Senin, 20 Oktober 2008

Ada Tips...

Posted by with No comments

Tips Penting: Jangan Sering Memangku Laptop

Rabu, 1 Agustus, 2007 oleh Alfons Tanujaya
Walau namanya “laptop” yang berati “sesuatu yang diletakkan di atas pangkuan”, ternyata laptop tidak disarankan untuk dipangku. Justru memangku laptop menyebabkan kecelakaan fatal. Mengapa bisa begitu? Berikut beberapa kiat memilih dan menggunakan laptop.
Siapa yang tak ingin punya komputer jinjing alias laptop. Di era serba terkomputerisasi sekarang ini, pastinya nyaris setiap orang ingin punya laptop. namun dalam memiliki atau membeli laptop tidak bisa sembarangan saja. Ada beberapa tips yang harus diperhatikan jika ingin aman dan nyaman.
Tips Membeli Laptop
Laptop jika dilihat dari definisinya adalah “sesuatu” yang diletakkan di atas(top) pangkuan (lap). Tetapi jangan terlalu sering meletakkan laptop dipangkuan, karena banyak kasus pengguna Laptop yang mengalami kecelakaan karena memangku laptop. Kasus yang sempat menyeruak adalah bagian vital yang melepuh terluka karena terpapar panas yang berlebihan dari laptop terus menerus. Tidak tahu apa yang sedang dilakukan dengan laptop itu, apakah main game yang seru banget atau memang kerjanya serius banget sampai-sampai tidak berasa kalau perangkatnya melepuh. Dalam kenyataannya, laptop lebih sering diletakkan di atas meja daripada di pangkuan.
Laptop VS PC
Jika Anda pengguna PC yang haus performa seperti pengguna aplikasi desain grafis, sering mengkonversi film dan maniak game yang haus performa, kelihatannya pilihan terbaik untuk Anda adalah PC dengan memori tinggi dan kartu grafis teranyar. Saat ini laptop grafis yang paling canggihpun masih kalah cepat dibandingkan dengan PC rakitan, selain harganya juga sangat tinggi.
Sangat tidak disarankan Anda untuk menukar PC desain grafis atau ajang pertempuran Counterstrike dan Warcraft Anda dengan laptop. Salah satu alternatif yang dapat Anda lakukan jika Anda pengguna PC adalah mengganti CRT (Cathode Ray Tube) monitor dengan LCD (Liquid Crytal Display) monitor yang lebih hemat listrik dan lebih nyaman bagi mata, tetapi pada beberapa aplikas kecepatan tampilan LCD monitor masih kalah dibandingkan dengan CRT.
Jika Anda pengguna komputer yang sedang-sedang saja dan menggunakan komputer untuk kegiatan mengetik skripsi, mengerjakan laporan keuangan, coding , mendengarkan musik, main game yang tidak haus resource dan main internet, ada pertimbangan menarik untuk Anda. Jika Anda membeli komputer dengan layar CRT 15” konvensional yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk menghemat listrik dan nyaman dimata Anda bisa mempertimbangkan untuk mengganti layar LCD Anda perlu menambahkan selisih US $ 80 (Rp. 720.000,-) dari monitor CRT. Jadi total biaya Rp. 3.8 juta Anda bisa mendapatkan PC yang “lumayan” hemat energi karena monitor LCD mengkonsumsi listrik jauh lebih rendah dari monitor CRT dan nyaman dimata.
Ada tips menarik yang dilakukan penulis ketika membeli monitor LCD, toko komputer menawarkan LCD baru dengan dead pixel dengan diskon 20 % dari harga yang tidak cacat. Garansi dan lainnya 100 % sama. Kalau cacat cuma satu titik saja, tidak masalah bagi penulis. Penulis langsung menyambar kesempatan ini dan sampai hari ini monitor 15 “ tersebut bertahan di meja komputer penulis tanpa masalah apapun. Tiap hari komputer tersebut digunakan rata-rata 5 jam untuk main game dan kegiatan lainnya.
Jika Anda memiliki dana sekitar RP. 5 juta, ada baiknya Anda pertimbangkan untuk membeli Laptop daripada PC. Betul, dengan 5 jutaan Anda sudah bisa mendapatkan laptop merek bagus dan bergaransi seperti Toshiba, HP ,Compaq, Acer dengan performa lebih dari cukup untuk kegiatan “normal”, mengetik, internet, dengar lagu / MP3, nonton DVD. Kelemahan laptop ini adalah harganya yang lebih mahal dan sangat sulit di upgrade dibandingkan PC, tetapi keuntungannya juga tidak kalah banyak :
Laptop lebih ringkas dan mudah dibawa-bawa karena bisa dimasukkan ke dalam tas.
Laptop sudah datang dalam satu paket hardware yang terintegrasi dan seluruh bagian laptop digaransi oleh satu vendor saja. Dibandingkan PC Anda tidak perlu pusing memilih komponen atau merakit, dimana kelebihan PC rakitan bisa fleksibel memilih spesifikasi prosesor, VGA (Video Graphics Array) card, memory, harddisk, casing dst pada sisi lain menjadi kelemahannya karena umumnya setiap komponen disediakan oleh beberapa vendor / merek yang berbeda sehingga jika terjadi klaim garansi, Anda harus berhubungan dengan banyak vendor berbeda untuk setiap komponen PC rakitan.
Konsumsi daya lebih rendah. Laptop menghabiskan daya listrik rata-rata 45 Watt, bandingkan dengan PC dengan CRT monitor yang menghabiskan daya rata-rata 240 watt.
Laptop dilengkapi dengan baterai sehingga memungkinkan Anda bekerja menggunakan baterai laptop dan tidak harus menggunakan listrik (rata-rata baterai laptop dapat digunakan 1 – 2 jam tanpa dicolokkan ke listrik untuk penggunaan normal). Selain itu, baterai laptop juga berfungsi sebagai UPS (Uninterruptible Power Supply), sehingga ketika Anda sedang bekerja dan terjadi mati lampu, baterai laptop langsung menggantikan tenaga listrik dan mencegah komputer Anda mati dan mengamankan data Anda. Jika menggunakan PC, Anda harus membeli UPS yang harganya cukup mahal.
Pertimbangan lain adalah performanya relatif tidak kalah dengan PC dan tidak ada pengaruh signifikan untuk kegiatan komputer yang normal (lihat definisi normal di atas) non game grafis yang berat atau graphic designer. Dari sisi kecepatan, sebenarnya prosesor dengan kecepatan 1 Ghz sudah cukup untuk kegiatan komputer yang mendasar, ibarat kalau makan sudah memenuhi persyaratan 4 sehat 5 sempurna. Kalau Anda memiliki komputer dengan kecepatan lebih tinggi malah terbuang untuk aplikasi lain yang kurang bermanfaat seperti walpaper hi res yang keren, screen saver, animasi, program-program add on, animasi / html wallpaper dan tampilan lainnya yang bukan merupakan kebutuhan mendasar komputer dan hanya untuk menyamanan dan kenikmatan saja. Hal ini terjadi karena tuntutan industri TI yang selalu memberikan speed lebih tinggi dan dengan harga lebih murah.
Laptop Ringan
Jika Anda membeli laptop sebagai teman Anda bepergian, dalam artian laptop tersebut sering dibawa-bawa seperti untuk presentasi, pekerjaan keluar kota atau travelling, ada baiknya Anda mencari laptop yang ringan.Salah satu faktor utama yang menentukan bobot laptop adalah ukuran layar LCD. Jadi secara logika, laptop dengan ukuran layar 14“ tidak mungkin lebih ringan dari laptop dengan layar 12 “ karena bobot layar LCD 14 “ yang lebih berat. LCD monitor merupakan komponen utama dalam laptop dan produsen di dunia ini dapat dihitung dengan sebelah jari Anda dan produsen laptop sangat jarang yang memiliki pabrik LCD sendiri dan mayoritas membeli dari pabrikan LCD sehingga bobot layarnya tidak berbeda jauh.
Laptop kecil
Laptop Kecil
Jika LCD membatasi bobot laptop, apa yang membatasi miniaturisasi laptop ? Jawabannya adalah:jempol Anda. Sebagai gambaran dari industri selular, secara teknologi sebenarnya manufaktur mampu mengecilkan ponsel dari ukuran yang sekarang. Buktinya dari beberapa tahun lalu saja handphone sudah kecil dan sampai hari ini ukurannya tidak lebih kecil lagi. Yang jadi masalah adalah ukuran jempol manusia yang tidak bisa dikecilkan dan karena handphone digunakan oleh manusia, maka harus menyesuaikan dengan ukuran jempol manusia. Hal serupa juga terjadi dengan laptop, yang menjadi kendala dalam mengecilkan laptop adalah ukuran keyboard yang tidak bisa dikecilkan karena harus mudah dan nyaman digunakan manusia dewasa.
OS, dan Program Pendukung
Salah satu hal tambahan yang penting diperhatikan dalam memilih laptop adalah universalitas dan ketergantungan terhadap vendor yang serendah mungkin. Hindari vendor yang tidak memberikan CD instalasi OS original, karena hal ini akan mempersulit Anda jika menghadapi masalah dengan OS dan harus memformat ulang. Penulis juga mengalami harus bolak-balik ke service center dua kali hanya karena harus memperbaiki OS dan vendor tidak memberikan CD / DVD sebagai backup.

0 komentar: