Jumat, 11 Agustus 2017

Belajar Bugar

Posted by with No comments
Konsistensi dalam segala hal itu juga perlu termasuk soal kesehatan dan kebugaran tubuh. Kecintaan saya dengan olahraga adalah salah satu hal yang tak bisa lepas, selain kacamata, jam, dompet, dan telepon seluler. 😃 hahaha Saya menyukai olahraga sejak dulu, saat badan masih 38-40 kg, saya terus berolahraga, sekarang juga sih masih, harus walau berat badan kini tak sekecil itu hehehe Dulu olahraga yang saya tekuni adalah bulu tangkis dan lari. Pernah menjadi peserta dan finalis beberapa perlombaan bulu tangkis antarsekolah dan sempat akan menjadi juara tapi gagal. Sedih..tapi bahagia, kan tujuannya adalah menjadi bugar dan sehat walau badan kurus tapi tetap sehat.

Kini sudah menginjak usia >26 tahun adalah hal yang gampang-gampang susah untuk konsisten dalam berolahraga. Rumusnya sih simple bukan menjadi kurus tapi badan tetap bugar dan sehat. Kurus itu sebenarnya adalah bonus dari olahraga.  Modal olahraga sebenarnya sederhana, niat. :-D Soal makan saya tetap makan segala, apalagi saya yang berlatarbelakang suku Minang yang tak lepas dari makanan bersantan. Minimal saya olahraga seminggu 2-3 kali. Mudah-mudahan badan yang bertambah subur ini akan tetap bugar dan tetap bisa berlari jikalau dikejar anjing kelak. 😛 hahahaa Olahraga juga bisa buat kita lebih bahagia kan? awet muda? itu pasti...

Semenjak saya fakum dari bulu tangkis, empat tahun lalu saya memutuskan ikut  kelas yoga. Yoga belum menjadi tren pada saat itu, jadi saya bukan ikutan tren. hehe Saya memilih yoga dikala desas desus haram atau halalnya ikutan olahraga ini karena belum banyak yang tahu apa itu yoga. Yoga juga mempunyai berbagai macam aliran, mungkin aliran yang lebih menitikberatkan pada meditasi yang dianggap haram. Yoga yang saya ikuti adalah aliran ashtanga vinyasa. Aliran bukan berarti saya mengikuti ketaatan dibalik itu tapi hanya gaya/poses yang bermacam-macam yang membentuk badanmu seperti peer atau bola :p hhehee Yoga ya indentik dengan India, saya juga suka semua tentang India. Ini juga bonus saya menyukai India, totalitas. hahhaa Ashtanga Vinyasa itu dipopulerkan oleh  K. Pattabhi Jois yang berasal dari India pada abad ke-20. Tapi dalam kelas saya tidak hanya terus mempelajari ashtanga vinyasa saja, hampir semua jenis yoga juga kami dipelajari seperti: Hatha Yoga,  Iyengar Yoga, Hot Yoga/Bikram, Yin Yang, dan Acroyoga. Saya mendapatkan banyak manfaat dari Yoga. Setiap gerakan dan jenis yoga yang dipelajari memiliki manfaat masing-masing selain untuk meluruskan alignment, fokus pada pengaturan nafas dan gerakan, melatih fokus pada pikiran, meningkatkan kekuatan tubuh, fleksibilitas, dan stabilitas tubuh, serta stretching pada tulang sendi. Nah terbayang kan kalau ikutan yoga? Lengan dan otot-otot mengencang hahha. Yoga ini tidak sekedar meditasi, meditasi ada tapi diakhir sebagai pendinginan yang biasa disebut "SAVASANA". Kelas kami sih menggunakan musik-musik klasik atau barat slow bahkan musik tradisional pada saat pendinginan. 😉 Jadi sekarang yang bikin saya seperti ini bukan lemak katanya tapi massa otot yang bertambah. haha



saya pada saat crow bakasana pose

Selain mengikuti kelas yoga saya juga rutin berlari sabtu atau minggu. Tak perlu jauh harus mencari lapangan lari, cukup keliling kompleks (kalau yang rumah di kompleks). Jauh juga bisa menjadi alasan malas berolahraga lho hahaha Itu saya alami beberapa tahun kebelakang. Alhamdulillah saya rutin minimal kalau tidak sabtu atau minggu, antara jam 06.00 sampai 08.00 pagi hari. Jarak kilometer yang ditempuh juga bervariasi, tidak selalu memaksakan kalau sudah lelah ya berhenti saja, semampunya kita. Sehat tapi tidak juga ngoyo. Cukup 2-5 km sehari. Rata-rata saya lari 3-4 km sehari, itu saja sudah mengeluarkan banyak keringat. Nah, agar tidak bosan selama lari saya mendengarkan musik favorit, musik India contohnya. Lebih baik kan, otak kanan dan kiri juga berfungsi dengan baik. Bagi sebagian orang memang olahraga lari kurang diminati karena cepat lelah, bosan, dan juga pusing. Manfaat saya juga ikut yoga adalah melatih bagaimana mengatur nafas dengan baik, agar tidak terdengar ngos-ngosan. Selain lari saya juga sesekali skipping di rumah. Hanya 1-3 menit saja karena skipping itu susah tapi mudah. hahaha Semua butuh proses. Progres yang dihasilkan tidak harus instan, jika rutin dan punya niat pasti akan sampai pada target. Minimal kita punya target untuk mencapai tantangan tersebut. 🏃

Nah, bagaimana dengan olahraga kalian? Jika ada kemauan pasti ada jalan. Semoga tetap bugar baik yang sudah berolahraga atau belum memulainya 😃

Namaste 👏🙏

gambar: sumber pinterest

0 komentar: