pictures Robert Ronny sekaligus sutradara, serta penulis novel Critical Eleven Ika Natassa. Keempatnya berhasil menuangkan tokoh yang berawal dari fiktif menjadi nyata.

Pesawat menjadi tempat bertemu untuk pertama kalinya Anya Baskoro (Adinia Wirasti) dan Ale Risjad (Reza Rahadian) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaannya sebagai Konsultan Keuangan Senior, tetapi sebenarnya dia takut terbang. Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang sekali untuk pulang ke Indonesia. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta. Tiga menit pertama, mereka langsung asyik berbincang. Delapan menit terakhir, mereka menjadi teman baik. Keduanya lantas menikah dan pindah ke New York, tempat Ale bekerja di sebuah kilang minyak. Sejak awal, penonton akan dengan mudah jatuh cinta melihat kemesraan Reza dan Asti saat mereka pertama kali bertemu di pesawat. Kota New York ternyata membawa berkah bagi keduanya: kehamilan Anya yang mengubah hidup mereka.

Ale adalah sosok suami yang mencintai anya dengan keadaan apapun, sekalipun Anya hanya bisa memasak telur dadar. Namun, ale tetap mencintainya. Tak banyak menuntut.  Anya yang independent tidak membuat Ale merasa tersaingi. Anya seorang istri yang rela menunggu suaminya berbulan-bulan untuk kembali ke rumah. Nah suatu ketika, Ale dan Anya diterjang sebuah insiden yang membuat mereka tidak hanya mempertanyakan cinta, namun juga bergejolak dengan ego dan harus memilih atara menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan bertahan dalam ketidakpastian. Pilihan sulit itu bertambah pelik dengan kehadiran seseorang yang sudah lama mencintai Anya. [1] Ketika sebuah kata bisa membuat luka dalam hati. Perubahan sikap keduanya juga membuat hubungan mereka menjadi "hambar". Ketika keduanya saling menyalahkan dan berusaha bangkit dari kejadian masa lalu untuk menghadapi masa depan mereka.



Oh iya film ini adalah film kategori dewasa, 18++, sebaiknya tidak membawa anak di bawah umur 18 hehe. Film yang berdurasi 135 menit ini mampu menghadirkan karakter Ale dan Anya yang natural dan berhasil membuat perasaan penonton seperti naik rollercoaster. Selain karena terus dibuat jatuh cinta, iri dengan keromantisannya, penonton juga bisa ikut hanyut dalam merasakan kepedihan, kemarahan, dan kerapuhan yang dirasakan Ale dan Anya. Naskah yang kuat, didukung ekspresi para aktor dan aktris, membuat Critical Eleven menjadi film drama romantis yang seru untuk ditonton. Keduanya berhasil membuat penonton terbawa perasaan saat Ale dan Anya dalam kebahagian, kesedihan hingga berlinang air mata. Selain Reza dan Asti ada Slamet Rahardjo dan Widyawati membuat film ini menjadi paket lengkap yang kuat secara watak dan juga jalan ceritanya. Ada pemain pendukung lainnya yang menguatkan film ini menjadi lebih hidup. Ada sedih, tawa, kecewa, dan kemudian berujung kebahagian.

Soundtrack berjudul Sekali Lagi yang dibawakan penyanyi Isyana Sarasvati juga berhasil membuat nuansa romantis dan dramatis dibangun oleh film ini. Lirik dan juga suara khas Isyana mampu menarik hati para penonton hanyut dalam karakter keduanya.

Aku tak bisa terus begini, aku tak bisa mengatakan yang sesungguhnya Tak bisa menunggu lagi, pesan ini ku sampaikan sekali lagiKu beri kesempatan terakhirmu.

Film ini menceritakan sebuah hubungan antara suami dan istri dalam menjalani kehidupannya. Hidup seperti roda yang terus berputar. Walau saya belum berumah tangga, setidaknya saya bisa juga mengambil banyak pelajaran dari film ini.  hehe :D Critical Eleven adalah cerita cinta sederhana yang menjadikannya utuh dalam kekuatan cinta di dalamnya. Sesulit apapun masalah dan sekeras apapun keadaan selagi masih ada cinta dan menjaga komitmen, semua itu bisa teratasi bersama. Karena cinta takkan pernah salah memilih. Selamat untuk Reza dan Asti yang sudah menghidupkan tokoh Ale dan Anya dan semua tim CE termasuk mba Ika yang sudah membuat novel cantik ini ;)

Best Quotes:
"Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.” -Tara

"Istri itu seperti biji kopi. Kalau kita sebagai suami yang membuat kopi – memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar.” -Ayah Ale, Jend. Risjad

"Kalau aja rasa cinta aku sebesar Ale mencintai Anya, aku takkan pernah takut merasa kehilangan" -Harris Risjad 



Critical Eleven | 2017 | Sutradara: Monty Tiwa & Robert Ronny| Penulis skenario: Skenario Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa  | Pemain: Reza Rahadian, Adinia Wirasti, Slamet Raharjo, Widyawati Sophiaan, Revalina S. Temat, Refal Hady, Astrid Tiar, Hanna Alrasyid, Hamish Daud,  dll.





Jumat, 05 Mei 2017

rindu yang tak perlu berbalas


aku sebenarnya tidak menyadari betul apa yang sedang dirasakan
mencoba meresapi dengan tenang dan mendalam
perlahan tapi menimbulkan banyak tanya

mencoba menghindarinya perlahan
mencoba mendekatinya jauh
mencoba menganalisa dan
mencoba menelaah

memang benar sudah hampir ribuan hari terlewati
tak ada harap dan tak ada ingin
menanti kumpulan udara menghampiri dan membisikkan sesuatu

sejenak menutupkan mata
ratusan burung terbang
ingin menyampaikan sesuatu
apa itu yang aku nantikan?

kemudian aku membuka mata
menghela nafas ditengah padang rumput yang indah
yang ku lihat adalah awan yang begerak lembut
selembut hati ini merasakan

aku tahu ini adalah keadaan salah
tapi aku tidaklah melakukan kesalahan
karena merindukanmu tidak lagi dalam keadaan sama
semoga alam semesta membantuku menampaikannya
walau hanya sekedar membisikkan namaku saja padanya
aku yang menjelma menjadi udara yang perlahan menghembuskannya
sebentar hanya sebentar saja

menuliskan perasaan ini pada langit
kemudian membawanya pergi bersama senja
dan semoga senja akan melukiskan perasaanku

inilah rindu yang tak perlu berbalas
kyunki main kabhi badal jaega


Bandung, 5 Mei 2017




Rabu, 12 April 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 3: Bahasa Sehari-hari)

Halo! Salm, Namastey! Nah, Setelah kita mengenal beberapa struktur dalam Bahasa Hindi. Kali ini saya akan memberikan kata atau kalimat yang biasa digunakan pada percakapan sehari-hari. 

Kata Tanya
Apa : क्या (Kya)
Mengapa : क्यों (Kyon atau Kyu)
Bagaimana : कैसा (Kaisa atau Kaise)
Siapa : कौन (Kaun atau Kon)
Berapa : कितना (Kitna atau Kitne)
Kapan : कब (Kab)
Di mana / ke mana : कहां (Kahaan)
Ada Apa: Kya Hua?

Nama-nama hari:
Senin = Somvaar
Selasa = Mangalvaar
Rabu = Budhvaar
Kamis = Guruvaar
Jumat = Shukravaar
Sabtu = Shanivaar
Minggu = Ravivaar

Nama-nama Bulan:
Januari = Janvari
Februari = Pharvari
Maret = Maarca
April = Aprail
Mei = Mai
Juni = Jun
Juli = Julai
Agustus = Agasta
September = Sitambar
Oktober = Aktubar
November = Navambar
Desember = Disambar

Warna = Rang ( रंग )Putih = Safed ( सफ़ेद )
Hitam = Kaala ( काला )
Coklat = Bhoora ( भूरा )
Hijau = Hara ( हरा )
Biru = Neela ( नीला )
Merah = Laal ( लाल )
Jingga = Naarangi ( नारंगी )
Merah muda = Gulaabi ( गुलाबी )
Ungu = Baingni ( बैंगनी )

Arah atau Tempat
Di sini = Idhar ( इधर )
Di sana = Udhar ( उधर )
Di atas = Upar ( ऊपर )
Di bawah = Neeche ( नीचे )
Di belakang = Peechhe ( पीछे )
Bagian dalam = Andar ( अन्दर )
Bagian luar = Baahar ( बाहर )
Sekitar / keliling = Aaspaas ( आसपास )
Kanan = Daayaan ( दायाँ )
Kiri = Baayaan ( बायाँ )
Utara = Uttar ( उत्तर )
Selatan = Dakshin ( दक्षिन )
Timur = Purv ( पुर्व )
Barat = Pakshim ( पक्षिम )
Di/di dalam = Mein ( में )

Kata Hubung [1]
Aur ( और ) = Dan
Tathaa ( तथा ) = Dan
Lekin ( लेकिन ) = Tapi
Yaa ( या ) = Atau
Agar ( अगर ) = Jika
Yadi ( यदि ) = Jika
Jaisa ( जैसा ) = Seperti / Sebagai
Phir ( फिर ) = Jadi / begitu
Ke baad ( के बाद ) = Lalu / kemudian
Ab tak ( अब तक ) = Hingga / sampai
Kyonki ( क्योंकि ) = Karena
Isliye ( इसलिये ) = Karena itu
Bhi ( भी ) = Juga
Se pehle ( से पहले ) = Sebelum
Ke peechhe ( के पीछे ) = Belakang
Ke bagal ( के बगल ) = Di samping
Ke saath ( के साथ ) = Bersama
Ke bina ( के बिना ) = Tanpa
Ab bhi ( अब भी ) = Masih
Ke liye ( के लिए ) = Untuk
Bheetar ( भीतर ) = Dalam
Aalaava ( आलावा ) = Kecuali

Waktu [2]
Hari ini = Aaj
Pagi ini = Aaj subah
Siang ini = Aaj dopahar
Sore ini = Aaj shaam
Malam ini = Aaj raat
Besok / Kemarin = Kal
Besok pagi / Kemarin pagi = Kal subah
Besok siang / Kemarin siang = Kal dopahar
Besok sore / Kemarin sore = Kal shaam
Besok malam / Kemarin malam = Kal raat
Minggu ini = Is hafte
Bulan ini = Is mahine
Tahun ini = Is saal
Minggu lalu = Pichhle hafte
Bulan lalu = Pichhle mahine
Tahun lalu = Pichhle saal
Minggu depan = Agle hafte
Bulan depan = Agle mahine
Tahun depan = Agle saal
Seringkali = Aksar
Sekarang = Ab / Abhi
Sampai hari ini = Aaj tak
Pada waktu sekarang / Zaman sekarang = Aajkal
Kadang-kadang = Kabhi Kabhi
Tidak pernah = Kabhi nahi
Lusa = Parson
Harian = Roz
Setiap hari = Har din
Setiap bulan = Har mahina
Setiap tahun = Har saal
Setiap minggu = Har hafta
Selamanya = Hamesha ke liye
Pratidin = Tiap hari
Maasik = Bulanan
Saataahik = Mingguan

Kata Keterangan
Nazdeek = Dekat
Door = Jauh
Zor se = Dengan nyaringnya
Chupchaap = Dengan sunyi
Sadaa / Hamesha = Selalu
Hamesha ke liye = Selamanya
Ab = Sekarang
Tab = Lalu / Kemudian / Maka
Jab = Ketika
Sheegra = Segera
Jaldi = Dengan cepat
Aakhir = Setelah / akhir
Ant mein = Pada bagian akhir
Neeche = Di bawah
Upar = Di atas
Idhar = Di sini
Udhar = Di sana
Lag-bhag = Kira-kira
Turant = Dengan segera
Achaanak = Tiba-tiba
Buri tarah = Dengan buruknya
Jab bhi = Sewaktu-waktu / kapan-kapan
Sachmuch = Benar-benar
Chhipkar = Diam-diam
Pahle = Pada mulanya
Parantu = Tapi
Ke bare mein = Tentang
Bilkul = Memang
Aksmaat = Secara kebetulan / tidak sengaja
Tadnasaar = Karena itu
Vaastav mein = Sebenarnya
Aakramaak = Dengan agresif
Aage = Di depan / lebih dulu
Tathaakaam = Kemudian lain
Saalaana = Tiap-tiap tahun
Adhiktar = Sebagian besar / kebanyakan
Aamtaur par = Biasanya
Bhay se = Sangat
Bahut = Sangat
Maatr = Sedikit / jarang
Zaroor = Pasti
Dhyaan se = Dengan hati-hati
Irshyaa = Dengan cemburu


Anggota Keluarga
Parivaar ( परिवार ) = Keluarga
Maata ( माता ) = Ibu
Pita ( पिता ) = Ayah
Bhai ( भाई ) = Saudara laki-laki
Bahan ( बहन ) = Saudara perempuan
Beta / Putra ( बेटा / पुत्र ) = Anak laki-laki
Beti / Putri ( बेटी / पुत्री ) = Anak perempuan
Naana ( नाना ) = Kakek (maternal)
Naani ( नानी ) = Nenek (maternal)
Daada ( दादा ) = Kakek (paternal)
Daadi ( दादी ) = Nenek (paternal)
Mausi ( मौसी ) = Kakak perempuannya ibu
Boa ( बोआ ) = Kakak perempuannya ayah
Maama ( मामा ) = Kakak laki-lakinya ibu
Chaacha ( चाचा ) = Paman
Chaachi ( चाची ) = Bibi
Taaya ( ताया ) = Kakak laki-lakinya ayah

NB =
Maternal= Pihak ibu
Paternal= Pihak ayah

Angka/Bilangan
Nol: shunya/sifer
Satu: eyk
Dua: do
Tiga: tin
Empat: chaar
Lima: paanch
Enam: chey
Tujuh: saat
Delapan: aat
Sembilan: no
Sepuluh: das
Sebelas: gyaarah
Dua belas: baarah
Tiga belas: teyrah
Empat belas: chodah
Lima belas: pandraah
Enam belas: solaah
Tujuh belas: satrah
Delapan belas: ataaraah
Sembilan belas: unnis
Dua puluh: bis
100 = Sau
1000 = Hazaar
100.000 = Lakh
10.000.000 = Karod
1.000.000.000 = Arab
100.000.000.000 = Kharab

Pertama : Pahla ( पहला )
Kedua : Doosra ( दूसरा )
Ketiga : Teesra ( तीसरा )
Keempat : Chautha ( चौथा )
Kelima : Paanchva ( पांचवा )
Keenam : Chhatva ( छटवा )
Ketujuh : Saatvaan ( सातवाँ )
Kedelapan : Aathvaan ( आठवाँ )
Kesembilan : Nauvaan ( नौवाँ )
Kesepuluh : Dasvaan ( दसवाँ )

Angka dalam aksara Devanagari:
० = 0
१ = 1
२ = 2
३ = 3
४ = 4
५ = 5
६ = 6
७ = 7
८ = 8
९ = 9

Beberapa Ungkapan Dasar dalam Bahasa Hindi [3]
Halo = Namaste
Permisi / maaf = Mujhe maaf kijiye
Tunggu sebentar = Ek minat
Silakan / tolong (please) = Kripya
Terima kasih = Dhanyawaad/Shukriya
Tidak apa-apa = Koi baat nahi
Tidak= Nahi
Sudah lama tak jumpa! = Bahut deen se aapko dekha nahi
Selamat datang = Aapka swagat hai
Selamat pagi = Suprabhaat
Selamat sore = Shubh sandhya
Sampai jumpa = Phir milenge
Selamat Tinggal! = Alvida
Selamat! = Badhaai ho
Selamat ulang tahun = Janmdin ki hardik shubhkamnaye/Janam Din ki badhai/Janam Din Mubarak
Selamat tahun baru = Nav warsh ki diwas hardik shubhkamnaye
Senang bertemu dengan Anda = Aapse milkar khushi hui
Dengan senang hati = Meri khushi hai
Aku sangat merindukanmu! = Mujhey aapkee bahut yaad aaee
Aku Mencintaimu (laki-laki)= Main tumse pyar kartha hoon
Aku Mencintaimu (perempuan)= Main tumse pyar karthee hoon
Cinta= Pyar, Ishq, Mohabbat, Dholna
Teman/persahabatan= Dosti
Shadi= pernikahan/menikah

Siapa nama Anda? = Aapka naam kya hai?
Nama saya.... = Mera naam..... hai
Apakah Anda bisa bicara bahasa Inggris? =
Kya aap angrezi bol sakte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakte' menjadi 'sakti')
Bahasa Inggris adalah bahasa pertamaku = Angrezi meri pehli bhasha hai
Apakah Anda bisa bicara bahasa Hindi? = Kya aap hindi bol sakte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakte' menjadi 'sakti')
Ya, saya bisa bicara bahasa Hindi = Haan, main hindi bol sakta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakta' menjadi 'sakti')
Saya sedang mempelajari bahasa Hindi = Main hindi sikh raha hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sikh raha' menjadi 'sikh rahi')
Apa pekerjaan Anda? = Aap kya kaam karte hain?
Saya adalah.... = Main ek.... hoon
Dari mana Anda berasal? = Aap kahan se hain?
Saya berasal dari... = Main.... se hoon
Di mana Anda tinggal? = Aap kahan rehte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'rehte' menjadi 'rehti')
Saya tinggal di... = Main.... mein rehta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'rehta' menjadi 'rehti')

Apa kabar? = Aap kaise hain?
Saya baik = Main theek hoon
Senang bisa mendengar itu = Sunkar khushi hui
Baiklah = Theek hai/Achha
Saya tidak baik = Main theek nahi hoon
Saya sakit = Main beemar hoon
Semoga lekas sembuh = Jaldi se theek ho jaao
Saya bahagia = Main khush hoon
Saya sedih = Main dukhi hoon
Saya marah = Main naaraz hoon
Saya gembira = Main utsaahit hoon
Saya lapar = Main bhookha hoon
Saya haus = Main pyaasa hoon
Saya lelah = Main thak gaya hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'thak gaya' menjadi 'thak gayi')
Saya mengantuk = Mujhe neend aa rahi hai

Apakah Anda sibuk? = Kya aap vyast hain?
Ya, hari ini saya sangat sibuk = Haan, main aaj bahut vyast hoon
Benarkah? = Sacchi?
Ini berapa (harganya)? = Kitne ka hai?
Anda ingin pergi ke mana? = Aap kahan jaa rahe hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'jaa rahe' menjadi 'jaa rahi')
Apa ini? = Yeh kya hai?
Saya tidak tahu = Main nahi jaanta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'jaanta' menjadi 'jaanti')
Apakah Anda menyukainya? = Aapko pasand hai?
Ini jam berapa? = Kitne baje hain?
Tolong datanglah kemari = Yahaan aaiye
Ayo cepat! = Jaldi kijiye!
Saya telat = Mujhe der ho rahi hai
Apakah saya bisa membantu Anda? = Kya main aapki madad kar sakta hoon?
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'madad kar sakta' menjadi 'madad kar sakti')
Tolong dengar! = Suniye
Lihatlah! = Dekho
Tolong berhenti! = Rukiye
Tinggalkan aku sendiri! = Mujhe akela chhod do
Tolong tunggu! = Prateeksha kijiye
Aku tidak bisa bicara bahasa Hindi, tapi aku sedang mempelajarinya= Main hindi bol nahi sakte / sakti, lekin main hindi sikh raha / rahi hoon

Sekarang ini anda tidak lag kesulitan mempelajari Bahasa asing yang digemari. Terdapat banyak perangkat belajar melalui internet untuk penutur bahasa Hindi pemula yang berfokus pada frasa-frasa dan kata-kata dasar serta elemen bahasa yang lebih kompleks, seperti konjugasi, verba, adjektiva, dan suara bahasa Hindi. Terdapat video mengenai pelafalan bahasa Hindi yang dapat ditemukan di sini: http://www.linguanaut.com/videos.htm.
Anda dapat mengakses podcast yang berfokus pada pembelajaran bahasa Hindi di sini: http://www.hindipod101.com/?src=bc_LearnHindi1_Search_learning%20Hindi_{creative}_{placement}. [4]

Bagi anda penggemar serial tv india, lagu-lagu, atau film india, percakapan ini akan sering anda dengar dan akan mempermudah anda belajar atau mengenal Bahasa Hindi. Seperti saya yang senang menonton serial tv india (tanpa dubbing Indonesia) atau film-filmnya, kadang-kadang saya mendengarkannya tanpa membaca subtitle. Lebih memudahkan lagi apabila mendengarkan lagu-lagu India dan menerjemahkan sendiri. Banyak ditemukan kosa kata persamaan katanya.

Saat ini di Indonesia sedang demam India, tapi tidak dengan saya. Saya dari dulu bahkan :p. Kecintaan saya sama India, seperti anak-anak muda yang gemar Korea atau Jepang. Mungkin saya agak unik karena anti mainstream. hahaha Tidak hanya menyukai Bahasanya, tapi juga film, pakaian, budaya, tarian, nyanyian, artisnya dan lainnya.  Mulai dari nama, wajah, warna kulit, komunitas, mereka menyebut saya India!  Uwooh :D. Katanya, di sana tidak sebersih Indonesia. Ya memang, tapi ada beberapa kota yang lebih bersih dari sana kok. Nah, Setidaknya jikalau saya diberikan kesempatan mengunjungi India, sedikitnya bisa mempergunakan bahasanya. hehee  Insyaallah. Gak cuman India yang ingin saya kunjungi tapi Negara tetangganya, Pakistan.  Semoga saja sampai sana yah. Kan, hidup berawal dari mimpi-mimpi bukan?

Namaste! Phir milenge! :-)

Gambar: http://www.freepik.com/free-photos-vectors/india




Kamis, 23 Maret 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 2: Penghubung [to be])

Saya akan mencoba melanjutkan bahasan mengenai belajar Bahasa Hindi. Sebelumnya kalian bisa membaca bagian satunya di sini. Belajar Bahasa Hindi tidaklah sesederhana Bahasa Indonesia dalam penggunaan kalimat atau imbuhannya. Hindi juga banyak menerapkan sistem  Bahasa Inggris, ada kalimat dalam bentuk past tense, present, atau Continuous. Tapi kali saya tidak akan membahas mengenai itu. Kita belajar hal-hal dasar dalam Bahasa Hindi terlebih dahulu.

Dalam Hindi juga dikenal istilah to be seperti Bahasa Inggris. To be adalah kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara objek dengan subjek dan juga berfungsi sebagai kata kerja bantu dalam sebuah kalimat. To be dalam bahasa Hindi selalu diletakkan di akhir kalimat. Namun, dalam konteks komunikasi sehari-hari, orang India biasa meletakkan to be di tengah kalimat, sesudah subjek ataupun di awal kalimat. [1]

Saya: I am : Main ... hoon ( मैं ... हूँ )
Kamu: You are: Aap ... hain ( आप ... हैं )
Kamu: You are: Tum ... ho ( तुम ... हो )
Kamu: You are: Tu ... hai ( तु ... है )
Kami: We are: Hum ... hain ( हम ... हैं )
Dia: He / she / it is: Yah / vah ... hai ( यह / वह ... है )
Mereka: They are: Ye / ve ... hain ( ये / वे ... हैं )

Jadi, "hain" digunakan untuk kata ganti orang Kamu, Kami, dan Mereka. "Hoon" hanya milik kata ganti saya, sedangkan "hai" untuk kamu atau dia (laki-laki/perempuan).

Dalam Hindi juga ada perubahan kata ganti pada orang, seperti I menjadi Me yang disebut dengan oblique case adalah sebuah kasus perubahan posisi sebuah kata dari posisi subjek menjadi objek.

Saya/aku: Main --> Mujh ( मुझ )
Kita / kami: Hum ( हम )
Kau: Tu --> Tujh ( तुझ )
Kamu: Tum ( तुम )
Anda: Aap ( आप )
Dia/ini (dekat): Yah --> Is ( इस )
Dia/itu (jauh): Vah --> Us ( उस )
Mereka/ini (dekat): Ye --> In ( इन )
Mereka/itu (jauh): Ve --> Un ( उन )

Kata 'hum', 'aap' dan 'tum' tidak terjadi perubahan bentuk.

Misalnya sering ditemukan pada lirik lagu Hindi atau percakapan sehari-hari yang sederhana  "tum mujhse pyaar karte ho" memiliki arti "Kamu mencintaiku". Main yang arti saya berubah menjadi mujhse karena 'aku' berperan sebagai objek. Setelah ada Mujh ada akhiran -se tu karena -se salah satu postposisi dalam bahasa Hindi yang memiliki arti 'dengan' atau 'dari'. Kalau diartikan secara per kata kalimat "tum mujhse pyaar karte ho" itu berarti 'Kamu cinta denganku'. [2]

Mujh + ko = Mujhko / mujhe (padaku)
Tum + ko = Tumko / tumhe (padamu)
Aap + ko = Aapko (pada Anda)
Tu + ko = Tujhko / tujhe (pada kau)
Hum + ko = Humko / hamen (pada kita/kami)
Is + ko = Isko / ise (padanya)
Us + ko = Usko / use (padanya)
In + ko = Inko / inhe (pada mereka)
Un + ko = Unko / unhe (pada mereka)
……
Mujh + se = Mujhse (denganku/dariku)
Hum + se = Humse (dengan kita/dari kita)
Tum + se = Tumse (denganmu/darimu)
Tu + se = Tujhse (dengan kau/dari kau)
Aap + se = Aapse (dengan Anda/dari Anda)
Is + se = Isse (dengannya/darinya)
Us + se = Usse (dengannya/darinya)
In + se = Inse (dengan mereka/dari mereka)
Un + se = Unse (dengan mereka/dari mereka)

Partikel 'Ji ( जी )'dalam bahasa Hindi digunakan untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yang sedang kita ajak bicara atau partikel 'Ji' digunakan jika kita sedang bicara dengan orang yang lebih tua dengan maksud untuk memberi rasa hormat kepadanya. Orang-orang India seringkali menggunakan atau menyelipkan kata 'Ji' dalam percakapan sehari-hari. [3] Misalnya: Apakah Anda seorang dokter? = Kya aap ek daaktar hain ji?


http://id.wikihow.com/Mempelajari-Bahasa-Hindi

Kamis, 16 Maret 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 1: Dasar Bahasa Hindi)



Halo-halo kali ini saya akan mengulas sedikit tentang keberagaman Bahasa Hindi. Saya juga sambil belajar mempelajarinya. Mengapa India? Karena saya menyukai semua tentang India baik Film, Serial TV, Budaya, Pariwisatanya, juga makanannya. Sampai-sampai saya juga dikira memiliki garis keturunannya :p. Mungkin karena Ayah saya sih, sejak muda sudah menyukai film India.

India juga hampir sama dengan Indonesia memiliki bahasa lain selain bahasa Ibunya, Hindi. Setiap daerah di India, juga memiliki bahasa daerahnya sendiri. Menurut Sensus India 2001, India memiliki 122 bahasa utama dan 1599 bahasa lainnya (wikipedia), di antaranya Hindi • Gujarati • Kannada • Kashmir • Bengali • Malayalam • Marathi • Nepal • Odia • Punjabi • Sanskerta • Sindhi • Tamil • Telugu • Tulu • Urdu, dsb. Bahasa Indonesia merupakan bahasa serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta dan Hindi, maka dari itu bahasa Indonesia dan Hindi ditemukan banyak kesamaan.

Bahasa Hindi (मानक हिन्दी) adalah bahasa resmi utama Negara India selain bahasa Inggris, dan dituturkan sebagai bahasa persatuan tersebarnya penduduk India di seluruh dunia. Hindi berakar dengan bahasa-bahasa Indo-Arya seperti Sanskerta, Urdu, dan Punjabi, selain bahasa-bahasa Indo-Iran dan Indo-Eropa, seperti Tajik, Pashto, Serbo-Kroasia, hingga Inggris. Seperti di Indonesia yang memiliki Aksara Nusantara; Jawa, Bali, atau Sunda, India juga memiliki Aksara Hindi bernama Aksara Devanagari yang digunakan sebagai abjad resmi dalam penulisan bahasa Hindi.

Sebelumnya sudah ada website wikihow yang menerangkan tentang bagaimana penggunaan bahasa Hindi. Namun, kali ini saya akan mencoba menerangkan sedikit-sedikit tentang penggunaan bahasa Hindi dan beberapa bahasa yang sering digunakan. Bagi yang senang menonton serial TV India (tanpa dubbing) atau filmnya akan familiar dengan kata-kata atau kalimat yang akan saya terangkan nanti. Dalam bahasa Hindi ada beberapa pelafalan yang berbeda dengan huruf, penekanan pada pembacaannya, lalu ada juga penggunaan kata ganti pemilik, orang, baik tunggal atau jamak.
 

Kata Ganti Pemilik 

Ada penggunaan kata ganti pemilik:
  • Milikku = Mera / Meri / Mere (Jamak)
  • Milik Anda = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milikmu = Tumhara / Tumhari / Tumhare (Jamak)
  • Milik kau = Tera / Teri / Tere (Jamak)
  • Miliknya = Iska / Iski / Iske (dekat) (Jamak)
  • Miliknya = Uska / Uski / Uske (jauh) (Jamak)
  • Milik kita/kami = Hamara / Hamari / Hamare (Jamak)
  • Milik kalian = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milik mereka = Inka / Inki / Inke (dekat) (Jamak)
  • Milik mereka = Unka / Unki / Unke (jauh) (Jamak)
Lalu apa beda dari ketiga kata ganti tersebut? Nah, semua kata benda dalam bahasa Hindi memiliki jenis kelamin, yaitu maskulin (M) dan feminin (F). Jenis kelamin kata benda itu sangat penting untuk kita ketahui karena akan berpengaruh pada kalimat, termasuk penggunaan kata ganti kepemilikan. [1]
Misalnya:

  1. Kata 'Mera' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah hanya satu.
  2. Kata 'Meri' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin feminin, baik yang berjumlah hanya satu atau lebih dari satu.
  3. Kata 'Mere' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah lebih dari satu.
Sebuah aturan sangat umum untuk menentukan jenis kelamin kata benda adalah kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal आ aa biasanya maskulin, kata benda maskulin yang tidak memiliki akhiran apa-apa juga bisa kita pakai untuk mengetahui apa jenis kelamin dari kata benda tersebut, misalnya Naam (Nama), Ghar (Rumah), dsb. Sementara kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal ई ee biasanya feminin. Kata benda feminin juga dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah kata benda feminin yang berakhiran dengan huruf vokal -i atau -iya, misalnya Saari (kain Sari), Budhiya (Wanita tua)  Akan tetapi, ada banyak pengecualian untuk aturan ini, jadi Anda harus mempelajari jenis kelamin setiap kata benda dengan mengingat dan berlatih.

Sebagai contoh: kata benda untuk jenis kelamin maskulin adalah: larkaa (M) dan kata benda untuk jenis kelamin feminim adalah: larkee (F). Jadi, dalam kasus ini, aturan penentuan jenis kelamin yang umum berlaku. Di sisi lain, kata benda seperti केला kelaa (pisang) (M) dan mez - meja (F) atau ghar - rumah (M) merupakan pengecualian terhadap aturan umum penentuan jenis kelamin. Ada kata benda feminin juga yang tidak memiliki akhiran apa-apa. Contoh : Kitaab  (Buku), Maata  (Ibu), Aurat (Wanita) [2]


Kata Ganti Orang
Berikut adalah kata ganti orang dalam bahasa Hindi:
  • Saya/aku : Main ( मैं )
  • Anda : Aap ( आप )
  • Kamu : Tum ( तुम )
  • Kau : Tu ( तू )
  • Dia (dekat) : Yah ( यह )
  • Dia (jauh) : Vah ( वह )
  • Kita / kami : Hum ( हम )
  • Mereka (dekat) : Ye ( ये )
  •  Mereka (jauh) : Ve ( वे )
Ada tiga kata dalam bahasa Hindi yang bisa digunakan untuk merujuk kepada kata ganti orng kedua tunggal (Kamu), yaitu 'Aap', 'Tum', dan 'Tu'. [3]
  • 'Aap' digunakan kepada orang yang lebih tua dari kita, orang yang dihormati atau orang yang baru kita kenal.
  • 'Tum' digunakan kepada teman sebaya.
  • 'Tu' digunakan kepada orang yang sudah benar-benar akrab

Kata Ganti Penunjuk
Berikut adalah kata ganti penunjuk dalam bahasa Hindi:
- Ini (dekat) : Yah/Ye (Jamak)
- Itu (dekat) : Vah/Ve (Jamak)
- Ini (jauh) : ye
- Itu (jauh) : Ve

Contoh: Ini adalah bukuku (Yah meri kitaab hai); Itu adalah kucing-kucingku: (Ve meri billiyan hain)


Kata ganti tak tentu 
Kata ganti tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk benda yang belum jelas wujud, jumlah, ataupun asalnya.Ada dua kata ganti tak tentu dalam bahasa Hindi, yaitu 'Koi' dan 'Kuchh'. 'Koi' digunakan untuk manusia sedangkan 'Kuchh' digunakan untuk benda.
Contoh:
Seseorang sedang duduk di sana: (Koi wahaan baitha hua tha)

Nah, apabila kita ingin membuat kalimat dalam bentuk negatifnya, kita hanya perlu menambahkan kata 'Nahi/Nehi' setelah kata 'Koi' dan 'Kuchh'.
Contoh: Tidak ada siapapun di rumah (Ghar pe koi nahi hai) [3]


Kata Ganti Penanya   
Kata ganti penanya adalah kata ganti yang berfungsi untuk menanyakan benda, keadaan, jumlah, dll. Kata ganti penanya dalam bahasa Hindi:
- Apa?: Kya ( क्या )
- Mengapa?: Kyon ( क्यों )
- Bagaimana : Kaisa ( कैसा ) /Kaisi/Kaise
- Siapa?: Kaun ( कौन )
- Berapa?: Kitna ( कितना ) /Kitni/Kitne
- Kapan?: Kab ( कब )
- Di mana/ke mana? : Kahan ( कहां )

Contoh:
Ada Apa? Kya hua?
Apa kabar?
Aap kaise hai? 
Apa yang sedang kamu lakukan? Tum kya kar rahe ho?
Siapa nama Anda? Aapka naam kya hai?
Anda siapa? Aap koun hai? 
Ada apa denganmu? Kya hua tumko?
Ih Kamu gila? 
Pagal ho tum?

Pasti banyak pertanyaan, mengapa sih di setiap akhir kalimat bahasa hindi selalu ada kata 'Hai'/'Hain'?. Kata 'Hai' dan 'Hain' itu sendiri adalah kata bantu atau to be dalam bahasa Hindi, yang memiliki fungsi yang sama dengan kata 'am', 'is' atau 'are' dalam bahasa inggris atau dalam bahasa indonesia kata 'adalah' atau ialah.

Nah, Bagiamana? sedikitnya anda mengerti Bahasa Hindi yah. Nanti saya akan memberikan beberapa kata/kalimat yang sering digunakan saat percakapan sehari-hari. Saat membaca ini kepalanya jangan ikut gerak-gerak ya.. heu. Shukriyaa! Namaskar!

... to be continue... :)


 https://id.duolingo.com/images/courses/hi/full_colored.svg

Minggu, 12 Maret 2017

Memaknai Arti Nama Sendiri

Awalnya saya tak mencari tahu arti sesungguhnya dari nama saya. Namun saat tumbuh besar saya menanyakan itu pada orangtua. Apa arti dari nama panjang saya. Setelah tahu, saya malah tersenyum lebar ternyata saya adalah keturunan Ayah saya tulen. hehehhee Memiliki arti yang sangat baik, nama saya rata-rata berasal dari bahasa sansekerta atau Hindi. Dua kata dari bahasa Hindi dan satu kata dari Belgia. Tiga unsur nama semua memaknai tokoh wanita di zamannya. Alhamdulillah namanya indah :)

Devi artinya adalah Goddess atau Ratu; Fabiola juga berasal dari nama tokoh pemimpin Belgium dan memiliki arti memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Mandiri, kritis terhadap diri sendiri dan orang lain. Syahfitri berasal dari penggalan nama ayah, syah dan fitri artinya suci atau savitri: berasal dari seorang dewi di Hindu. 

Maka tak heran jika pada akhirnya saya memiliki darah Hindi yang kental walau tak ada turunannya. ahahaha Kecintaan saya pada film, budaya dan daerah di India juga berasal dari Ayah dan nama saya ini sih. :-D Sampai sekarang kecintaan saya terhadap India tak bisa terlepaskan. ~~ 

Mirip-mirip dengan unsur Hindi, nama "beken" saya adalah dedeph panai (dedepanai). Ketika saya menyebutkan nama tersebut, banyak orang mengatakan namanya unik kayak orang India. Itu mungkin karena lihat orangnya yang mirip India juga. hahaha Singkat cerita. Dedeph berasal dari nama Devi yang diulang dalam versi sunda maka jadilah "Dedeph". Nama itu beken saat saya duduk di SMA, ketika guru dan teman-teman yang notabene warga Sunda susah menyebutkan huruf "f" maka berubahlah jadi "p", lalu saya dipanggil dengan nama "Depi bukan Devi" karena saya agak risih maka untuk mempermudah mereka, dipanggilah Dedeph. Secara nama saya semua mengandung unsur huruf "f" coba dibaca sendiri lagi deh. :D Panai sendiri berasal dari nama keluarga/marga/suku dari Minangkabau. Buat saya nama itu unik. Selain itu, saya ingin melestarikan budaya sendiri.Kalau bukan kita siapa lagi kan? Ketika nama itu saya pakai, benar saja keunikan namanya membuat banyak orang menanyakan apa artinya. Itu memang tujuannya dan semua orang kan jadi tahu. Siapa tahu dengan nama suku tersebut kita malah ketemu saudara sepersukuan. ;)

Nah, setiap nama yang diberikan orangtua memiliki makna dan harapan kepada anak-anaknya. Maka kita sendiri yang memaknainya dan menerapkannya pada kehidupan kita. Setiap nama pasti mengandung arti yang baik. Semoga nama yang selalu kita bawa kemanapun bisa terjaga, dan membuat kita selalu belajar jadi orang yang baik serta terus baik..  :D Namaskar!! /*\  Tumhara naam koun hai?

https://cdn1.tnwcdn.com/wp-content/blogs.dir/1/files/2014/03/name-stickers.jpg

Jumat, 24 Februari 2017

CerPen: Air Mata Ayah

Pagi ini aku bahagia sekali. Sudah 27 tahun aku menikah dengan istriku, Dena. Tidak terasa waktu semakin lama semakin cepat. Kali ini semua terasa sangat istimewa. Tepat di hari ini, anakku satu-satunya Rahma dilamar kekasihnya. Kekasih yang selama 6 tahun ini bersamanya. Lelaki yang dikenalnya saat duduk di bangku kuliah. Selama ini aku mengenal Fajar sebagai laki-laki yang baik, yang bisa membuat Rahma bahagia dan melindunginya saat aku tak berada di sampingnya. Aku berharap selamanya. Mungkin bagiku ini adalah hal yang paling berat. Melepaskan anak perempuan yang selama ini tumbuh bersama aku dan istriku. Aku tahu bagi seorang ayah ini takkan pernah mudah, takkan ada lagi senyum Rahma yang ku lihat setiap kali aku akan berangkat kerja. Rasanya ini terdengar seperti berlebihan, karena Rahma pasti akan selalu datang ke rumah ini, tapi tak setiap hari. Fajar saat ini bekerja di luar kota dan Rahma akan mengikutinya. Aku kadang berpikir apakah aku berlebihan? Sebagai seorang ayah harusnya aku bahagia, bukan sedih karena anaknya akan dipinang laki-laki pilihannya.

Rahma adalah seorang gadis manis yang tumbuh dari seorang akuntan di perusahan swasta. Aku bersyukur dengan kehidupan yang serba berkecukupan aku bisa menyekolahkannya sampai kini dia menjadi seorang arsitek lulusan terbaik di kampusnya. Dia tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta banyak, dia hanya memintaku untuk tetap tenang dan selalu sehat. Itu mengapa aku begitu menyayanginya. Sudah 25 tahun gadis kecilku kini. Gadis yang selalu tersenyum disaat keadaan apapun.

“Rahma, ayah bahagia memilikimu.” “Rahma juga ayah. Memiliki ayah hebat  ayah itu rahasia rahma selalu bahagia, yah”.

Ini adalah anugerah Tuhan yang tak pernah aku lupakan, memiliki Rahma. Sejak dulu aku berjuang untuk selalu bisa membuatnya bahagia. Yang selalu aku ingat sampai sekarang setelah umur dua tahun dia memintaku untuk merayakan ulang tahunnya setiap tahun. Dia tidak memintaku untuk merayakan bersama orang-orang atau teman-temannya. Dia menyiapkan sendiri kue dan lilinnya dan meminta kami untuk duduk bersama meniupkan lilin. Betapa aku mencintainya Tuhan. Itu masih kami lakukan sampai ulang tahun ke-25.

     “Yah, kita tidak perlu mengajak siapapun dihari ulang tahun Rahma yang ke-17.
     Aku hanya ingin kita duduk bertiga saja, berdoa bersama dan meniupkannya
     bersama. Bahagia itu sederhana kok yah, bun. Memilikimu adalah harta terbesar
     Rahma.”

Dan yang selalu aku ingat ketika dia dan ibunya bercanda lalu ibunya sedikit ngambek, dia datang tidur dipangkuanku.

     “Yah, bunda marah tuh gara-gara aku bercanda dan ledekin bunda. Bantu aku ya
       yah supaya bunda gak ngambek lagi.”

Begitulah setiap saat ketika bercanda dan ibunya lagi sensitif lalu ngambek, akulah menjadi penengah mereka. Rasanya kebersamaan ini yang mungkin lambat laun akan hilang dalam kehidupanku. Seandainya saja Fajar tidak bekerja di luar kota, mungkin kebersamaan ini takkan memudar. Aku selalu takut, takut kehilanganmu.

Ini hari dimana kamu dilamar kekasihmu. Ayah sedih nak. Perasaan ayah bercampur aduk. Hari ini ayah harus memutuskan apakah ayah menerima pinangan kekasihmu.

     “Yah, ayah itu tidak boleh sedih. Rahma akan baik-baik saja. Doakan saja supaya
     aku bisa sekuat ayah dan bunda menjalani rumah tangga ini. Aku hanya minta
     restu dan doa dari ayah dan bunda”.

Mungkin kata-kata yang selalu membuatku tegar untuk dapat menjalankan semua acaranya sampai akhir. Satu demi satu acara berlalu. Akhirnya ku menerima pinangan Fajar. Rahma menunduk dan meneteskan air mata kemudian menyandarkan kepalanya di bahuku dan mengenggam tanganku erat.

     “Terima kasih banyak yah....”

Keadaan ini yang tidak mau aku bayangkan. Aku hanya membiarkan waktu yang akan menunjukkan dan melewatinya. Kami memutuskan untuk mengambil tanggal pernikahan yang akan dilangsungkan dua bulan setelah lamaran ini. Rahma dan Fajar sudah mempersiapkan dengan baik setiap detail pernikahannya. Aku hanya menunggu apa yang dibutuhkan Rahma. Katanya aku tidak usah memikirkan semuanya. Biarkan saja dia yang mempersiapkannya, aku hanya memberikan beberapa saran-saran.  Aku merasa dia merasa begitu bahagia.

Setiap hari Dena istriku menangis. Setiap aku tanya,dia hanya menjawab.

“Aku hanya sedih, waktu begitu cepat berlalu... Tanpa terasa Rahma tumbuh
menjadi perempuan, gadis yang begitu mempesona.” Dia memelukku erat.
“Aku tahu ini titipan yang paling sempurna yang telah Tuhan beri, termasuk memiliki kamu, yah. Aku takkan pernah tahu apa jadinya aku tanpa kamu. Kamu memberikan semua kebebasan itu, ikhlas menerima semuanya dan tetap untuk bersamaku hingga Rahma akan menikah.”
“Kita memang hidup serba berkecukupan tapi memiliki Rahma saat itu membuat hidup kita lebih dari cukup.”

Dena, terus menerus meneteskan air mata. Dia terus menyandarkan kepalanya padaku. Ini mengapa aku begitu takut kehilangan.

     “Percaya padaku, Den. Semua akan berakhir indah.”

Tuktuk...
     “Ini aku Rahma yah bun..”
Rahma memeluk kami erat sekali. Sesekali dia menatap kami. Menghapus air mata yang jatuh di pipi kami dengan tangannya.
     “Sampai kapanpun, Rahma akan tetap mencintai kalian. Apapun keadaannya
     Rahma akan tetap ada di sini. Percaya padaku, walau nanti aku jauh tapi kalian
     akan tetap di hatiku. Karena aku selalu berdoa agar selalu dekat dengan kalian.”

***
Dua bulan terasa begitu cepat. Besok hari pernikahan anakku. Dia tampak tetap tenang. Semua persiapannya sudah matang. Aku hanya mempersiapkan mental dan hatiku untuk hari bahagia Rahma.
     “Yah, doakan aku besok ya.. Aku gak ingin lihat ayah dan ibu sedih. Besok kita
     harus bahagia ya.. Maafkan aku kalau selama 25 tahun ini selalu menyusahkan
     ayah, membuat ayah harus mengakurkan aku dan bunda kalau lagi berantem.” Dia tersenyum manis sekali.
     “Iya anakku.... Kayaknya ayah jarang-jarang nih liat kalian berantem” sambil
     kupegang kepalanya.
     “Ah... ayah”
     “Bunda... Maafkan aku kalau selama ini kita selalu sering berantem, buat bunda
     ngambek karena sering ledek-ledekan dengan Bunda, terus bunda kalah ngambek
     deh”
     “Rahma... Bunda hanya menitipkan ini” ku letakkan tanggannya tepat di dadanya
     “Bunda nitip, supaya kamu selalu jaga hatimu dimana pun kamu berada. Tetaplah
     istiqamah. Jadilah perempuan yang hebat untuk suami dan anak-anakmu. Selalu
     perbaiki diri dalam hal apapun..”
     “Iya bunda... aku selalu ingat semua pesan-pesan bunda. Selalu tersimpan disini,
     hati dan pikiranku.. Aku ingin sepertimu, Bunda. Wanita hebat dan tegar.”

Airmata keduanya tiba-tiba jatuh. Rahma memegang tangan Dena dan memeluknya erat. Tuhan, rasanya kebahagian ini rasanya terlalu cepat berlalu. Aku berharap ini tetap ada di keluargaku.

***
     “Doakan aku Ayah!”

Itu kata-kata yang pagi ini aku dengar. Dia terlihat sangat cantik mengenakan kebaya berwarna abu-abu. Tuhan berilah aku kekuatan, sekuat perjalanan hidup ini. Fajar tampak gagah bersiap untuk menyunting putri kesayanganku. Fajar terlihat begitu gugup dan cemas.  Prosesi akad nikah tinggal sejam lagi. Aku belum lagi melihat putriku. Aku duduk diantara barisan keluarga. Perasaan deg-degan muncul dari tadi subuh hingga saat ini.

Fajar kini duduk di antara penghulu, wali dan juga para saksi. Hatiku semakin tak menentu. Ya Tuhan aku harus kuat.

     “Ingat ya yah, ayah jangan tegang dan tetap kuat. Aku mencintaimu.”

Rahma, rasanya ayah begitu tak kuasa. Diapun keluar dari kamarnya duduk bersanding tepat disebelah Fajar. Prosesi akan segera dimulai.

Aku duduk di depan Fajar. Menatap keduanya begitu bahagia. Akupun berurai air mata. Istrikupun demikian.  Fajar menjabatkan tangannya. Wali hakimpun menerima jabatan tangannya. 

     “Tuhan, aku tahu ini tak mudah untukku, tapi ijinkan aku untuk tetap tersenyum
     dihadapan mereka. Memberikan doa yang tulus. Merawat, membesarkan,
     menjaga dan menyekolahkannya sudah aku lakukan hingga mengantarkannya ke
     hari pernikahnnya. Semua ini hanya titipanmu yang harus aku jaga.”
     “Bagi orang lain ini terlihat aneh. Mengapa bukan aku yang berjabat tangan
     dengan Fajar. Iya, aku bukanlah ayah kandung Rahma. Kami hanya dititipkan
     Tuhan untuk menjaganya dari bayi hingga dewasa. Istriku, Dean tidak bisa
     memberikan aku  keturunan. Tapi aku tak pernah menyesali karena aku telah
     memilihnya untuk mendampingi sepanjang hidupku. Aku bahagia memiliki istri
     seperti dirinya. Kuat, tegar dan ikhlas. Bagiku dia istri yang luar biasa.“
     “Mungkin hari ini adalah hari terberat yang harus dia rasakan, melepas putri
     kesayangannya. Sekali lagi aku bahagia karena memiliki Dean dan Rahma.”

Fajar mengucapkan dengan sangat fasih. Aku melihat Rahma menatapku lama sekali. Mengisyaratkan bahwa, dia akan baik-baik saja. Setelah selesai, Rahma beurai air mata sesekali dia menatapku dan memberikan senyuman.

“Ayah,,, terima kasih banyak.  Aku pernah berharap ayahlah yang bisa menjabat tangan Fajar. Melepaskanku dan memberikanku pada Fajar, tapi aku tahu Tuhan selalu memberikan kebahagian yang tak pernah diduga oleh kita. Ayah dan Bunda tahu tidak apa itu? Memiliki kalian itu hal yang paling indah yang tak pernah terpikirkan olehku. Aku tahu dan aku menerimanya dengan penuh kebahagiaan. Terima kasih atas semua pelajaran hidupnya. Aku ingin sepertimu, Bunda. Sekuat batu karang menghadapi kerasnya kehidupan. Aku ingin sepertimu, Ayah. Setulus engkau mencintai bidadari-bidadari hidupmu.”

Itu mengapa aku selalu bersyukur walau aku selalu berharap aku bisa menikahkan anakku sendiri. Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah dari hari ini.  J
Aku menitipkannya padamu, Fajar. Jaga dia seperti aku menjaganya. Menjaga hati dan senyumnya... 


gambar dari: https://gedubar.com/wp-content/uploads/2016/12/kaper-ayah.jpg