Kamis, 17 November 2011

Dibalik Euphoria #SeaGames 2011

Posted by with No comments
Euphoria #SEAGAMES2011 yang terjadi di Indonesia sungguh luar biasa. Pertama memang kita menjadi tuan rumah acara besar Asia Tenggara ini. Kedua memang kita haus akan medali-medali serta menginginkan juara umum Sea Games 2011 ini. Ketiga adalah antusiasme Warga Indonesia yang sangat megah. Nggak cuma disatu cabang olahraga tapi hampir semua cabang olahraga dan kalau ditanya masalah nasionalisme, kali ini saya acungkan jempol deh.  Kalau masalah olahraga, Indonesia itu Nasionalismenya masih melekat dan akan terus melekat. Kali ini saya nggak akan membahas masalah olahraga atau nasionalisme.
Indonesia itu menjadi tuan rumah SEA GAMES untuk kesekian kalinya. Tapi dibalik euphorianya itu terselip kesedihan dan rasa prihatin. Contohnya : 


Ada pemandangan kurang menarik disana. Bukan masalah pemandangan awan atau lapangan :), tapi coba lihat penulisan Bahasa Inggris pada Ski Air = Water Sky. Kalau dalam arti harfiah atau sebenarnya itu berartikan Awan Air. Nah coba bayangkan banyak orang luar Indonesia yang datang ke arena Sea Games ini, dan kalau artinya salah bagaimana? Sebenarnya yang salah tukang plang/penunjuk arah atau penerjemah? Bukaaan yang salah  tukang bajigur (edisi sunda). haha

Lalu ada lagi terjemahan yang sungguh aneh bila diartikan. Bisa baca dan lihat sendiri yah. Lagi-lagi saya harus menanyakan, yang salah tukang spanduk, penerjemah atau tukang es? Rasanya ini benar-benar tidak seharusnya terjadi. Padahal ada media translating atau banyak masyarakat yang benar-benar paham soal Bahasa Inggris. 


Trus ada lagi yang salah menggambarkan pada spanduk, yang penulisan Bahasa Inggrisnya "diving". Diving itu artinya menyelam atau lompat indah. Nah di sana digambarkan bahwa diving itu menyelam. Nah lho? Memang ada ya? Karena memang tidak ada olahraga yang menandingkan menyelam, jelas yang ditandingkan itu loncat/lompat indah.


Saya menulis ini bukan atas dasar mempermalukan negara sendiri tapi atas dasar prihatin yang sangat mendalam. Ini bisa jadi evaluasi bagi Pemerintah sekitar untuk lebih memperhatikan Bahasa Dunia tersebut. Jangan sampai kita jadi bahan olokan/ejekan dunia hanya karena salah pengertian atau penulisan. Satu huruf tapi fatal, Satu kata tapi fatal. Setidaknya sebelum dipublikasikan itu dicek ulang agar tidak berakibat buruk. Arena sudah sangat bagus tapi penunjuk arah atau bahasa kita masih sangat berantakan. Bukan alasan waktu yang singkat sehingga hal ini tak dapat diatasi, ya walaupun memang kesalahan ini langsung diperbaiki.Tapi tetap saja kalau ada yang menegur kalau tidak sepertinya dibiarkan saja. Sebenarnya tidak cuma sekali ini saja, masih banyak acara-acara di Indonesia yang menggunakan dua bahasa apabila diartikan sungguh tidak nyambung, terutama acara Pemerintah. Sesungguhnya ini bisa jadi bahan evaluasi dibalik gemuruh euphoria dunia Sea Games. Bagaimanapun saya tetap mencintai Indonesia. Mari belajar Bahasa Inggris dengan baik dan benar, bukan hanya prestasi dibidang tertentu tapi dalam kecakapan bahasa yang mendunia. 
#cheers

0 komentar: