Jumat, 26 Januari 2018

Di Balik Kontroversi Film Padmaavat || Review Film

Posted by with No comments
Di balik sejumlah kontroversial film "Padmaavat" (dulu: Padmavati) kini film tersebut tayang di seluruh bioskop dunia termasuk Indonesia. Setelah mundur beberapa kali waktu tayang, akhirnya film Padmaavat rilis 25 Januari 2018. Ini juga membuat beberapa film Bollywood yang rilis ditanggal yang sama memilih mengganti jadwal untuk memberikan kesempatan kepada film yang disutradari Sanjay Leela Bhansali ini. Setelah sukses dengan cerita Epic tahun 2015 lalu, Bajirao Mastani, kali ini SL Bhansali memilih untuk menghadirkan cerita baru. Namun, filmnya kali ini diprotes oleh beberapa kelompok agama Hindu dan daerah setempat, Rajput. Merasa cerita yang disajikan terlalu berlebihan dan bertolak belakang dengan situasi saat itu, SL Bhansali memilih untuk merubah beberapa cerita di dalamnya demi tayang di bioskop India. Sempat ada beberapa berita saat itu apabila film ini tetap tayang maka akan ada ancaman dan tekanan kepada sutradara dan juga pemainnya, Deepika Padukone yang berperan sebagai Ratu Padmini/Padmavati. [1]

Padmavat (atau Padmawat) adalah sebuah puisi epic yang ditulis pada tahun 1540 oleh penyair sufi Malik Muhammad Jayasi. Sepotong sastra sufi yang terkenal dari masa itu. Menceritakan sebuah cerita fiksi alegoris tentang keinginan Sultan Alauddin Khilji dari Delhi untuk tituler Rani Padmini, Ratu Chittor. Alauddin Khalji dan Ratan Sen atau dikenal Rawal Ratan Singh adalah tokoh sejarah, sedangkan Padmini adalah tokoh fiksi, meskipun ini masih diperdebatkan. [2]

Dalam film ini SL Bhansali kembali berkolaborasi dengan dua pemain favoritnya, Deepika Padukone dan Ranveer Singh. Untuk melengkapi keduanya, Bhansali menambahkan Shahid Kapoor sebagai pemeran utama dan Aditi Rao Hyndari sebagai pemain pendukung nan cantik. 

Rani Padmavati (Deepika Padukone) istri Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor), dikenal karena kecantikan, kepintaran, dan keberaniannya di India abad ke-13. Dia menangkap kemasyhuran Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Sultan Alauddin Khilji (Ranveer Singh) yang sangat berkuasa untuk memenuhi segala keinginannya termasuk terobsesi melihat kecantikan Padmavati padahal saat itu Dia memiliki istri Mehrunisa (Aditi Rao Hyndari). Berbagai macam cara dilakukan oleh Sultan untuk merebut tahta kerjaan dan juga Padmavati. Dia tak sendiri, didampingi oleh orang kepercayaan yang senantiasa patuh padanya, Malik Kafur (Jim Sarbh). Berbagai strategi dan penyerangan pun dilakukan. Tak kalah pintar dengan Sultan, Ratan Singh berbalik menyerang dan memegang teguh pada semua prinsip kerajaanya. Padmavati melakukan ritual untuk menjaga kehormatan dirinya dan sang Raja agar dia tidak jatuh pada Sultan Alauddin.

Sebagai penonton, memang ada beberapa bagian yang mengandung unsur "SARA". Bagaimana perbedaan dalam merebut tahta antara kerajaan Hindu dan Islam. Ada yang menonjol ada pula yang berpegang pada prinsip. Bagi saya, sebagai penonton harus cerdas dan mampu menganalisa dengan baik. Butuh cukup usia, memang. Namun, mungkin saja keadaan itu terjadi pada abad tersebut tidak pada abad saat ini. Kini, tinggal bagaimana pro dan kontra tersebut menjadikan pembelajaran bagi diri kita sendiri. Jika suka ditonton, jika tidak baca saja ulasan filmnya. hehee Selain kelompok Hindu, kelompok Muslimpun melarang untuk menonton film ini karena dianggap menghina citra Muslim. Namun, mereka tak menggelar aksi demo besar-besaran. Di lansir dari beberapa media di India, kelompok Hindu merasa bahwa adanya adegan romantis antara Sultan dan Ratu Padmavati yang mengakibatkan timbulnya pelecehan terhadap kaum dan keturunannya. Namun, Bhasali membatah akan tuduhan tersebut. [3] Berbeda dari film yang lain, film ini tak mengadakan promo tour film guna menghindari banyak konflik.

Di balik segala kontroversi film ini, saya selalu suka dengan hasil kerja keras dari SL Bhansali dan tim. Walaupun tak seperti film epic yang sebelumnya, memunculkan greget pada setiap scenenya, mungkin karena pengaruh perubahan cerita, film yang berdurasi 164 menit ini telah berhasil memukau saya sebagai penikmat genre epic. Mulai dari akting para pemainnya yang mempesona. Lalu, set kerajaan yang megah dan mewah yang dapat membawa saya seperti berada pada abad tersebut. Semua instrumennya terlihat bagus. Saya juga menyukai kostum yang digunakan pada Raja dan Ratu, terlihat glamor dan cantik. Selain itu, musik/soundtrack dan tarian tak lepas dari ciri khas Bollywood juga menambah keindahaan pada film ini.. Bagaimana takdir mereka berempat selanjutnya? Saksikan di bioskop CGV tanah air ya. 😉

http://filmsxpress.com/userimages/424/images/padmaavat-banner.jpg

 Trailer Padmaavat Terjemahan Bahasa Indonesia:
MVP Film Indonesia


 
Padmaavat |  2018 | Sutradara: Sanjay Leela Bhansali | Produser: Sanjay Leela Bhansali, Sudhanshu Vats, Ajit Andhare | Penulis Naskah: Sanjay Leela Bhansali, Prakash Kapadia | Diadaptasi dari: Padmavat karya Malik Muhammad Jayasi | Produksi: Bhansali Productions, Viacom 18 Motion Pictures 

0 komentar: