Senin, 14 Maret 2011

Susahnya Membatik

Posted by with No comments
Walau telat mengenai cerita ini gpp deh saya posting. he
"Ganesha Membatik" itu acara yang sudah saya ketahui sejak satu minggu sebelum acara itu berlangsung, tepatnya saat saya sedang berada di CFD Bandung. Di CFD tersebut saya banyak menemukan rekan-rekan Mahasiswa PSTK-ITB (Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa - ITB) berpencar untuk menawarkan acara ini yang bagi saya menarik, dengan menggunakan blankon (untuk laki-laki) dan baju batik. Logat mereka yang "medog" jawa kentel mengingatkan saya saat saya berdomsili di Jawa Timur beberapa tahun lalu. Trus bagiamana cara mereka berkomunikasi dengan orang Sunda yang identik dengan kelembutan tata bahasa dan suara, yang terkadang kami selalu tersenyum nyingir saat mereka berbicara, "lucu, medog banget!" kata salah satu teman saya yang ikut bersama saya Di CFD saat itu :D. Penasaran dan akhirnya saya membeli tiketnya ;)

Acara apa sih Ganesha Membatik ? Ganesha membatik merupakan acara membatik bersama di kampus ITB yang merupakan opening dari rangkaian acara tanggap warsa PSTK ITB yang ke 40. Acara ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan proses membatik secara tradisional mulai dari pembentukan pola, pencantingan, hingga pewarnaan. Saya nggak heran kalau kampus ini selalu membuat acara-acara menarik dan unik seperti ini. Amazing ! hehe

Hah hari Sabtu, 12 Maret 2011 saya harus bangun pagi-pagi buat ngikutin acara ngebatik ini, jarak rumah saya dan kampus ini cukup jauh kalau nggak macet ditempuh dengan waktu 30-45 menit kebayang ya kalau macet ! :(
Tepat jam setengah 9 saya sudah sampai dilokasi Ganesha Membatik, saya menunggu sahabat saya dan kakaknya karena dia nih yang ngajak saya ikutan ini, dia antusias sekali hehe. Dan ternyata panas sekali tempatnya tanpa terpal dan tanpa penutup karena kita bener-bener ngebatik di tanah lapang. Dengan bayar Rp 15.000 kita dikasih kain putih, pensil, alat mencanting dan sebuah kompor (yang ini nggak)he. Kita kebagian No 59 tempat ngamparnya (bukan tmpt duduk)dan di sana sudah ada Trainner yang standby. Dilakukan beberepa pengarahan oleh Trainner agar tidak terjadi kesalahan , maklum baru pertama membatik ;)

Pertama : Menggambar Pola atau Apapun di kain putih tersebut dengan menggunakan pensil

Kedua : Setelah menggambar selesai mulailah kita mencanting dengan alat canting.
Bahan seperti gula merah atau lilin dipanaskan di atas kompor sampai benar-benar mencair, fungsinya untuk menebalkan pola-pola yang digambar di atas kain dan untuk pewarnaan nanti, itu sebagai pembatas dari tiap gambar. Nah, Di bagian ini menurut saya adalah hal tersulit karena harus konsentrasi, harus super sabar dan harus teliti.

Ketiga : Setelah selesai masuk ke pewarnaan dengan cat air, ya terserah kita mau menggunakan warna apa , abstrak sekalipun ngga papa hee

Keempat : Kemudian dijemur di panas matahari agar warna dengan cat air itu sedikit kering.

Kelima : Agak kering, kain yang telah diwarna diberi Air Glass agar warna tidak memudar ketika dikeringkan

Keenam : Setelah kering kain tersebut direbus dan digulun-gulung didalam air, fungsinya agar lilin pembatas tersebut hilang dan berubah menjadi putih

Ketujuh
: Dijemur lagi, dan Hasilnya bisa dilihat ! Apakah benar bagus atau benar-benar berantakan hehe


Itulah sekilas tentang gimana proses ngebatik. Saya saja yang baru ngebatik di atas kain setengah meter itu saja susahnya bukan main. Betapa hebatnya ibu-ibu Jawa yang ngebatik dengan jumlah kain yang puluhan meter, betapa sabarnya mereka ^^,,

Dan yang saya tahu (denger dari MC nya) bahwa ngebatik itu ada sejarahnya , singkat cerita bahwa ngebatik adalah salah satu bentuk ke "galau-an" wanita/istri pada masa itu akibat ditinggal pria/suaminya dan saat mereka (pria) kembali kerumah melihat hasil batik tersebut mereka kembali jatuh cinta&mengagumi sosok wanita. Menurut mereka wanita adalah sosok yang indah :D hmhm
Itu mengapa batik sangat mahal karena proses pembuatan dan idenya pun nggak segampang yang kita pikirkan. Untuk itu, kita harus bangga punya Batik! :)

Terima Kasih atas Acaranya.
Dengan membatik,saya lebih banyak tahu tentang rasa sabar,ikhlas dan ngga boleh ngeluh.

Ganesha Membatik

0 komentar: