Boleevud Bukhaar

Jikalau nama saya dijadikan aksara India akan seperti ini देवी फैबिओला स्यह्फ़ित्री (silakan terjemahkan sendiri) yang berarti nama kepanjangan saya. Kono katanya kalau dulu Ayah saya termasuk penggemar dunia Bollywood maka nama sayapun menjadi Devi. Sri Devi adalah aktris Bollywood yang "hits" di jaman ayah saya dan cantik pula. Semoga cantiknya tak kalah jauh dengan saya.. haha Mungkin sejak nama itu lahir dan melekat di dalam diri saya maka secara tidak sengaja saya juga akan menyukai dunia Bollywood. he.he. 

Kecintaan saya sama Bollywood mengalir begitu saja, sama seperti abeGe pada umumnya yang menyukai Korea atau Hollywood. Sejak duduk di Sekolah Dasarpun saya sudah menyukainya. Jika saya dihadangkan dengan dua film, Korea atau India saya akan memilih nonton film India. Banyak juga yang "menganehkan" kesukaan saya terhadap Bollywood, mungkin karena India. Mungkin karena sudah tak banyak anak-anak muda yang suka nonton India. Selain karena para aktor dan aktrisnya, jalan cerita dari film India itu menarik dan selalu berhasil membuat saya berkaca-kaca atau bahkan menangis. Nah kalau genre Action kerap membuat saya juga jatuh cinta sama pemerannya dan keren banget.  Seperti Amitha Bachchan, Ajay Devgan, Akshay Kumar, Shahruhk Khan, Hrithik Roshan, Aamir Khan, Salman Khan, Saif Ali Khan, Arjun Rampal, Abhishek Bachchan dilanjut generasi kece-kece sekarang Sidharth Malhotra, Rabir Kapoor, Imran Khan, Aditya Roy Kapoor, Ranveer Singh, Arjun Kapoor, dan lainnya. Aktris seperti Madhuri Dixit, Kajol, Aishwarya Rai, Rani Mukerji, Kharisma Kapoor, Kareena Kapoor, Priyanka Chopra, dilanjut generasi Katrina Kaif, Anushka Sharma, Alia Bhatt, dan banyak lagi... 

Buat saya India adalah salah satu negara yang akan saya jelajahi nanti. Ingin mengunjungi Taj Mahal yang berada di Agra, India salah satunya. Sungguh Cantik sekali. Taj Mahal adalah sebuah bangunan moseleum di Agra, India yang sudah dikenal dan diakui sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Taj Mahal adalah suatu bukti cinta dan menjadi lambang keromantisan dalam biduk asmara sepasang kekasih. Cerita tentang asal usul dari Taj Mahal diceritakan kembali dalam sebuah serial di TV yaitu, Jodha Akbar.
aj Mahal adalah bukti cinta yang tak lekang oleh jaman. Bangunan ini menjadi perlambang keromantisan dalam biduk asmara sepasang kekasih.

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-taj-mahal-dan-kisah.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

google.com
 
https://afastar.files.wordpress.com/2013/02/qutab-minar.jpg
Menara Qutb Minar terletak di dalam kompleks arkeologi besar di daerah Mehrauli, Delhi. Qutb Minar itu seperti monumen perjuangan atau Monas di Indonesia. Menara Qutub adalah sebuah menara kemenangan, tower megah, yang juga berfungsi sebagai menara masjid. Bangunanya dipengaruhi oleh ciri khas Afgan yang kemudian digolongkan ke dalam arsitektur Indo-Islam. Sultan Qutubuddin memulai pembangunanya pertama kali tahun 1192, setelah mengalahkan kerajaan Hindu terakhir di Delhi. Qutb Minar^ adalah sebuah masterpiece dalam perjalanan arsitektur Islam. . Lalu ada pula Benteng Amber yang terletak di wilayah Jaipur, India ataupun Harmandir sahib biasa disebut sebagai “the golden temple” di Amritsar, Punjab. *semoga bisa segera ke sana* Aamiin
Qutb Minar adalah sebuah menara kemenangan, tower megah, yang juga berfungsi sebagai menara masjid. Bangunanya dipengaruhi oleh ciri khas Afgan yang kemudian digolongkan ke dalam arsitektur Indo-Islam. Sultan Qutubuddin memulai pembangunanya pertama kali tahun 1192, setelah mengalahkan kerajaan Hindu terakhir di Delhi.Sultan Qutubuddin adalah raja berdarah Turki dari Asia Tengah yang memerintah wilayah India barat laut dengan Delhi sebagai pusat pemerintahanya. Dia menjadi raja hanya selama empat tahun saja (1206 sampai 1210).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bobybahar/qutb-minar-bukti-sejarah-kemegahan-arsitektur-islam_5513f5298133110f52bc638b
Qutb Minar adalah sebuah menara kemenangan, tower megah, yang juga berfungsi sebagai menara masjid. Bangunanya dipengaruhi oleh ciri khas Afgan yang kemudian digolongkan ke dalam arsitektur Indo-Islam. Sultan Qutubuddin memulai pembangunanya pertama kali tahun 1192, setelah mengalahkan kerajaan Hindu terakhir di Delhi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bobybahar/qutb-minar-bukti-sejarah-kemegahan-arsitektur-islam_5513f5298133110f52bc638b
Qutb Minar adalah sebuah menara kemenangan, tower megah, yang juga berfungsi sebagai menara masjid. Bangunanya dipengaruhi oleh ciri khas Afgan yang kemudian digolongkan ke dalam arsitektur Indo-Islam. Sultan Qutubuddin memulai pembangunanya pertama kali tahun 1192, setelah mengalahkan kerajaan Hindu terakhir di Delhi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bobybahar/qutb-minar-bukti-sejarah-kemegahan-arsitektur-islam_5513f5298133110f52bc638b

Tidak hanya senang menonton film Bollywood, saya juga senang mendengarkan lagu-lagu India. Playlist di komputer kantor, laptop, handphone, atau bahkan jadi nada dering panggilan handphone pun adalah lagu India. Musiknya mendekati melayu dan tidak jauh beda dengan irama dangdut yang juga sering didengarkan oleh saya. Kebayakan lagu-lagu khas India ini berasal dari beberapa soundtrack film. Ya notabene film Bollywood terkenal dengan menari dan lagu-lagu di setiap filmnya bisa sampai 10 lagu. Nah lagu-lagu yang hits 2016 diantaranya adalah: Arijit Singh-Tum Hi Ho, Arijit Singh-Tere Bina Mein, Arijit Singh-Agar Tum Saath Ho, Armaan Malik-Sab Tera, Janam Janam – Dilwale, dan lain-lain. (silakan cek you tube) Saya menyukai lagu-lagu tersebut selain karena nada dan iramanya juga tertarik sama liriknya yang menusuk hati. 

Jadi kalau udah nonton India pasti bawaannya Baper (dibaca: bawa perasaan). Mungkin kasus ini akan lebih banyak dirasakan oleh para wanita single happy. hahaha.. Saya bisa luangin waktu seharian cuma buat nonton beberapa film India. Film bollywood ini sensasinya ada tengah dan menjelang akhir, begitu ditinggal rasanya tak ingin dilewatkan dan penasaran. Film-film bollywood ini tidak hanya menceritakan soal drama, romance, atau action saja tapi selalu ada makna disetiap ending ceritanya. Kalau yang lain lagi demam korea, saya demam bollywood.. Dan saat ini saya sudah menonton puluhan film bollywood dan saya akan tetap menyukainya sampai kapanpun..  hehehe *peace*

*namaste* धन्यवाद  


Tak Selamanya Sosmed itu Baik

Berawal dari percakapan saya dengan teman-teman di kantor mengenai fenomena endorse. Menceritakan tentang seseorang yang mengalami perubahan drastis dan mendapatkan keuntungan hanya dengan berfoto saja dengan memajangkan suatu produk lalu menghasilkan segepok uang. Siapa yang tidak tertarik yah. Ini fenomena kecanggihan teknologi juga. 
Endorsement (alternatively spelt "indorsement") may refer to: a testimonial, a written or spoken statement endorsing, promoting or advertising a product
Tapi yang lebih menarik saya bahas bukan endorse-nya tapi soal orang-orang yang mempergunakan kecanggihan teknologi dan media sosialnya. Singkat cerita dari obrolan siang itu saat makan siang. Saya penasaran untuk membuka satu nama yang ceritanya menarik untuk saya cari tahu. Sebut saja si mawar, perempuan yang hidup di kota yang jauh dari keramaian teknologi dan pergaulan masa muda yang ekstrem. Dulu sepertinya hidupnya tenang dan teratur serta pintar. Jauh dari fenomena kecanggihan teknologi. Untuk mengasah kemampuannya dalam sekolah akhirnya memutuskan untuk mengabdi di kota dengan sejuta perasaan, Jakarta. Perubahanpun banyak terjadi. Hijrah banyak orang menyebutkannya kini, namun ini menjadi konotasi terbalik. Hidupnya seakaan menjadi miliknya sendiri tak memikirkan orang lain bahkan mungkin orang tuanya. Kini seperti itulah hidupnya. Rambutnya yang dulu tertutup kain kini sudah terbuka. Bajunya yang santun menjadi baju yang semua orang dapat memandang tubuhnya. Kulitnya yang mulus kini berhiaskan lukisan-lukisan tubuh. Ucapannya yang santun menjadi seperti tak ada rem.

Bagi remaja yang ingin mengabdi di kota besar yang penuh dengan serba-serbi kehidupan bebas adalah suatu tantangan dan juga kekhawatiran bagi sebagian orangtua. Seperti pengalaman saya, yang sejak SMA memutuskan untuk migrasi ke kota Bandung tanpa orangtua. Tantangan bagi saya untuk tidak mengikuti gaya hidup "bebas" yang kebanyakan remaja, belajar untuk bisa melaksanakan kepercayaan orangtua, memilih teman dan menjaga kehormatan sendiri. Apalagi hidup tanpa awasan orangtua. Seketika berada dipergaulan yang akan salah langkah, setidaknya belajar sadar untuk menyadarinya. Mungkin saat itu kehidupan teknologi tak seekstrem saat ini. Tak ada media sosial setumpuk ini. Dulu hanya ada chatting di sebuah aplikasi Chat Room dengan ratusan pengguna dengan nama-nama alay, sebuah sosial media pertemuan teman pertama dengan fitur yang seadanya, dan hanya ada warung internet untuk bisa mengakses semua itu. Handphone mu terlalu "lemot" untuk kamu membukanya atau tidak bisa. Beruntungnya aku saat itu bisa hidup diantara "gaya hidup" yang menuntut untuk bebas semau gue. Kenakalan remaja saat itu masih dapat dicegah dan diluruskan. Tapi kini?

Teknologi membawa Mawar menjadi pribadi yang ekstrem. Semua orang bisa melihat apa yang disebarkan melalui semua media sosialnya. Gaya hidup dan pergaulannya menjadi tontonan anak-anak remaja. Bahkan menjadi "idola" bagi mereka. Mengunggah kegiatan sehar-harinya di media sosial yang ditonton jutaan bahkan ribuan pasang mata.  Apakah tak ada lagi tokoh idola yang bisa membawa perubahan lebih baik? Dia menuliskan dan memposting bagaimana hidup yang sesungguhnya. Bebas. Gaya pacarannya yang tak lazim, bebas layaknya budaya barat, cara pakaiannya yang tak sepatutnya, dan tulisan-tulisannya yang kasar mengintimidasi suatu golongan. Kepintarannya menjadikan ia kemudian salah langkah yang merubah segala kehidupannya. Lebih menikmati hidup seperti ini ketimbang mengasah kepintarannya dan melepasnya cita-citanya demi kebebasan semata. Miris sungguh miris. Mungkin telinga sudah bebal atas nasehat yang diberikan keluarganya, sudah tak perduli. Bahkan dia sudah tak perduli hujatan yang didapatkan. Saya yakin bahwa ada dorongan kuat yang menjadikan dia seperti ini. Ataukah sebuah obsesi? entahlah. Lebih miris lagi adalah ketika dia sudah diundang diberbagai radio, menceritakan penghasilan endorsenya yang berjuta-juta dan life style nya yang "bebas". Apakah patut didengarkan dan kemudian diikuti? hmhm.... Akankah kemudian akan menjadi "artis" dadakan, mengisi beberapa talkshow, membintangi sinetron yang kemudian dinonton anak-anak? Ketika sebuah komunitas akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan dengan tidak memperlihatkan kualitas yang baik. Aduhh entahlah akan seperti apa generasi ini. Ketika saya mengetahui soalnya ini saya tak hentinya menggelengkan kepala, beristigfar, dan menghela nafas. Apakah generasi muda saat ini sudah kehabisan ide? atau lagi-lagi teknologi yang lebih senang mengekspos kegiatan seperti ini daripada segudang prestasi anak-anak muda yang sehari saja beritanya sudah tenggelam?

Ini adalah salah satu contoh dampak buruk teknologi atau sosial media, terutama bagi kalangan anak-anak remaja yang masih "labil". Saya tak menyalahkan teknologi karena ini adalah perjalanan dunia yang semakin lama akan semakin pintar. Tapi apakah seburuk ini dampaknya ketika mata, telinga, dan hati tak lagi bisa sejalan baik? Siapa yang dapat disalahkan? Hmhm.. Mulailah dari diri sendiri, menyaring sendiri, saling memberitahu dan mengingatkan terutama bagi orangtua muda yang memiliki anak. Selektif menggunakan teknologi. Memberikan pengetahuan tentang teknologi apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Kini apapun bisa diakses melalui media apapun, ketika mereka tak diberi tahu ia akan mencari tahu sendiri tanpa penjelasan yang sesungguhnya. Maka sebelum mencari tahu, maka harus diberi tahu. Saya yakin bahwa semua ada positif dan negatifnya. Maka pergunakanlah teknologi atau sosial media ini dengan baik, misalnya sebagai tempat silaturahim bersama teman, sahabat, dan keluarga, wadah mengekspresikan tulisan dan pendapatnya, dan sebagainya. Maka ketika "kepintaran" kita dipergunakan dengan baik, saya yakin dunia akan lebih indah dengan teknologi. Teknologi tidaklah bisa memfilternya, tapi kita sendirilah yang bisa memfilternya :)


umairqureshi.com

  

Perempuan dan Kapan Kawin?

Tahun lalu saya pernah menulis tentang topik "Bicara Soal Jodoh". Kali ini saya mengambil topik yang akan menjadi hal yang sedikit 'sensitif'. Semoga tahun depan saya sudah bisa menulis tentang 'menikah'. :D haha Aamiin.. Lebaran adalah hal yang paling deg-deg an untuk menerima berbagai macam pertanyaan yang akan membuat hati kebul. Lebaran memang sudah lewat tapi lebaran berlalupun pertanyaan itu akan tetap ada. Pertanyaan apakah itu? "Kapan Kawin? atau Kapan Menikah"? 

Kapan Menikah? Itu akan menjadi pertanyaan terindah bagi para perempuan atau lelaki single yang sudah menginjak usia "matang" dikalangannya. Mungkin bagi sebagian laki-laki yang masih menginjak kepala 2 akan menanggapinya dengan santai. Masih 28 kok. Nanti aja usia 30 baru nikah. Pacar saya saja belum minta dinikahin. Namun bagi sebagian laki-laki lain mengatakan kalau usia 30 sudah terlalu matang untuk menikah. Saya tidak akan membahas ini pada pihak laki-laki. Mungkin yang lebih 'sensitif' membahas soal ini adalah kepada para perempuan diusianya. 

"Neng, kapan atuh nikah?" "Kapan Kawin tho, ndok"? 

Pertanyaan itu akan menjadi sasaran empuk bagi para perempuan yang belum menikah. Sebut saja usianya berkisar 25 tahun ke atas. Ketika pertanyaan itu diungkapkan reaksinya akan bermacam-macam. Ada yang menanggapinya dengan senyuman, bergegas pergi, mengalihkan perbicangan alias ngeles, ada yang tersipu malu, dan ada juga yang bersikap kurang bersahabat. Mulai dari pernyataan "doakan saja dapat yang terbaik", "Iya nanti yah", kalau engga sabtu ya minggu", "tahun depan", "jodohnya masih dirahasiakan", "semoga yang ini jodohnya", "cariin jodohnya dong..", "Aamiin", "engga tahu nih," atau banyak lainnya. Pertanyaan ini terkesannya sungguh sederhana, tapi berefek luar biasa. Ketika pertanyaan itu terus menghampiri di setiap kesempatan, tak sedikit mereka akan masuk ke kamar diam sejenak, lalu meneteskan air mata. so deep kan. Termasuk saya engga ya? hehe

Siapa sih yang tidak ingin menikah sesegera mungkin. Apalagi melihat para teman, sahabat, dan para sepupunya sudah menikah dan memiliki anak diusia mereka sekarang. Saat dulu mereka gemar menuliskan buku diary atau menuliskan target setiap tahunnya, pasti ada tertuliskan kata "menikah", dan tak sedikit juga target tersebut diulang-ulang setiap tahunnya. Kebanyakan orang tua, apalagi Ibu begitu khawatir apabila anak perempuan diusianya tersebut tak kunjung memiliki pasangan dan menikah. Takut 'kebablasan' katanya, tapi saya yakin setiap perempuan hal itu menjadi prioritas penting untuk mereka pikirkan. 

Banyak faktor sebenarnya yang membuat para perempuan enggan membahas soal tersebut. Ada yang sudah lama berpacaran kemudian mereka tidak ditakdirkan bersama ketika usia mereka sudah masuk kategori matang. Ada yang sudah lama berpacaran kemudian lelaki tersebut belum memberikan kepastian sehingga perempuan masih menunggu. Ada yang sedang mencoba menyembuhkan rasa patah hati karena ditinggalkan, putus, dsb ditengah usia yang sudah matang. Ada yang lebih selektif memilih calon pasangan hidup karena traumatik dalam kehidupannya. Ada yang mengatakan saya belum cukup 'siap' menjadi calon istri dan ibu kelak, namun bukan berarti ia tak ingin menikah. Ada yang sedang berjuang mencari pasangan hidup ketika masa lalu terus menghampirinya. Ada yang sedang berusaha memberikan pasangan hidup sesuai dengan yang diinginkan orang tuanya. Ada juga yang sudah 'mahir' dalam menghadapi situasi seperti ini.

Semua itu terjadi karena ada hal-hal yang menurut saya orang lain tidak tahu. Tidak semua perempuan terbuka soal ini. Para perempuan itu sedang berusaha untuk mewujudkan dan menjawab semua pertanyaan "kapan kawin". Banyak usaha yang mungkin sedang dia lakukan dengan jatuh bangun. Para perempuan yang notabene sudah sarjana, punya pekerjaan, punya usaha, usianya matang, apalagi yang akan ditanya, kalau bukan kapan nikah? heuheuehe soalnya sudah tak ada lagi pertanyaan yang bisa ditanyakan. Dibalik pertanyaan itu kadang hatinya begitu sensitif. Bagi para perempuan kebanyakan, ini menjadi begitu sensitif karena 'masa' mereka yang tak panjang, jikalau tidak menikah diusia yang masih muda. Banyak pertimbangan yang mereka pikirkan. Ada juga para perempuan yang menikmati hidupnya dengan selow namun siapa yang tahu dalam hatinya bergejolak untuk segera menikah. Nah, kalau diajak berbincang dengan para sahabat, mereka akan lebih memaknai pertanyaan "kapan kawin" dalam sebuah candaan dan motivasi. Termasuk saya ;) 

Saya menyukai petikan ini:
"jika berjodohtuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. termasuk "kebetulan-kebetulan" yang menakjubkan."  -Tere Liye

Bagi sebagian perempuan ketika dirasa semua sudah bagian dari garis hidupnya untuk ditakdirkan dengan laki-laki yang dulu tak pernah disangka, dia akan menerimanya dengan tulus bahkan akan sangat mencintainya. Saya percaya sekali bahwa Tuhan tidak pernah menolak doa-doa yang setiap kali diminta sama Hambanya. Tenang bu, semua pasti bahagia. Ibu teruslah berdoa dan bersabar. Jodoh itu soal tulang rusuk, kalau tidak cocok ya tidak akan pernah bersama bila dipaksa sekalipun. Ia takkan pernah tertukar karena sudah dipasang-pasangkan. Jikalau belum ada bukan berarti berhenti. Jikalau kami bukan dengan pasangan sekarang, mungkin yang lain itu paling baik yang diberikan Tuhan. Menikah bukanlah sebuah perlombaan, tapi bagaimana memaknai kebahagian itu saat bersama. Sekarang sih lebih kepada intropeksi diri. Harus lebih banyak ikhtiar, sabar, menyempurnakan ibadah, dan ini cuma masalah waktu saja toh? ;) Doakan saja. 

Jodoh sesaat lagi tiba ketika diri merendah. Ketika hati berpasrah. Hingga waktu yang telah ditulis di lauhul mahfudz itu membumi... -Setia Furqon Kholid
from google

Aku, Kamu, dan Jatuh Cinta

Aku mengikuti setiap detik waktu berjalan dan menikmatinya. Membiarkan semua rasa ini berlalu. Aku mencoba menjadi kamu. Menjadikan aku sebagai langitmu dan lautan untukmu, tapi kamu tak pernah mau menyelaminya. Aku berusaha membuat semua seakan baik-baik saja. Namun, kamu tetap tidak sedang baik-baik saja. Waktu itu takkan pernah berulang kembali dan takkan pernah kembali. 

Kemudian sejenak aku tersadar tentang apa yang sedang aku rasa. Pikiran dan hatiku sedang tidak sepadan. Kadang ingin melepaskan diri dari sentuhan alam. Namun, aku sadar bahwa waktulah yang membuat aku yang akhirnya jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada kamu tanpa bersyarat. Bukan melihat dari mataku tapi pada hatiku. Perlahan aku mencoba membuatnya untuk memudar tapi aku tetap tidak bisa. Angin itu terlalu kencang jika aku berjalan sendiri. Aku akan terhempas jauh entah akan berujung ke mana dan mungkin kamu tetap takkan pernah mencariku.

Kamu tahu? jika perasaan ini menyiksa?. Ketika kamu membiarkan semua suratku tanpa satupun kamu baca. Ketika kamu lebih mementingkan kesendirianmu daripada orang yang begitu tulus membantu membuat pelangi di hidup kamu. Ketika ada orang membantu menyembuhkanmu saat lukamu terlalu membekas. Ketika kamu tak mau melangkah tapi ada orang yang mau menggenggam tanganmu untuk menghadapinya bersama?. Ketika kamu merasa kesepian ada orang yang mau tertawa denganmu menghabiskan cerita tawanya bersamamu. Dan ketika kamu tak bisa bertanggungjawab atas semua perasaan ini karena aku belum sanggup menghentikannya.

Aku berusaha untuk membuatnya menjadi salah karena aku tahu bahwa matamu sudah buta karena luka. Tapi dengarlah bahwa kamu takkan pernah menemukan pelangi jika kamu tidak pernah kehujanan. Dengarlah setiap tetesan airnya, ada air mataku yang jatuh saat kamu sedang asyik menikmatinya. Terdengar tidak? Aku rasa kamu takkan pernah mendengar dan tak pernah tahu karena telingamu sudah tertutup kenangan. Bukalah sedikit walau terasa seperti ruang kosong. Aku ada untuk mengisi setiap sudut ruang itu. Percayalah...

Maaf jika aku lancang menjatuhkan hatiku padamu. Aku berusaha untuk menahan semua rasanya tanpa berujung jatuh cinta. Aku sungguh tak tahu pada siapa aku jatuh cinta. Bagiku rasanya sulit untuk bisa menjatuhkan hati. Aku berharap jatuh cinta padamu kali ini adalah bukan sebuah kesalahan. Setelah sekian lama aku berusaha menghiraukannya. Aku akan tetap berusaha membuat pelangi itu ada jika kamu sudah siap kehujanan. Aku akan jadi angin ketika sayapmu terasa berat karena tak sanggup terbang sendirian. Dan ketika kamu telah siap mencariku, aku berharap itu kamu sedang jatuh cinta padaku tanpa syarat, bukan karena kamu terlambat menyadarinya. Namun, jika aku tak pernah kamu temukan, jangan tanyakan pada hujan kenapa aku tak pernah lagi ada.... Semoga Tuhan sedang tidak membiarkan aku jatuh cinta pada orang yang mahir mematahkannya... Dan semoga itu bukan kamu....


@dudepanai
Bandung, 20 Juli 2016
16:16 WIB




Berhenti

Saat itu aku mengenalimu tak cukup lama. Aku mengenalimu hanya sebatas pandanganku. Aku menyadari bahwa ada jarak di antara aku dan kamu. Tapi setiap hari aku melihatmu walau hanya pada ujung mataku. Hari demi hari begitu saja aku lewati tanpa aku merasakan apapun. Setiap hari aku hanya mampu menyapamu dengan senyumku, lalu kamu membalasnya dengan sedikit senyum di ujung bibirmu yang indah. Tak apalah. 

Hari demi hari berlalu, aku merasakan seperti ada yang berbeda. Ada sesuatu yang membuatku seakaan tak berdaya.  Aku mengagumi dalam diam. Aku menggagumi dalam jarak. Karena semua ini seakaan tidak mungkin dan tidak mungkin. Sejak saat itu aku merasakan debaran jantung yang kencang saat aku melihatmu, walau hanya sebatas melihat punggungmu saja berjalan melewati mataku. Pandanganku seketika itu hitam. Seakan-akan aku ingin terjatuh, jatuh sejatuh-jatuhnya. Aku tersadar mungkin ini hanya perasaanku saja.

Ratusan hari yang telah aku jalani, kini setiap hari aku merasakan perasaan yang tak seharusnya ada. Kini aku mengenaimu lebih jauh. Sebelumya aku memang tak menyangka bisa menjatuhkan hati padamu "kembali". Setelah sejak itu aku menjauhkan hati untuk kembali jatuh padamu. Aku berusaha untuk tak lagi mengagumi dan meletakkan kamu dalam ruang ini. Kamu yang hanya aku kagumi dalam diam, sejak pertemuan itu. Kamu yang seharusnya tak pernah ada dalam celah ruang hatiku yang kecil. Kamu mengisi celah hati yang tak pernah aku dapatkan dalam ruang besar hatiku. Tapi aku menyadari ini kesalahan, kesalahan yang indah yang pernah aku lakukan dan rasakan. 

Hari itu seakaan aku berada dalam lingkaran yang tak bisa ku dapatkan garis lurus. Aku dan kamu berlari dalam lingkaran itu, berputar-putar di keadaan yang sama. Keadaan yang seharusnya tak pernah ada dalam kehidupanku. Aku menyadari seberapapun kita mendekatkan tetap ada jarak yang takkan pernah bisa terelakkan. Keadaan yang indah ini akan menjadi luka dan juga kenangan. Ketika keadaan semakin menyesakkan, akulah yang harus siap menghentikannya. Berhenti dalam lingkaran yang takkan pernah menemui garis yang lurus dan keluar. Berhenti untuk tidak lagi merasakannya dan meneruskannya. Berhenti untuk berada dalam ruang yang menyesakkan tanpa udara. Sesak dan penuh. Aku tahu ini menyisakan sesal namun keadaan ini akan menjadi baik dalam ruang yang salah. 

Aku hanya mampu memilikimu dalam pandangan dan hatiku, begitupun kamu. Dan ketika aku harus memilih, aku memilih untuk mengagumimu dalam diam saja. Cukup aku saja yang tahu. Aku menyadari bahwa kita tak pernah bisa mencintai tanpa terluka. Maaf karena telah menjatuhkan hati padamu dan hanya sebatas jatuh tanpa bisa memiliki....... 


-dedepanai-
Bandung, 8 April 2016

https://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xtp1/t51.2885-15/e15/11142349_1592623854352612_215061694_n.jpg


Ruang Rindu dalam Ratusan Hari

Aku menyadari bahwa aku tak sepenuhnya sanggup. Sanggup menahan ini semua ini sendirian. Sanggup menahan rasa yang aku takkan pernah tau kapan ini akan berhenti. Aku sedang tidak berusaha untuk memaksa melepaskannya atau bahkan terus membuat rasa ini dalam kekosongan. Berulang kali aku mengisinya dengan yang lain tapi tetap berbeda, karena ini takkan pernah sama. Aku terus berusaha dan terus berusaha. Entah apa yang sedang terjadi padaku. Waktu sudah membawaku pergi jauh tanpa harus meminta untuk kembali..

Tahukan bahwa ini begitu menyiksa? Rindu dan semua kenangannya. Aku sudah mencoba untuk membiarkanmu pergi jauh dari ruang ini, tapi masih tetap saja ada yang tertinggal. Jejak perasaan. Ratusan hari sudah aku lalui, tapi ini masih terasa walau hanya setitik. Adakah sesuatu yang lain? Pengganti ruang ini? 

Ajarkan aku untuk bisa sepertimu. Ajarakan aku untuk membuatnya seperti tidak pernah ada. Kamu mengajarkan aku untuk tetap diam di sini. Jangan mengikuti sampai kamu memberikan tanda disetiap langkahmu. Aku mengikutimu tapi aku tak mengikuti arahmu. Aku takkan pernah menjadi aku ketika ruangmu sudah terisi dengan penuh. Setiap cahaya di sana takkan pernah mengenaliku,jika kamu takkan membuka pintunya. Aku mengiyakan pintamu dan aku ingin semua terlihat tak ada jeda, tak pernah ada, dan semua baik-baik saja. Kamu meninggalkanku di sini, di ruang ini.

Ruang ini begitu penuh partikel hidrogen dan helium yang bisa membawa aku melayang-layang. Ketika ruang ini kembali membawaku mundur dalam ratusan hari yang lalu. Aku bahagia dan kemudian terhempas di ruang yang sama. Melayang...Ketika aku melihatnya bukan dirimu dalam ruang lain, seakaan usaha yang aku lakukan ratusan tahun seperti tak berarti. Aku kembali dalam ruang yang penuh sesak, tapi aku tak bisa berteriak.

Aku menyadari bahwa kita tak pernah bisa mencintai tanpa terluka, tapi aku bisa mencintaimu dengan luka tanpa pernah kembali ku miliki. Kita pernah ada tapi kini ruangmu sudah terisi penuh tanpa celah.  Aku takkan pernah berani kembali berjalan yang sama dengan aku mencintaimu dan aku tak ingin ada yang terluka, cukup aku, walaupun dia tak pernah tahu siapa aku. Aku hanyalah aku. Aku yang pernah ada tapi tak pernah kamu lihat sejak hari itu. Aku takkan memaksa tapi akupun takkan berusaha. Aku bukan tak bisa berlari tapi aku senang berjalan cepat dengan memandang sekitarku. 

Aku hanya bisa menitipkan setiap titik rindu ini dalam untaian doa yang ku titip pada-Nya. Semoga DIA bisa menyampaikan dengan ruang dan cahaya yang lain untukmu... Maaf atas segala kelancanganku merindukanmu dalam ratusan hari yang sudah ku lewati...

-dudepanai-
Bandung, 6 April 2016
12:05 WIB
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/564x/6c/d2/24/6cd2242e1c58bcbd5ae073b5254d8c9b.jpg

Dan Kamu Punya Aku....

Saat pertemuan ini menjadi sebuah keadaan yang menyenangkan mungkin inilah yang dinamakan berjodoh. Kamu memulai untuk mengomunikasikan apa maksud dan tujuanmu. Berawal dari bicara canggung, itu hal biasa dalam sebuah pertemuan. Kemudian kamu mulai membalas semua komunikasimu dengan santai. Berbicara lepas dan penuh canda tawa. Mulai tak menemukan kecanggungan. Perlahan tapi santai semua keadaan ini menjadi kian adem. Membicarakan hal yang tak penting, mungkin. Saling bertegur sapa, bertanya tentang suatu hal, mulai berbincang ke arah hubungan yang lebih erat.

Kamu memulainya dengan sekedar saja, bercerita tanpa koma dan juga titik. Aku yang dengan ketulusan memulai untuk meresponmu dengan baik. Mungkin ini menjadi awal yang baik dari pertemuan kala itu. Lalu pertemuan ini kian berulang, walau hanya sebentar saja tapi terasa 24 jam. Tanpa sadar hal-hal itu menjadi di luar kesadaran kita. Semoga bukan hanya aku yang merasakannya. Ini memang terasa begitu singkat. Aku berharap kamu tak menyalahkannya. 

Sepanjang perjalanan ini aku berusaha untuk tetap seperti aku. Aku akan terus membantumu melepaskan semua yang menjadi kekhawatiranmu. Aku mungkin bukan seperti apa yang kamu inginkan, tapi aku akan berusaha. Berusaha untuk membuatmu yakin bahwa semua yang bahagia itu masih ada. Kamu takkan pernah sendiri, sendiri merasakannya. Aku punya bahu untuk kamu bersandar. Aku punya mata untuk membantumu melihat indahnya dunia. Aku punya senyum untuk menyembuhkanmu. Aku punya tangan untuk menggengam tanganmu dan berjalan bersama. Dan kamu punya aku. Aku yang bukan siapa-siapa. 

Bandung, 22-03-2016 @dudepanai


7-themes.com

Seperti Roda Baru

ohhh ini seperti kembali pada masa-masa itu
tiba-tiba perasaan ini mengalir tanpa sebab 
perasaan yang aku tak pernah tahu seperti apa
apa mungkin jatuh cinta?
ataukah hanya sebatas perasaan seketika?
aku berharap ini bukan sementara.....

Tuhan apakah aku jatuh cinta kembali?
Aku sampai lupa bagaimana rasanya jatuh cinta
Apakah hati berdebar-debar?
Hati terasa nyaman?
atau Rasa gelisah karena tak ada kabar berita?
Apa ini yang namanya jatuh cinta?

aku mungkin terlalu terlena dalam rasa masa lalu itu
terbenam dengan semua luka yang tak kunjung ada penawarnya
selalu keluar dalam genangan masa lalu 
berenang terus sampai tepi perasaan
hingga aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta lagi
 
kini.... aku belajar untuk terus mengayuh kehidupan tanpa memundurkannya
aku belajar untuk membuka mataku untuk melihat betapa indahnya dunia
aku belajar untuk membuka tanganku betapa indahnya menggenggam
aku belajar untuk menggapai walau langit itu masih terlalu tinggi
dan aku belajar untuk memahami ketika semua tak sesuai harapanku

kini.. aku belajar
belajar menerima
belajar memahami
dan belajar memaafkan

belajar menerima kehadirannya yang penuh dengan masa lalu
belajar bersama mengikhlaskan semua masa lalu
belajar bersama mengayuh roda baru

aku takkan menyerah 
aku takkan berhenti untuk belajar bersama
dan aku takkan berhenti untuk membuat tawa bersama
agar semua terlihat baru
walau aku masih tak tahu
akan berlabuh dan berhenti di mana dan pada siapa
aku akan tetap berusaha.....


-di sudut meja-
Bandung, 10 Desember 2015 09:11 WIB

http://s9.favim.com/orig/140627/

Karena

karena tidak cukup melalui kata-kata...
karena tidak cukup dengan sikap...
karena tidak cukup dengan alunan lagu...

karena rindu itu seperti angin
bisa berhembus kencang bisa berhembus pelan

karena rindu itu udara
dapat dirasakan tapi tak dapat dilihat

dan rindu itu ada
ketika tak mampu mengungkapkan
tapi mampu mendoakan dari jauh..


dibalik keheningan gemuruh

Bandung
07-08-2015

http://hospitality-agency.com/



Selamat Ulang Tahun #dedeph

Mungkin itu kenapa Allah menciptakan waktu yang berputar supaya kita merasakan selalu perubahan di dalam hidup kita. Waktu itu berputar semakin lama semakin cepat, tak mengenal lelah tanpa mengeluh. 

Hari ini adalah hari di mana saya menempuh usia yang baru. Usia yang tak lagi muda tapi tetap merasakan muda. Dua puluh lima, usia yang harus semakin dewasa. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kaki ini. Perubahan hidup dari usia satu ke usia yang lain, semoga Allah menjadikan aku orang yang selalu bermanfaat, semakin dimudahkan untuk meraih impian dan masa depan, dimudahkan segala urusannya, dilimpahkan selalu rejeki dan keberkahan,dan didekatkan dengan orang terbaik pilihanMu yang akan menemaniku setiap hari sampai akhir masa. Perjalanan hidup yang berwarna itu semoga menjadikan aku sebagai orang yang semakin dewasa dan selalu mencintai jalan kehidupan yang bahagia dan penuh tantangan ini.

Terima kasih atas limpahan berkah dan kasih sayang kepadaku yang tak ternilai. Doa yang senantiasa dipanjatkan oleh orang tua dan orang-orang terdekat, semoga semua itu terwujud. Saya sadar bahwa usia ini tak lagi muda tapi saya percaya bahwa Allah akan memberikan waktu dan tempat yang terbaik bagiku. Terima kasih Ya Allah telah menghadirkan orang-orang yang memberi kasih sayang yang tak terhingga dan mencintaiku tanpa batas. Kado yang indah di tahun ini adalah doa. Doa yang tak henti-hentinya tercurah.

Terima kasih buat keluarga, sahabat-sahabat, dan teman-teman atas semua doa dan kasih sayang yang diberikan untuk saya. Semoga berkah itupun melimpah kepada kalian semua. 

Selamat ulang tahun. Barakallah fii umrik.  *25*

I Love You All.. 

Bandung, 23 April 2015.
with love
Devi Fabiola Syahfitri a.k.a dedeph a.k.a pipit 
:)

http://google.com

Trip To Pulau Pari (2): Snorkling Time

Tibalah saat yang dinanti pada saat jam 2 siang. Saat semua orang menghindari pantai diterik matahari begini, kami memutuskan untuk menikmati air pantai dan masuk ke dalam laut mengikuti ikan berjalan. Yess.. Time to snorkling. Pak Rahmat sudah membawa alat-alat untuk snorkling dan kami sudah siap untuk berkelana. Beliau mengatakan bahwa kita akan snorkling di tengah laut. Kami menuju ke sana menggunakan kapal tradisional. Sebelum beraksi di sana alangkah baiknya untuk kita berfoto bersama dulu lengkap dengan peralatan snorklingnya. Sayangnya hanya beberapa keluarga saja yang ikut snorkling, beberapa keluarga yang lainnya menikmati home stay atau sekedar berkeliling pulau ini.





 






Sebelum meluncur untuk snorkling kami diberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan dan bernafas di dalam air. Kami sudah tidak sabar lagi mengarungi lautan yang luas ini. Bukan hanya kami saja yang berada di daerah sini namun ada beberapa wisatawan lain yang sudah asyik berenang ke sana kemari. 

Awalnya saya takut karena tanpa kacamata saya tidak bisa melihat jelas yang ada di sekitar. Namanya juga traveling harus siap dengan segala kondisinya. :D Minimal masih bisa lah yang terlihat di depan mata. Satu per satu sudah mulai turun dengan peralatannya. Ada yang ekspresi takut, ada juga yang ekspresi gelisah dan ada juga yang ekspresi gembira. Kapan lagi bisa menikmati snorkling seperti ini. Ini juga bisa jadi terapi kita, untuk melepas kejenuhan setelah bertahun-tahun bekerja tanpa refreshing. Lupakan lah pekerjaan, sibukkan diri dengan liburan! ayeee! 















Ini pengalaman pertama saya untuk snorkling. Setelah sebelumnya gagal selalu karena satu dan lain hal. Rasanya bahagia. Saya menikmati keindahan Allah yang ternilai, bisa berenang, menyentuh ikan-ikan yang ada di sekitarnya. Masya Allah.. Indah... 

Sekitar 2,5 jam sudah kami berada di dalam air laut. Rasanya belum puas. Ingin sampai esok hari kalau perlu, namun hari sudah mulai gelap. Jangan sampai terlalu petang, karena ombak air laut cukup tinggi, maka dari itu kami harus meninggalkan snorkling lalu melanjutkan perjalananan menuju pulau kecil di tengan pulau Pari ini. Pulau tikus namanya. Dinamakan tikus karena pulaunya mirip dengan tikus dari kejauhan. :D Tempatnya tidak jauh dari kami bersnorkling yaitu sekitar 15 menit masih menggunakkan kapal yang sama. 
Pulau yang masih bersih dan banyak ditumbuhin pohon bakau ini adalah pulau yang nyaman untuk disinggahi. Saya sih berpikir kalau pulau ini sudah ada yang memiliki, karena terlihat bersih dan terawat.










Anak-anak masih asyik untuk bermain pasir di sini. Mereka masih enggan untuk kembali ke homestay, tapi Pak Rachmat menyuruh kami kembali karena waktu sudah menjelang magrib. Sepanjangn perjalanan kamipun masih menikmati sunset walau tak utuh dengan nuansa gelombang air yang menggoyangkan perahu kami sambil kami tertawa lepas.


Setelah melakukan perjalanan panjang, kami segera membersihkan diri. Lalu bersiap untuk acara malam dan acara bebas sepanjang malam ini. Menjelang jam 20.00 rasanya badan saya tak kuasa untuk direbahkan, dan akhirnyapun kami semua tepat dipelukan kasur yang empuk heuheu. Dibangunkan sekitar jam 21.00 malam matapun tak kunjung terbuka. Kami mendapatkan fasilitas BBQ tepat di depan Pasir Putih Perawan, dengan nuansa angin malam, suara ombak, dan wangi ikan-ikan yang terbakar dengan susah payah saya membuka mata ini. 

Tampak di depan mata bahwa ada lapangan voli pantai yang sedang nganggur, saya dan teman-teman bermain di sana. Beberapa dari mereka masih mencoba untuk membakar ikan yang tak kunjung matang.. Bermain voli pantai di malam hari cukup mujarab membuat mata untuk "melek" kembali sambil tertawa-tawa riang.

Hari ini ditutup dengan kegembiraan yang tak terbendung. Menyenangkan! :D

..to be continue...


Trip to Pulau Pari (1): Liburan.....

Sebenarnya saya harus posting ini beberapa bulan kemarin, selagi ada waktu untuk menulis alangkah baiknya saya posting tentang liburan akhir tahun kemarin.

Beberapa bulan sebelum trip ini dilaksanakan, ibu-ibu dan bapak-bapak di kantor saya sudah merencanakan untuk liburan bersama keluarga. Setelah melakukan perundingan yang alot, akhirnya trip kali ini diputuskan untuk ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Tepatnya tanggal 25 Oktober 2014 kami memutuskan untuk berlibur bersama teman-teman satu unit. Kami memutuskan untuk menggunakan jasa travel, karena sebelumnya kami tidak pernah berkunjung ke sana, selain itu juga biar lebih hemat dan acaranyapun lebih terencana dengan baik. Berangkat dari Bandung sekitar jam 02.00 dini hari karena harus sampai pelabuhan sekitar jam 06.00 pagi. 


Setibanya di Pelabuhan, ternyata sudah banyak juga orang-orang yang sudah standby di sana dengan berbagai tujuan Pulau, seperti Pulau Harapan, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Tidung dan Pulau-pulau lainnya. Pelabuhan ini bernama Pelabuhan Muara Angke, pelabuhan yang notabene adalah pelabuhan nelayan untuk menangkap ikan atau tempat pelelangan ikan :D. Kapal yang kami gunakan juga kapal tradisional. Jumlah yang bisa diangkutpun bisa mencapai puluhan bahkan ratusan orang. Pukul 06.00 WIB kami sudah masuk ke dalam kapal tersebut, namun hingga pukul 08.00 WIB kapalpun tak kunjung berangkat, ternyata nunggu kapal ini penuh. Mungkin bisa diibaratkan kami seperti ikan pindang he..he.. 





Akhirnya sekitar jam 09.30 WIB kamipun berangkat menuju Pulau Pari. Dengan kondisi yang sudah mulai tak tentu arah, ke kanan salah ke kiri pun salah, belum lagi sinar matahari yang tersenyum lebar. Tapi, buat saya keadaan seperti ini terbayar dengan  melihat laut lepas sepanjang perjalanan. Bersyukur karena masih bisa menikmati keindahan ini. Sebenarnya kalau membawa anak kecil disarankan untuk tidak naik kapal ini kasihan, karena dengan kondisi yang tak semestinya. Mungkin karena kami berangkat di saat liburan panjang juga. Ada kapal cepat yang jauh lebih mahal yang standby di Pantai Marina Ancol. Namun, bagi saya sih ini traveler yang menyenangkan, menikmati saja. :) 





Sekitar pukul 11.30 WIB kapal kami berlabuh di dermaga Pulau Pari. Kesan pertama sih panas, lapar dan pusing. ha..ha.. Namun setelah turun sih Alhamdulillah sampai juga dengan selamat. Travel agen nya pun sudah menyambut kami dengan baik, kami siap menuju tempat peristirahatan sambil menunggu jam makan siang. Paket Travel ini sudah All in One, jadi kami hanya menunggu panggilan mau ke mana, tujuan selanjutnya :D Home stay kami alhamdulillahnya ber-AC, jadi gak merasa kepanasan. Home stay di Pulau Pari bervariasi ada juga yang hanya menggunakan kipas angin. So, ini mungkin para traveler hemat yang ingin menikmmati serunya traveling dalam segala macama kondisi hehe


Home Stay


Setelah makan siang, kami dipersilahkan untuk melakukan kegiatan bebas sebelum menuju kegiatan berikutnya. Kamipun menggunakan sepeda menuju pantai-pantai disekitar yang indah dan berpantai putih. Kalau sudah sampai sini harus siap dengan kulit yang eksotis. Bersepeda di siang hari yukk!! Beberapa sepedapun konvoi, sayangnya kami mendapatkan sepeda yang nggak semuanya bagus. Bahkan saya mendapatkan sepeda tanpa rem dan rantai yang sering lepas. Untung mantan montir cantik, keadaan seperti ini sudah biasa haaha..haa.. 


Berkeliling pantai menggunakan sepeda tak lupa untuk selalu eksis di depan kamera. Kali ini yang bersepeda hanyalah para perempuan sedangkan bapak-bapaknya sedang asyik menikmati terik matahari, kopi dan rokok :D Yuukk tancap gas ibu-ibu dan adik-adik hehe. Ada satu pinggiran pantai yang sunyi, pasir putih dan airnya masih bersih. Suasana ini enak sih kalau saat "galau". Menikmati pantai dan air kelapa serta tiduran diatas ayunan pohon. Kami pun menemukan teman spongebob yaitu patrick di pantai ini. Yeaahhh!! akhirnya saya menemukanmu wahai patrick. 

Sebelumnya, pihak travel mengutus satu orang bernama Pak Rahmat warga sekitar yang menemani sepanjang perjalanan kami di Pulau ini. Pak Rahmat bilang kalau sekitar jam 2an kita harus kumpul untuk kegiatan selanjutnya... 
Apakah itu? :D

..to be continue..



 







PATRICK!!!!




 
Diberdayakan oleh Blogger.