Kamis, 09 Februari 2017

Menyusuri Utara dan Selatan Jogjakarta (Part 2)

Posted by with 3 comments
Melanjutkan cerita liburan saya di Jogjakarta (part1). Hari ke-2 dan ke-3 kami memutuskan untuk menjelajahi Jogjakarta dari Utara hingga Selatan. Tujuan selanjutnya adalah Gunung Merapi. Awalnya kami tidak memutuskan untuk mengunjungi tempat ini, namun karena penginapan kami dekat dengan Merapi, maka kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke sana. Seperti yang sudah diketahui Gunung Merapi memiliki ketinggian puncak 2.930 m dpl, per 2010 gunung aktif yang berada di bagian tengah Pulau Jawa. Lereng sisi selatan berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. 

Untuk menuju lereng kaki Merapi atau kawasan ini, tidak dianjurkan menggunakan kendaraan pribadi karena jalan yang ekstrim, berbatuan dan berpasir, maka kami harus menggunakan mobil sewaan yaitu, jeep. Mobil tersebut memang diperuntukan untuk menyusuri Gunung Merapi. Mengeluarkan kocek sekitar Rp250.000, kami akhirnya bisa mengeksplore gunung ini biar nggak kebawa mimpi hehe hehe. Satu mobil Jeep diisi 3-4 orang saja. Untuk sampai di lokasi tersebut, membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit-1 jam. Itu karena ada beberapa tempat wisata lain yang bisa kami singgahi. Seperti museum Gunung Merapi (Memoriku), dulu kata penduduk setempat adalah rumah kepala desa dan penduduk lain. Akibat Erupsi di tahun 2010 mengakibatkan hancurnya rumah-rumah di sana dan hanya meninggalkan beberapa barang. Awalnya diperkirakan hanya awan panas atau disebut wedus gembel namun ternyata lava gunung yang juga menghancurkan hunian di sekitar sana. 


Setelah berkeliling melihat beberapa peninggalan merapi lalu lanjut ke Batu Alien. Batu Alien katanya merupakan salah satu batu besar yang keluar dari mulut gunung merapi ketika erupsi tahun 2010. Disebut batu Alien karena konon katanya menyerupai bentuk wajah manusia. Jika dilihat dari sisi samping batu itu, terlihat jelas bentuk batu nampak seperti kepala manusia yang dilengkapi dengan anggota tubuh pada umumnya yaitu dagu, mata, hidung, mulut, telinga, dan juga kening. Nah, ditempat ini pula kami mendapatkan spot foto yang paling keren apalagi saat cuaca di sana cukup bersahabat, cerah ceria. Ditambah dengan adanya pasir-pasir didataran ini. Membuat efek foto lebih menarik.


Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Bunker Kaliadem. Untuk menjangkau daerah ini, kami harus rela  menikmati offroad sepanjang perjalanan karena bebatuan yang cukup banyak dan jalanan yang ekstrim. Dari kejauhan kami sudah melihat betapa indahnya Gunung Merapi sekalipun gunung ini sudah mengalami banyak erupsi. Pada tahun 2005, dibangun bunker di lereng gunung Merapi tepatnya di dusun Kaliadem, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Tujuan dibangun adalah sebagai tempat perlindungan atau persembunyian ketika gunung Merapi meletus. Namun, tempat ini tidak mampu menahan lava panas yang dimuntahkan gunung merapi yang mengakibatkan dua orang tewas karena terbakar di dalam bunker tersebut. Namun, bunker ini masih kokoh walaupun terlihat sudah berkarat atau sudah tidak terawat. Nah, ternyata di sana banyak sekali ditumbuhi bunga edelweys. Pemandangan di sana bagus sekali untuk difoto lho dengan latar belakang Gunung Merapi yang melintang indah. 



Setelah setengah hari bermain di gunung, rasanya tak pas rasanya jika tidak mengunjungi makanan khas Yogjakarta, Gudeg Yu Djum. Gudeng Yu Djum ini murupakan gudeg yang terkenal di kota Jogjakarta. Mungkin bagi orang awam atau wisatawan kayak kami akan mencari rekomendasi tempat makan yang paling banyak disinggahi. Gudeg yang kami pilih ada di Jalan Wijilan Yogjakarta. Ternyata di jalan tersebut terdiri dari berbagai warung yang berjualan gudeg juga. Untuk masalah di mana kita akan mencicipi gudegnya, itu kembali ke soal selera. Bagi orang yang tidak penggemar makanan manis, mungkin Gudeg ini akan terasa sangat manis. Perlu menambahkan banyak sambal di gudeg ini. Masalnya saat itu kami hanya disediakan beberapa cabe rawit untuk menjadi teman rasa manis gudeg ini. Dengan cuaca yang sangat panas menjadi hindangan yang pas saat siang hari. Biar adem deh.. hahahaha



Akhirnya kami bisa sampai di daerah Gunung Kidul tepat pada waktunya. Sekitar tiga jam perjalanan dari sisi utara Jogjakarta. Kami ingin melihat sunset di sini. Tujuan pertama kami adalah Pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti cukup terkenal oleh sebagian besar orang, karena nama pantai yang "indonesia" banget dan pantainya yang masih indah. Namun karena situasi yang terlalu penuh akibat liburan sekolah, kami memutuskan untuk hijrah ke pantai sebelahnya, Pantai Sandranan. Pantai Sadranan lebih sepi dibandingkan Pantai Indrayanti. Sayangnya, ombak di pantai hari itu sedang tidak bersahabat. Ia terus menggulung dan diiringi oleh angin yang cukup kencang. Alhasil, karena tidak berani untuk bermain lebih jauh, kami duduk manis menggelar tikar di pinggir pantai sambil minum air kelapa muda. Huhuuuhu romantis. ~~~ :)






Singkat cerita, esoknya adalah hari terakhir kami di Jogjakarta. Paginya, kami memutuskan untuk mulai berbelanja kebutuhan pribadi serta oleh-oleh di daerah Malaioboro. Rasanya tak lengkap kalau ke Jogjakarta gak mampir ke sini. Mulai dari Pasar Bringharjo sampai ke Mirota. Seperti biasa hanya satu yang bisa mewakili perasaan kami, "KHILAF" :p. Lalu setelah selesai menikmati belanja, sekitar jam 11 siang, kami diajak untuk mengunjungi satu tempat wisata yang lagi "hits" di sana. Wisata Kalibiru yang letaknya di bukit Kulon Progo, Jogjakarta. Jarak tempuh dari penginapan kami lumayan jauh sekitar 1-1,5 jam perjalanan. Awalnya kami berpikir kira-kira kami bisa pulang sebelum jam 18.00 gak ya? Karena kereta pulang kami sudah menunggu. hehehe Nah, untuk menjangkau tempat ini, kami harus rela bergantian/antri menunggu giliran untuk naik. Jalan yang cukup sempit membuat mobil harus bergantian, belum lagi ditambah dengan turunan terjal saat memasukki kawasan ini. Mungkin sebaiknya menggunakan ojeg saja kalau hanya berdua saja. Untuk Lokasi parkir di daerah sinipun juga sempit, perlu berhati-hati untuk mengendari mobilnya. Namun, semua terbayar oleh pemandangan indah di sana. Spot yang bagus adalah ketika kita duduk di atas pepohonan pinus lalu memandang ke arah kalibiru tersebut. Walau hanya sebentar dan tak sempat mencicipi segala spot foto tapi setidaknya kaki kami pernah melangkah sampai sini.. :) 







Akhirnya kami harus mengakhir perjalanan di hari Senin, karena Selasa harus kembali bekerja. Walau tak semua tempat dieksplore, tapi setidaknya tempat-tempat tersebutlah yang belum kami singgahi. Mungkin bagi saya, kota Jogjakarta salah satu kota yang selalu ingin kembali lagi.. 



Terhanyut aku akan nostalgia. Saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama. Suasana Jogja.

Terima Kasih Jogjakarta dan Terima Kasih teman-teman.. Syukriya..

Namaskar :D


3 komentar:

nihla fuadah mengatakan...

Kapan-kapan kalau keJogaja lagi, ajak aku yah ka..

nihla fuadah mengatakan...

Kapan-kapan kalau keJogaja lagi, ajak aku yah ka..

.dedeph. mengatakan...

hayuuuu ~~~ :D