Rabu, 19 Februari 2014

Langkah dari Bali (2): Rindu Pantai

Posted by with No comments
Menyambung dari part 1 yang sebelumnya, setelah berkeliling-liling disekitar Monumen Perjuangan Rakyat Bali, kembali kami menjelejahi kota Denpasar. Suasana hari itu panas dan cukup sepi dibandingkan dengan kota besar lainnya. Memang di kota Denpasar sendiri tidak begitu banyak tempat wisata, lebih kepada kota kecil lain seperti Kuta, Tabanan, dll. 

Masih di hari yang sama, sekitar pukul jam 14.00 WITA saat matahari mulai tersenyum lebar, disaat itu kami masih asyik mengelilingi kota Denpasar dan memutuskan untuk kembali Kuta mencari penginapan, maklum kami tidak menggunakan travel jadi harus mencari hotel dengan harga miring tapi nyaman, dan rata-rata jadwal check out hotel disana pukul 14.00 WITA. 

from http://kebalilagi.com
Tujuan berikutnya di hari pertama adalah Krisna pusat oleh-oleh terbesar di Bali. Lho kenapa belinya di hari pertama? Because karena biar gak buru-buru beli oleh-oleh di hari terakhir dan kalau ada pesenan lain kan bisa beli di hari terakhir :D Di samping itu juga karena menunggu kamar penginapan yang tak kunjung selesai. Ternyata tempat ini tak hanya menjual oleh-oleh, disebrang jalan ada juga menjual makanan-minuman dengan tempat yang sama besarnya dengan pusat oleh-oleh. Krisna yang saya kunjungi berada di daerah Kuta, tepatnya di Jl. Raya Kuta sebelah patung Kereta (dekat airport). Krisna Bali telah hadir di 2 lokasi lain, yaitu di Jl. Nusa Kambangan dan yang satu lagi sangat mudah dijangkau di Jl. Sunset Road, Legian. Di sini "katanya" harganya tidak jauh berbeda dengan Pasar Sukawati, tak perlu tawar menawar, ruangan ber-AC dan semua jenis barang ada, mulai dari pernak-pernik, gantungan kunci, baju/kaos, topi bali, makanan, minuman, sovernir khas Bali dan banyak lagi. Uniknya ditempat ini, baru turun dari mobil para pramuniaganya sudah datang menghampiri para pelanggan, ditanya berapa orang. Awalnya saya bertanya, buat apa? Lalu dia menempelkan nomer stiker ke baju saya dan keluarga saya, hmhmh... Apa ya maksudnya? Kami sih meneruskan perburuan memborong oleh-oleh, memang tak afdol rasanya kalau berlibur tidak membawa oleh-oleh, apa lagi diketahui teman kerja, teman-teman, keluarga dan teman-teman seperguruan lain :D. Setelah memborong beberapa belanjaan, dikasir saya ditanya, "nomer berapa ya mba?", "nomer apa?" "itu yang ditempelkan di baju", "oooh.." "sekian.....". Lalu diinputkanlah ke dalam struk di komputer kasir. Ternyata itu kode si pramuniaga tersebut. Semakin banyak jumlah belaja kita semakin banyak poin yang akan mereka dapatkan, kayaknya akan berpengaruh pada bonus mereka ;)



Setelah puas berbelanja, kami memutuskan untuk istirahat sejenak dipenginapan full AC, ya secara kota ini panasnya luar biasa dibandingkan kota Bandung, yang selama ini saya tinggali. Waktu menunjukkan pukul 17.00 WITA kami memutuskan untuk melepas rindu, melepas rindu pada pemandangan dan suara-suara dari pantai. Anugerah Tuhan yang tak pernah ternilai oleh apapun. 


sunset di Kuta
Pantai Kuta adalah tujuan kami untuk melihat sunset. Sayangnya cuaca sore itu agak mendung, tampaknya sunset tidak akan sempurna. Mengitari sepanjang jalan Kuta, ya seperti biasa pemandangan WNA yang bertebaran dimana-mana, hehe Serasa Bali milik mereka seorang hahahhahaa. Di sepanjang Pantai Kuta ada berdiri sebuah mall bernama beachwalk shopping centre. Tempatnya tidak jauh dengan mall kebanyakan, bedanya hanya pada penghuninya, rata-rata para turis manacanegara bukan lokal. Berjalan menyisiri sisi pantai, saya seperti berada di FTV-FTV yang sering saya lihat ;) Romantis kayaknya kalau bersama "suami" hahahaa kalau pacar bisa putus :p Namun, sayangnya pantai ini tidak seindah yang saya bayangkan, di sisi pantainya banyak sekali sampah-sampah yang katanya itu sampah buangan dari pantai lain. Sudah banyak sampah yang dibuang ternyata masih banyak tersisa, tapi saya masih bisa menikmati indahnya pantai melepas rindu pada pantai. Cuacanya tidak mendukung, akibatnya sunsetnya pun tidak begitu terlihat namun ini sudah lebih dari cukup, saya bisa mengabadikan sunset di Pantai Kuta melalui beberapa potret. Angin yang kencang, pasir-pasir yang mulai cokelat, orang-orang yang bercengkrama disisi pantai, berselancar dan berenang, mampu melepaskan penat dalam hati dan pikiran apalagi kalau melihat bule-bule cakep disana :)))).

sunset di Kuta (2)



Pantai Kuta yang sudah tercemar sampah :(
Menjelang malam, kami memutuskan untuk berkeliling sejenak memutari jalan kuta dan legian dan mengambil langkah untuk menuju rumah satu-satunya saudara yang ada di Bali, tepatnya di Tabanan, Bali. Rumahnya memang cukup jauh dari pusat kota, namun saudara ini belum pernah bertemu sebelumnya. Ibu saya terakhir bertemu dengan mereka sebelum menikah dengan Ayah saya, sudah puluhan tahun. Kami hanya berkomunikasi lewat sosial media. Bahagia rasanya bisa berjumpa saudara yang tak pernah dikunjungi. Penutup hari yang menyenangkan :) *to be continue*


Bersama Keluarga tersayang :*


Bersama keluarga di Tabanan

0 komentar: