Kamis, 10 Juni 2010

Teknologi, Video, Dan Anak-anak

Posted by with No comments
Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai video-video yang beredar didunia maya ataupun dunia penyiaran.
Kadang teknologi membuat kita menjadi lebih banyak tahu tentang pengetahuan, tetapi juga membuat lebih update pada bidang-bidang negatif misalnya video porno dan gambar porno.
Buat saya untuk umur yang diatas 18 tahun dikategorikan umur yang sudah bisa membedakan mana yg bener dan salah. Tapi kali ini saya sedih ketika media elektronik seperti penyiaran, internet terus menanyangkan berita itu berulang kali bahkan Pagi sampai malam hari nanti Justru, Tv lah yang membuat itu semakin membooming yang dengan mudah bisa dilihat oleh anak" dibawah umur.
Menurut Psichology :
Anak itu lebih bisa menerima dorongan teman atau lingkungan daripada keluarganya sendiri.

Saya pernah denger obrolan anak" kecil (SD-SMP) berkata seperti ini :
"Lo,dah liat belum videonya? wah ketinggalan cepetan unduh! "

Wah ketika saya mendengar hal tersebut, seakan-akan video itu seperti nonton film kartun sudah menjadi tontonan publik bahkan anak-anak dibawah umur terutama anak-anak SD - SMP.
Menurut saya, dengan beredarnya video diTelevisi adalah salah satu membuka akses anak-anak untuk selalu ingin tahu ,ada apa dengan video tersebut? apalagi itu video-video artis yang sering mereka lihat diTelevisi. Rasa keingintahuan lebih besar dibandingkan masyarakat pada umumnya.Yang saya sedihkan justru yang lebih mencari-cari informasi tersebut adalah anak-anak, sebagaiman orangtua menasehati bahkan memarahinya selagi mereka belum bisa mendapatkannya ,mereka tak akan berhenti. Nah, bagaimana orangtua mendidik anak" mereka adakah landasan agama diberikan? Didikan Agama itu ternyata sangat perlu karena mereka masih mengenal baik atau buruknya yang dilakukan. Namun hanya 40% dari 100% anak-anak pada era sekarang orangtuanya tidak memberikan pendidikan agama dari merka kecil, contohnya : belajar mengaji di masjid atau TPA.
Dan Menurut para Psikologi: Psikolog Alzena Masykouri dari Klinik Kancil mengatakan maraknya perbincangan video porno membuat anak-anak hingga remaja mengalami kebingungan sikap.

Kebingungan sikap ini jika tidak mendapat bimbingan akan membuat anak-anak mengira perilaku porno yang semula tabu ternyata jadi perbuatan yang biasa.
"Anak yang semula berpikir itu sesuatu yang tidak sopan tapi ternyata justru dilakukan dan direkam. Ini membuat mereka bingung," kata Alzena saat dihubungi detikHealth,(Selengkapnya) .

Hal lain yang bisa dilakukan adalah membatasi lingkungan anak dari hal-hal yang bisa memberikan dampak negatif pada anak. Jika mereka bisa mengoperasikan komputer sebaiknya memfilter internetnya agar situs-situs tertentu saja yang bisa dibuka serta memberikan pemahaman pada mereka tanpa membuatnya menjadi penasaran.

Oleh Karena itu sebaiknya Berita-berita di Televisi tidak menanyangkan video tersebut ,karena sama saja TV tersebut menyebarkan dan menginformasikan video tersebut.

Nah, mari kita jaga kembali moral anak-anak penerus bangsa , adik-adik, sepupu, saudara atau anak-anak kita.

Sekali lagi jangan salahkan teknologi, tapi bagaimana cara kita bisa mempergunakan itu dengan sebaik-baiknya karena teknologi juga kita bisa berkembang.. ^^

Semoga ini segera berakhir dan Memberitahukan mengenai prestasi-prestasi anak bangsa ini!!!....



0 komentar: